Tips Mengembangkan Potensi Terbaik Anak

Ada sebuah kisah kuno yang menceritakan seorang laki-laki tua bernama Zusya. Selama sepuluh tahun terakhir hidupnya, ia berusaha menjadi orang yang murah hati, mencintai sesama, dan ramah. Ketika beranjak tua, ia menjadi semakin tertekan karena sesungguhnya ia adalah manusia yang dapat salah. Akhirnya, istrinya memanggil orang bijak di kampungnya. Ia datang dan duduk di sisi Zusya serta menyimak dalam-dalam keluhannya. “Saya telah melakukan yang terbaik agar seperti Musa, tapi saya benar-benar gagal.

Orang bijak itu terdiam cukup lama. Kemudian dia berkata, Tetapi teman, Anda tidak gagal. Ketika Anda mati, Tuhan tidak akan bertanya kepada Anda mengapa Anda tidak seperti Musa. Anda hanya akan ditanyai kenapa Anda tidak seperti Zusya!

Inti cerita ini adalah sebagai orang tua Anda dituntut mengenali, memanfaatkan, dan mengembangkan bakat-bakat ini dalam diri Anda sendiri dan dalam diri anak-anak Anda, sehingga Anda dapat mendukung mereka untuk menjadi yang terhebat dalam bidangnya masing-masing.

Mempelajari banyak hal secara bersamaan, atau mempelajari sesuatu yang tidak disukai anak-anak Anda menyebabkan konsentrasi mereka menjadi defisit, mereka menjadi korban ambisi orangtuanya. Kita sebagai orangtuanya harus membantu anak-anak menemukan potensi terbaik mereka agar mereka dapat memperjuangkan nasibnya sendiri, ada atau tanpa kita di sisinya.

Anda harus menjadi “cermin-cermin untuk mempercayai” bagi anak-anak Anda, ujar Julia Cameron. Pantulkan kepercayaan diri mereka sebagai orang yang kompeten dan mampu melakukan potensi terbaik mereka. Anda harus memastikan bahwa mereka memiliki apa yang mereka perlukan guna mengeluarkan kemampuan terbaik dari diri mereka. Kalau kita menginginkan hidup ini mudah, jangan menikah, memiliki anak dan mengambil peran sebagai orang tua.

Setiap ibu yang pernah melahirkan seorang anak, dan setiap ayah yang pernah menggendong dan menina bobokan seorang anak dalam pelukannya, bersumpah untuk melindungi dan membahagiakannya. Setiap nenek yang memiliki seorang cucu, dan setiap kakek yang pernah mendengar mimpi dari cucunya berdiri di belakang kita dengan dukungan penuh.

Perjuangan untuk menemukan potensi terbaik seorang anak melibatkan tindakan menghilangkan dan menambahkan sesuatu. Usaha menghilangkan sesuatu misalnya: menjaganya dari pelecehan, penghinaan, dan penindasan. Eric Jensen dalam (Teaching with The Brain in Mind) bilang,”Tak sedikit pun ada bukti yang menyatakan bahwa ancaman-ancaman ini efektif dalam menyuburkan pembelajaran.” Hemat kata: minimalkan gangguan kemampuan alaminya untuk belajar dengan baik.

Menambahkan artinya betapa pentingnya menyertakan aspek kebaruan, tantangan, kegembiraan, umpan balik, melibatkan lima panca indra, memperkenalkan seni, dan musik dalam pembelajaran anak Anda. Padupadankan tiga kunci pembelajaran: belajar, prestasi, dan kegembiraan. Anak-anak Anda perlu belajar mempersiapkan masa depan yang positif, mereka perlu mempelajari segala cara agar menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi positif. Kehadirannya bermanfaat bagi orang lain.

Karena kita tidak dapat mengetahui pengetahuan apa yang paling diperlukan di masa depan, tidak masuk akal untuk mencoba semua dan mengajarkan terlebih dahulu. Kita seharusnya memotivasi orang-orang agar mencintai belajar dan mengajarkan mereka agar belajar dengan tekun, sehingga pada saatnya mereka akan mampu mempelajari apa pun yang bakal diperlukan.

John Holt, Pendidik Anak-anak belajar dengan cara yang berbeda, seorang anak yang paling tepat adalah belajar dengan mengenal kekuatan-kekuatannya dan menggunakan untuk mengatasi tantangan-tantangan . Dalam bidang pendidikan terlalu sering mereka tersesat dalam “ambisi orang tua” dan ketidakberdayaan. Seharusnya sebagai orang tua, kita harus bisa mendampingi mereka mengejar cita-cita yang paling jelita.

Produk pendidikan bukanlah sekolah-sekolah yang unggul, tetapi anak-anak didik yang punya semangat belajar pantang menyerah.