Tingkatan Higienis Yang Tepat Untuk Anak

Tangan, kaki, wajah, kotor dengan tanah. Apalagi pakaian yang kotor karena tanah. Bagaimana reaksi orang tua yang melihat anak mereka seperti itu? Memarahi. Menganggap anak telah bermain kotoran tempat sumber penyakit. Namun apakah dengan melindungi anak dengan lingkungan yang selalu bersih itu juga baik? Kembali lagi, yang paling tepat adalah orang tua harus tahu seberapa tepatnya tingkat higienis yang harus dijaga. Sehingga meskipun anak bermain kotoran, anak tidak mudah jatuh sakit.

Tingkatan Higienis Saat Anak Bermain Tanah

Anak sangat senang bermain di kolam tanah atau kolam pasir. Orang tua tidak seharusnya melarang anak untuk bermain di tanah. Saat Anda mengajaknya di taman bermain dekat rumah semacam playground, maka tentu juga akan terdapat kolam tanah untuk anak-anak bermain. Selama Anda melihat tanah yang digunakan untuk anak-anak bermain dalam kondisi layak, maka itu sudah menjadi pilihan yang tepat. Tubuh anak akan beradaptasi dengan kondisi permainan tanah yang dipilih anak. Tanah memang kotor, namun asalkan bebas dari kotoran, maka tidak masalah untuk dimainkan. Anda tidak perlu cemas anak akan sakit karena bermain tanah. Sebaliknya, dengan membiarkan anak untuk bermain kotor-kotoran di kolam tanah, maka tubuh anak akan terbiasa dengan keadaan kotor tanah. Jangan buat anak terlalu higienis dengan menjauhkan mainan tanah dalam kehidupannya. Sebab bisa jadi ketika sekalinya anak baru pertama kali bermain di kolam tanah, anak kemudian akan jatuh sakit. Hal itu dikarenakan kebiasaannya dalam bermain dalam lingkungan yang bersih. Namun jika Anda melihat kolam tanah penuh dengan kotoran, maka lebih baik usulkan permainan lain agar anak tidak terjun bermain di kolam tanah.

Tingkatan Higienis Saat Anak Bermain Di Luar Rumah

Rumah Anda memang bersih dan higienis. Membuat Anda merasa lebih aman membiarkan anak untuk tetap bermain di luar rumah. Namun menjadikan anak memiliki sistem imun yang rentan dengan kondisi lingkungan luar rumah. Kebiasaan anak yang hanya bermain di dalam rumah dalam kondisi serba higienis, maka anak menjadi memiliki sistem imun yang tidak kuat. Sekalinya anak Anda bermain di luar rumah, maka sistem imunnya akan langsung mengalami droop dan jatuh sakit. Sebab tubuh anak Anda akan merespon bahwa lingkungan tempat dia bermain itu tidaklah higienis. Berbeda ketika Anda sesekali membiarkan anak untuk bermain di luar rumah. Maka sistem imun anak Anda akan dapat menyesuaikan dengan kondisi tempat dia bermain. Selain itu penting pula membiarkan anak untuk bermain di luar rumah agar tubuh anak terkena udara luar dan sinar matahari.

Tingkatan Higienis Saat Anak Bermain Air

Bermain di kubangan air memang kotor. Anda harus mengingatkan anak untuk menghindari bermain di kubangan air. Namun juga bukan berarti Anda akan menyuruh anak berhenti bermain ketika Anda melihatnya bermain air dari selang yang terhubung ke keran. Anda lebih tepat untuk menyuruh mengisi kolam renang plastiknya dengan air barulah anak disuruh bermain air di dalamnya agar air yang keluar dari keran tidak boros. Namun bukan berarti Anda menyuruh anak untuk berhenti. Menganggap bermain air di luar rumah itu membuat sakit dan tidak higienis. Jika air yang digunakan anak bermain dalam keadaan bersih, maka biarkan saja. Lagipula dengan anak bermain air juga akan melatih sistem imun anak yang lebih kuat ketika berada di air.