4 Tradisi Unik di Negara Jepang

Jepang bukan hanya dikenal sebagai negara yang terkenal karena gunung Fuji. Bukan hanya terkenal karena komik serial Manga. Namun juga terkenal karena memiliki tradisi yang begitu banyak dan populer. Bagi orang Jepang, menjalankan tradisi yang ada di Jepang tentu biasa. Berbeda dengan Anda yang baru pertama kali melihat dan ikut memeriahkan tradisi tersebut saat kebetulan berkunjung ke Jepang. Jepang, memang negara yang juga kaya dengan tradisi. Wisatawan pun sepertinya memang perlu tahu tradisi yang dianggap biasa di Jepang namun menjadi terlihat aneh terutama di mata wisatawan Indonesia. Tentu karena Anda tidak terbiasa melakukan tradisi tersebut di Indonesia dan memang tidak ada.

1. Tradisi Bakar Gunung Atau “Wakakusa Yamayaki Matsuri”

Di Indonesia, melihat gunung berapi meletus saja orang-orang sudah berbondong-bondong untuk menjauh dari lokasi tersebut. Anehnya, tradisi di kota Nara ketika melihat pegunungan mengeluarkan api, orang malah berbondong-bondong untuk melihat.

Lalu seperti apa sebenarnya tradisi ini? Dikenal sebagai tradisi bakar gunung. Berlangsung setiap bulan Januari tanggal dua puluh empat di area sengketa antara perbatasan kuil Kofukuji, Todaiji, dan Kasuga. Namun bukan benar-benar gunung yang dibakar. Melainkan rumput-rumput kering yang ditumpuk jadi satu tepat di area sengketa. Konon menurut kisah yang terjadi di tahun 1760, area perbatasan antara kuil Kofukuji dan kuil Todaiji terjadi sengketa. Kemudian diketahui seseorang melakukan pembakaran di area sengketa tersebut dan dikenallah sampai sekarang menjadi tradisi “Wakakusa Yamayaki Matsuri”.

Anda dapat melihat tradisi ini mulai jam enam sore dan agar terlihat jelas keindahannya, maka harus mengambil lokasi di kaki dari gunung Wakakusa. Jelas orang akan berbondong-bondong melihat tradisi bakar gunung ini karena memang sangat indah terlebih dipadukan dengan hiburan kembang api yang cantik.

2. Tradisi Melempar Garam Pegulat Sumo

Di Indonesia, garam sangat diperlukan untuk memasak. Jika garam tumpah sedikit saja, Anda tentu akan merasa rugi karena menumpahkannya. Sebab satu sendok makan garam yang tumpah, dapat untuk memasak banyak makanan lezat. Namun apa jadinya jika yang tumpah lebih dari satu sendok makan dan itu dilakukan di Jepang. Tradisi aneh ini dilakukan oleh pegulat Sumo sebelum mulai bertanding. Pegulat Sumo dengan lihainya akan melemparkan garam ke area pertandingan dengan arah yang sangat baik. Garam yang dilemparkan pun mengarah vertikal ke langit-langit. Tradisi yang dilakukan ini bukan asal melakukan lemparan garam. Ada tujuan yang menjadi bagian dari melempar garam oleh pegulat Sumo yaitu, mengusir para roh-roh jahat.

3. Tradisi Menghanyutkan Lentera Atau “Toro Nagashi”

Di Indonesia, lentera atau semacam lampion digunakan saat malam takbiran sebelum menyambut Idul Fitri maupun Idul Adha. Di Jepang, lentera-lentera harus dihanyutkan di sungai. Tujuannya adalah sebagai perwakilan dari jiwa yang telah tiada menuju alam baka. Tradisi ini dimulai guna mengenang peristiwa dari bom atom yang menghujam di Hiroshima. Dan perlu upacara saat menghanyutkan lentera tersebut dengan upacara “Toro Nagashi”.

4. Tradisi Membakar Barang Atau “Dondo Yaki”

Di Indonesia, bakar ya bakar sampah. Kebiasaan yang sebenarnya harus dihindari. Di Jepang, bakar ya bakar barang yang sudah tidak terpakai dibulan Januari. Biasa dilakukan untuk membuang Omikuji yang berlangsung di kuil Shinto dan dikenal dengan tradisi “Dondo Yaki”. Jadi, jangan kaget ketika melihat ada banyak Omikuji yang dibakar ketika Anda melihatnya di kuil Shinto saat bulan Januari.