Tradisi Perayaan Halloween

Anak Anak Merayakan Halloween

Banyak sekali masyarakat Indonesia yang seolah “antusias” dengan budaya Barat yang satu ini. Salah satunya, kegiatannya yaitu Trick or Treat, dimana nanti anak-anak mengenakan kostum hantu yang menyeramkan dan akan mengunjungi setiap rumah orang dewasa lalu meminta permen. Bila si pemilik rumah tidak memberikan permen, maka nantinya anak-anak akan mengganggu rumah tersebut.

 

Asal Usul

Namun sebenarnya bagaimana asal usul perayaan Halloween itu sendiri? Apakah kita sebagai orang Indonesia boleh atau harus mengikuti tradisi ini pula?

Pada mulanya, Halloween diperkenalkan sebagai bagian dari budaya orang-orang Celtic. Orang-orang Celtic diyakini sebagai nenek moyang orang Inggris, Skotlandia, Irlandia dan lainnya. Orang Celtic percaya bahwa hari Halloween adalah hari dimana poros dunia manusia dengan dunia gaib bertemu. Oleh karena itulah, orang-orang Celtic beramai-ramai mengenakan kostum hantu untuk membingungkan para arwah.

Diyakini juga bahwa hari Halloween merupakan hari raya bagi orang-orang Celtic. Diperkirakan perayaan Halloween sudah diadakan lebih dari 2000 tahun lalu. Sebenarnya, hari raya orang-orang Celtic jatuh pada tanggal 1 November, namun seiring perkembangan zaman, orang-orang gereja menjadikan tanggal 30 Oktober sebagai hari raya orang-orang Celtic, bertepatan dengan hari Halloween.

Ini merupakan perintah Paus secara langsung, dan merupakan momentum yang tepat bagi orang-orang Katolik untuk mengajak orang-orang Pagan untuk masuk ke dalam agama Katolik.

 

Berganti Nama

Halloween merupakan Samhain (SAH-win), atau hari raya orang-orang Celtic. Halloween sebenarnya sudah berganti nama sebanyak lima kali.

Pada abad ke-11, Paus memerintahkan untuk mengganti nama Halloween menjadi All Hallow”s Eve. Dari All hallow”s Eve, banyak orang yang mengucapkannya secara terus menjadi All Hallow”s Even. Pada abad ke-18, nama tersebut diganti lagi menjadi Hallo’ween lalu berganti lagi menjadi Halloween dan kemudian digunakan hingga sekarang.

 

Tradisi trick or treat

Ada fakta yang menarik seputar Halloween. Ternyata, tradisi trick or treat yang biasa dilakukan anak-anak saat Halloween tiba, dulunya hanya dilakukan oleh anak orang miskin yang tidak memiliki makanan saat itu. Namun sekarang, hal ini sudah dilakukan oleh seluruh anak-anak yang ikut merayakan Halloween.

 

Bulan Purnama

Bulan yang tiba saat Halloween sangatlah langka. Walaupun dalam film-film, sutradara sering menambahkan bulan untuk menambah kesan magis dan mistis sebagai objek yang tak terpisahkan dari malam, namun kenyataannya justru jarang sekali bulan purnama muncul saat Halloween tiba.

Diperkirakan, bulan purnama yang tepat dengan perayaan Halloween akan muncul kembali pada tahun 2020 mendatang. Bulan purnama terakhir muncul pada tahun 2001 dan sebelumnya pada tahun 1955 lalu.

 

Ikon Kelelawar

Ikon dalam perayaan Halloween pun ternyata hanyalah satu, yaitu kelelawar. Saat ini kita melihat banyak variasi ikon Halloween seperti vampir, penyihir, laba-laba dan lain sebagainya. Namun orang-orang Celtic mematenkan kelelawar sebagai ikon Halloween. Buah labu pun bukan merupakan ikon Halloween ini. Buah labu saat perayaan Halloween terkenal karena kisah rakyat yaitu Jack O’Lantern.

 

Lobak, Labu dan Iblis

Kisah ini menceritakan seorang petani Celtic bernama Jack yang cerdas karena telah berhasil menipu iblis. Iblis marah lalu membuang Jack ke neraka. Untuk menemukan kembali jiwanya yang hilang, Jack kemudian meletakkan batu bara menyala ke dalam lobak yang sebelumnya sudah dilubangi, untuk menemaninya dalam perjalanan.

Mitos dan cerita Jack-O-Lanterns ini kemudian menyebar dan diadopsi oleh orang-orang Irlandia. Namun mereka tidak menggunakan lobak melainkan menggunakan kentang. Namun karena saat itu lobak sedang langka, maka cerita kemudian diadopsi dan dimodifikasi dengan mengganti lobak dengan labu yang diukir dengan wajah iblis yang sedang tersenyum. Apa Anda ingin mencoba mengikuti perayaan ini pula?