Wisata Rohani di Sendangsono Yogyakarta

Sendangsono yang terletak di Yogyakarta dapat menjadi destinasi wisata rohani Anda dan keluarga untuk menenangkan hati dan jiwa sekaligus melepas penat. Suasananya yang rindang dan asri akan membuat Anda sekeluarga khusyuk dalam beribadah.

Sendangsono merupakan sebuah paket wisata rohani yang kompleks. Sendang Sono terletak di Kulonprogo, Yogyakarta. Saat Anda memasuki kawasan Sendangsono, pintu gerbang yang terbuat dari batu akan menyambut Anda. Dan dengan menginjakkan langkah kaki Anda melewati pintu, kompleks ziarah yang luas telah menanti Anda. Udara sejuk akan membuat Anda merasa tenang berada di sini. Secara keseluruhan, kompleks ziarah Sendangsono terbagi atas kapel-kapel kecil, lokasi Jalan Salib, Gua Maria, pendopo, sungai dan tempat penjualan perlengkapan ibadah. Anda dapat memulai aktivitas ibadah dari mana saja.

Jika ditilik dari asal katanya, nama Sendangsono terdiri dari sendang dan sono, sendang artinya mata air dan sono adalah sebuah nama pohon, yakni pohon sono sehingga Sendangsono menunjukkan makna bahwa sendang ini terletak di bawah pohon sono. Sendang beserta pohon sono dapat dijumpai dengan berbelok ke kanan dari pintu masuk, namun sayang Anda tidak dapat leluasa meniliknya karena kini sendang tersebut ditutup dengan kotak kaca.

Sejarah

Sebelum tahun 1904, sendang ini lebih dikenal dengan nama Sendang Semagung, berfungsi sebagai persinggahan para Bhiksu yang ingin menuju daerah Boro, wilayah sebelah selatan Sendangsono. Namun, sejak 20 Mei 1904 atau kedatangan Pastur Van Lith dan pembaptisan 173 warga Kalibawang menggunakan air sendang, tempat ini mulai berubah fungsi sebagai tempat ziarah umat Katholik.

Saat memasuki kapel utama kompleks ziarah ini, terdapat sebuah relief yang menggambarkan prosesi pembaptisan yang terjadi 102 tahun lalu tersebut. Dan saat memasuki kapel Bunda Maria dan kapel Para Rasul, Anda dapat dengan khidmat mengenang perjuangan Bunda Maria dan 12 rasul pertama Kristus. Selain itu, di kompleks ziarah ini juga terdapat makam Barnabas Sarikromo, sahabat baik Pastur Van Lith yang juga menjadi salah satu warga yang dibaptis pada tahun 1904 dan ditetapkan sebagai Katekis pertama di daerah tersebut. Sarikromo merupakan pribadi yang dekat dengan Tuhan. Namun di masa mudanya, ia menderita sakit kaki parah. Dalam do’anya, ia berjanji akan mengabdikan diri kepada Tuhan bila kakinya dapat disembuhkan. Kemudian ia bertemu dengan Pastur Van Lith yang kemudian membantu pengobatannya ke seorang bruder hingga sembuh.

Di Jalan Salib Sendangsono Anda dapat mengenang kesengsaraan dan pengorbanan Kristus saat memanggung kayu. Di depan Gua Maria, Anda memanjatkan doa dengan bersimpuh dan menyalakan lilin di depan gua ini. Anda bahkan bisa menuliskan permohonan atau curahan hati anda dalam secarik kertas, lalu memasukkannya dalam pot tempat pembakaran surat agar Tuhan menerimanya. Patung Bunda Maria di Goa Maria ini didatangkan khusus dari Spanyol. Selain itu, Anda dapat menikmati keindahan arsitektur bangunan yang meraih Aga Khan Awards ini.

Informasi penting :

  • Lokasi : Desa Banjaroya, Kalibawang, Kulon progo, Yogyakarta.
  • Jam buka : 24 jam.
  • Harga tiket : gratis.