Tanda Tanda Anak Anda Kurang Gizi

Kurangnya nutrisi pada anak bisa menjadi masalah penting karena dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan secara keseluruhan pada anak. Salah satunya yang bisa terjadi adalah timbulnya gangguan pada otak anak. Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini untuk mengantisipasi seorang anak akan mengalami gangguan atau tidak. Yuk, simak dulu beberapa diantaranya sebagai berikut!

1. Anak Menjadi Kurang Bersemangat

Timbulnya rasa kurang bersemangat seperti lemas dan tidak bertenaga perlu Anda waspadai sebagai seorang ibu. Bisa saja ini salah satu penyebab anak mengalami kekurangan nutrisi. Hal tersebut bisa menyebabkan proses belajar si anak di masa prasekolah akan terganggu dan terbatas. Hal itulah yang menyebabkan anak tidak dapat menanggapi stimulasi dari lingkungan luar dengan baik. Gangguan tersebut dapat membahayakan si anak apabila tidak segera diwaspadai sedini mungkin.

2. Menurunnya Daya Tahan Tubuh

Ketika anak mengalami penurunan daya tahan tubuh secara signifikan, sudah ada baiknya Anda mewaspadai hal tesebut. Jika daya tahannya menurun secara terus menerus, ketika anak dalam masa prasekolah bisa dengan mudah terjangkit berbagai macam jenis penyakit. Selain itu, perkembangan si anak pun menurun terutama kemampuan motoriknya dan proses belajar dari lingkungan luar menjadi terhambat.

3. Terganggunya Masa Pertumbuhan Anak

Ketika anak mengalami gangguan pada masa pertumbuhan, Anda patut mewaspadainya. Apalagi jika fungsi tubuhnya ikut terganggu, Anda wajib khawatir dengan kondisi tesebut. Si anak bisa jadi mengalami kurang darah, tidak bisa tumbuh lebih tinggi lagi sehingga proses belajar pun ikut terganggu.

Efek yang tidak bisa diperhatikan langsung, beberapa diantaranya seperti gangguan struktrur dan biokimia otak. Hal tersebut karena kurangnya nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan otak. Hasil pada sebuah penelitian pernah menyebutkan bahwa volume struktur otak akan mencapai puncak pada usia 14,5 tahun pada anak laki-laki dan 11,5 tahun pada anak perempuan. Volume otak pada anak akan mencapai total 95% ketika mereka beranjak pada usia 6 tahun. Meskipun demikian, hubungan antara volume otak dengan fungsi kognitif belum dapat dipastikan. Biasanya otak yang memiliki ukuran yang lebih besar akan memiliki kapasitas yang lebih besar juga dalam mempengaruhi perkembangan sel-sel pada saraf manusia.

Memiliki anak yang sehat memang menjadi idaman bagi setiap orangtua. Apalagi jika anak tersebut cerdas, orangtua semakin bertambah bahagia melihat pertumbuhan anaknya yang berkembang dengan sangat cepat. Namun, untuk menjadikan seorang anak benar-benar perlu usaha, tidak hanya sekedar bicara ataupun keinginan. Oleh karena itu, memberikan gizi dan nutrisi pada anak setiap hari sangat perlu dilakukan. Supaya tumbuh kembangnya dapat  berjalan dengan sangat baik.

Untuk mendapatkan anak yang benar-benar sehat dan cerdas, dalam hal ini nutrisi memiliki peran yang sangat penting. Sebagai orangtua sudah selayaknya untuk selalu memperhatikan kondisi tumbuh kembang anak yang terjadi setiap harinya. Pemberian nutrisi yang optimal sangat penting dalam mempengaruhi kondisi tumbuh kembang anak pada kesehatan maupun masa depan mereka. Nutrisi yang diberikan tidak boleh seadanya, namun harus tetap seimbang.

Apabila anak mengalami kekurangan nutrisi, hal tersebut akan menjadi masalah penting bahkan bisa menjadi besar pada kesehatan mereka. Kurangnya nutrisi pada tubuh anak, bisa membuat kondisi tumbuh kembangnya mengalami gangguan secara keseluruhan. Salah satunya seperti gangguan pada perkembangan otak secara menyeluruh.