Tips Menyatakan Cinta Kepada Pasangan

Banyak perempuan yang selalu berharap pria idaman mereka langsung menyatakan cintanya. Namun sayang, hidup ternyata tidak seindah film drama. Banyak pria justru ragu-ragu atau bahkan takut menyatakan cintanya. Ragu-ragu dengan perasaan cintanya, atau mungkin mereka masih menikmati fase pdkt, takut ditolak, atau mungkin ada wanita lain. Tetapi memang di luar segala keraguan dan ketakutan itu, menyatakan cinta kepada seseorang bukanlah hal yang mudah.

Mengatakan “I love you” bukanlah sekadar menyampaikan perasaan kamu tapi juga mengungkapkan cara kamu. Cara kamu mencintai mungkin bisa melalui tatapan atau senyuman, melalui cara kamu mendengarkan dan berbicara, cara kamu memegang tangannya dan menggandeng tangannya. Cinta bukan hanya duduk sambil menyaksikan sebuah permainan. Cinta itu ibaratnya kita bermain bola, ada saat mencuri bola dan membawanya ke ujung lapangan serasa kaki ini berlari lebih cepat dari tubuh hingga kamu jatuh terguling-guling dan paru-paru ini seperti kehabisan napas. Tapi kamu gak peduli dengan semua kesulitan yang kamu hadapi, yang penting kamu berhasil.

Cinta adalah perasaan yang muncul ketika melihat seorang sahabat melahirkan bayi tercantik atau terganteng yang belum pernah kamu lihat, atau ketika melihat seorang anak mengemis di perempatan jalan, atau ketika perhiasan yang kamu pakai dirampok orang. Perasaan yang muncul itu, bisa bahagia, sedih, atau marah. Cinta menyadarkanmu, karena perasaan itu tahu betul bahwa kamu perlu diperlakukan buruk agar menghargai perlakuan baik.

Aku tak akan menunggu untuk mengatakan “I love you”

Kalimat itu bisa diucapkan dengan berjuta cara, melalui pelukan dan ciuman, melalui masakan yang disuguhkan, dengan duduk di keheningan dan keriuhan, atau lainnya. Sering kali kita menyebut seseorang sebagai teman, pacar, ibu, kakak, namun jarang sekali kita menjelaskan mengapa sebutan itu penting? Apa yang menyebabkan orang tersebut spesial? Apa yang mendorong kamu mencintai mereka? Mungkin bisa diawali dengan menyebutkan sifat, kebiasaan, dan tindakan yang membangkitkan gairah dan membakar jiwamu.

Kamu mungkin pernah melihat sejumlah pemakaman dan mendengarkan lagu pujian, memperhatikan postingan di Facebook, serta melihat foto-foto di dalamnya. Ketika seseorang di media sosial itu meninggal, orang-orang pun beramai-ramai menuliskan pujian terhadap kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan oleh orang tersebut, ada juga yang mengungkapkan rasa cinta terhadap orang meninggal itu. Riwayat hidupnya pun dalam sekejap terangkum dalam sebuah obituari. Bayangkan, dalam hitungan menit, sudah terkumpul beberapa paragraf, dan kumpulan foto. Sayangnya, pujian atas kebaikan itu datang di saat akhir hidup orang tersebut, ketika orang itu telah tiada.

Kita buru-buru mengomentari kematiannya karena sangat ingin mengatakan semua hal yang pernah kita simpan selama ini. Setiap informasi yang selama ini kamu simpan sendiri akhirnya terucapkan begitu saja, kamu mencoba menyusun kata-kata yang selama ini sulit untuk dikatakan.

Mengatakan “I love you” berarti mengharapkan timbal balik, bisa jadi kamu mendapatkan cinta juga, tapi bisa juga timbal baliknya malah menghancurkan perasaan, atau mengasihani kamu. Akan lebih mudah bila kamu menjaga perasaan hingga kamu mendapat kepastian.

Mengatakan “I love you” adalah perjuangan yang berisiko. Cinta butuh perawatan dan tindakan, serta ungkapan untuk mempertahankannya. Menahan atau menunda mengungkapkan ‘I love you’ berarti kamu masih menebak-nebak, ragu, dan takut menyesal atas tindakanmu itu.

Saran kami adalah: Jangan ragu mengakatan “I love you”, karena anda akan kehilangan kesempatan yang belum tentu akan terulang lagi.