10 Tanda Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Seorang pengamen cilik berinisial T tidak mengalami pelecehan seksual ketika menjadi pengamen atau anak jalanan, namun ia mengalami pelecehan seksual setelah menjadi artis, dan diduga orang yang melakukan adalah managernya. Jangan pernah berkata, “Anak laki-laki saya mustahil menjadi korban pelecehan seksual. Semua anak berpotensi menjadi korban, karena kita sebagai orangtuanya tak bisa mengawasinya selama 24 jam penuh.

Apa sebenarnya definisi pelecehan seksual terhadap anak laki-laki? Janie Hart-Rossi, dalam bukunya Protect Your Child from Sexual Abuse: A Parenting Guide, mendefinisikan pelecehan seksual anak sebagai “…ketika seorang anak dimanfaatkan sebagai pemuas seksual orang dewasa melalui manipulasi, eksploitasi, ancaman, atau paksaan fisik. Contoh dari manipulasi adalah, “Jika kau melepaskan pakaianmu dan bermain denganku, aku akan memberimu dua makanan penutup.”Contoh dari eksploitasi adalah ‘Ini adalah caraku menunjukkan bahwa aku sayang padamu.’ Contoh dari ancaman adalah,Jika kamu tidak membiarkanku memainkan permainan ini denganmu, aku akan …”

Pelecehan seksual melibatkan orang dewasa sebagai pelakunya, dan pelecehan seksual bisa terjadi ketika seorang anak digunakan sebagai objek pemuas seksual oleh anak lain yang berusia kurang dari 18 tahun yang menggantikan peran orang tua untuk sementara. Misalnya: pengasuh, guru mengaji, guru les, tetangga, paman, kakek, dan lain sebagainya.

Mungkin sulit bagi kita untuk menerima permainan seksual antara anak laki-laki dan anak laki-laki lainnya. Ini adalah pelecehan seksual yang bersifat abnormal. Semakin system keluarga pertama (keluarga inti), keluarga kedua (kerabat), dan keluarga ketiga (tetangga) berantakan, semakin banyak ruang yang memungkinkan terjadinya potensi pelecehan seksual.

Apakah tanda-tanda bahwa anak laki-laki Anda telah menjadi korban pelecehan seksual? Inilah sejumlah pertanyaan yang perlu Anda ajukan.

  1. Apakah ia menunjukkan minat tak lazim terhadap[ hal-hal yang berbau seksual?
  2. Apakah ia mengalami gangguan tidur dan mimpi buruk?
  3. Apakah ia secara drastis menarik diri dari teman dan keluarga?
  4. Apakah ia nilai ulangannya menurun, sering tidak masuk sekolah, atau menolak pergi ke sekolah?
  5. Apakah ia merasa depresi?
  6. Apakah ia menunjukkan gaya perilaku yang menggoda?
  7. Apakah ia pernah mengatakan bahwa ia telah ternoda?
  8. Apakah ia pernah mencoba bunuh diri?
  9. Apakah ia menutup diri secara tidak lazim?
  10. Apakah ia menunjukkan pengetahuan tidak lazim mengenai kegiatan seksual?

 

Jika seorang anak laki-laki menunjukkan dari beberapa gejala di atas, bukan berarti ia telah dilecehkan secara seksual, tetapi jika ia menunjukkan lebih dari satu gejala, kemungkinan besar ia adalah korban pelecehan seksual. Anda harus bergerak cepat untuk mencari bantuan. Kepedihan dan memori pelecehan seksual , mustahil dibayangkan bagi mereka yang belum pernah mengalaminya. Menurut John Gagnon dari State University of New York Stony Brook, dari hasil wawancara dengan lebih dari 3.000 orang dewasa baik laki-laki, maupun perempuan dewasa yang menjadi korban pelecehan seksual- memiliki pasangan seks sebanyak 10 atau lebih dalam hidupnya, dan mereka cenderung tidak bahagia.