Siapa Saja Jenis Penerbit Obligasi?

Home » Siapa Saja Jenis Penerbit Obligasi?

Siapa Saja Jenis Penerbit Obligasi?

Penerbit Obligasi

Obligasi memang dikenal sebagai salah satu instrumen investasi yang resikonya lebih rendah dibandingkan saham. Obligasi juga mampu memberikan keuntungan kepada pemiliknya berupa pendapatan tetap dari bunga yang didapat di luar pelunasan pinjaman pokok.

Meskipun banyak memiliki keunggulan, bukan berarti investor bisa seenaknya saja berinvestasi di surat utang ini. Karena obligasi tidak hanya diterbitkan oleh pemerintah tetapi juga perusahaan yang punya resiko gagal bayar. Ada jenis obligasi yang minim resiko gagal bayar dan ada jenis yang tinggi resikonya.

Siapa saja penerbit Obligasi tersebut? Artikel ini akan mencoba mengulasnya lebih lanjut.

1. Obligasi Pemerintah

ori uang Rp 100 ribu rupiah a8s787as788hj

Obligasi pemerintah adalah obligasi yang diterbitkan pemerintah suatu negara dengan denominasi mata uang negara tersebut. Dikutip dari laman wikipedia.org, obligasi pemerintah dapat dikatakan sebagai obligasi bebas resiko, karena pemerintah suatu negara dapat menaikan pajak dan mencetak uang guna melunasi obligasi mereka sebelum jatuh tempo. Namun obligasi pemerintah juga mengandung resiko jika diterbitkan oleh suatu negara yang kapabilitas kebijakan keuangannya masih kurang bagus.

2. Obligasi Perusahaan

Suatu perusahaan dapat menerbitkan obligasi sama seperti ketika mereka menerbitkan saham. Dilansir dari laman Investopedia.com, perusahaan besar punya kebebasan yang besar ketika mereka menerbitkan surat utangnya: batasannya tergantung pada kemampuan pasar. Umumnya, obligasi perusahaan jangka pendek memiliki jatuh tempo kurang dari lima tahun, jangka menengah berkisar antara lima sampai 12 tahun dan jangka panjang lebih dari 12 tahun.

Karakteristik obligasi perusahaan adalah mampu menawarkan penghasilan yang lebih tinggi karena ada resiko gagal bayar dari perushaan yang lebih besar dibanding pemerintah. Kelebihannya adalah obligasi perusahaan dapat menjadi investasi pendapatan yang paling menjanjikan oleh karena resiko yang harus ditanggung investor. Kualitas kredit perusahaan menjadi sangat penting: semakin tinggi kualitasnya, semakin rendah tingkat bunga yang diperoleh investor.

Variasi dari obligasi perusahaan adalah obligasi konversi, yang mana pemegang obligasi dapat menggantinya dengan saham, dan obligasi opsi (callable bond), yang memperbolehkan perusahaan untuk melunasi obligasi yang telah diterbitkan sebelum jatuh tempo.

3. Obligasi Konversi

Obligasi konversi dapat dilunasi dalam jumlah yang sebelumnya telah ditentukan dari modal perusahaan pada waktu tertentu selama masa berlakunya obligasi, biasanya dengan pertimbangan pemegang obligasi. Obligasi konversi terkadang disebut “CVs”.

Penerbitan saham konversi adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk meminimalisir tafsiran negatif investor atas kinerja perusahaan mereka. Misalnya, jika sebuah perusahaan yang sudah go public memilih untuk menerbitkan saham, pasar biasanya akan menafsirkan hal ini sebagai tanda jika saham perusahaan akan dihargai agak lebih tinggi dari seharusnya. Untuk menghindari kesan ini, perusahaan dapat memilih untuk menerbitkan obligasi konversi, yang pemiliknya kemungkinan akan mengonversi obligasi mereka ke modal seperti yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan.

Dari sudut pandang investor, obligasi konversi punya komponen nilai tambah yang melekat padanya: pada dasarnya obligasi konversi adalah obligasi dengan pilihan tersembunyi untuk merubahnya menjadi saham. Oleh karena itu, obligasi ini cenderung menawarkan tingkat return yang lebih rendah sebagai ganti dari nilai pilihan untuk menukar obligasi menjadi saham.

4. Obligasi Opsi (Callable Bond)

Obligasi opsi atau dikenal sebagai “obligasi yang dapat dilunasi” adalah obligasi yang dapat dilunasi oleh penerbit sebelum jatuh tempo. Biasanya premi dibayarkan ke pemegang obligasi ketika obligasi ingin ditarik.

Penyebab utama dari penarikan obligasi adalah karena penurunan tingkat suku bunga. Jika tingkat suku bunga turun dari semenjak perusahaan menerbitkan obligasi pertama kali, perusahaan kemingkinan ingin melunasi utangnya pada tingkat suku bunga yang paling rendah. Dalam kasus ini, perusahaan akan menarik obligasi mereka saat ini dan menerbitkan kembali obligasi yang baru dengan tingkat suku bunga rendah untuk menghemat uang.

5. Term Bond

Term bond adalah obligasi dari penerbit yang sama yang memiliki jatuh tempo yang sama. Term bond yang punya fitur penarikan dapat dilunasi lebih awal dibanding dengan obligasi lain yang telah diterbitkan. Fitur penarikan atau ketentuan penarikan adalah kesepakatan yang dibuat antara penerbit obligasi dengan pihak pembeli obligasi. Kesepakatan ini dinamakan “indenture”, yang isinya adalah jadwal dan harga pelunasan, serta tanggal jatuh tempo.

Beberapa obligasi pemerintah dan perusahaan adalah contoh dari term bond yang memiliki ketentuan penarikan 10 tahun. Artinya penerbit obligasi dapat melunasinya pada harga yang sebelumnya telah ditentukan dengan waktu tertentu sebelum obligasi jatuh tempo.

Term bond adalah kebalikan dari serial bond, yang memiliki jadwal jatuh tempo beragam pada interval yang rutin hingga penerbit obligasi pensiun.

6. Adjustment Bond

Obligasi ini diterbitkan oleh perusahaan selama masa restrukturisasi perusahaan, adjustment bond ditawarkan kepada para investor pemegang obligasi bernilai besar sebelum restruktrisasi perusahaan. Obligasi utang digabungkan dan dipindahkan dari obligasi bernilai besar ke adjustment bond. Proses ini adalah rekapitalisasi yang efektif bagi perusahaan dengan obligasi bernilai besar, yang dicapai dengan menyesuaikan ketentuan-ketentuan (seperti tingkat suku bunga dan lamanya jatuh tempo) untuk meningkatkan kemungkinan perusahaan agar mampu melunasi kewajibannya.

Jika perusahaan sedang diambang kebangkrutan dan butuh perlindungan dari kreditor, kemungkinan mereka tidak akan mampu membayar obligasinya. Jika masalahnya seperti ini, perusahaan akan mengalami likuidasi, dan kekayaan perusahaan akan tersebar diantara para kreditor. Namun, kreditor umumnya hanya akan menerima sebagian-sebagian dari pinjaman pokok perusahaannya saja. Kreditor dan perusahaan akan bekerja bersama-sama untuk merekapitalisasi utang obligasi, sehingga perusahaan dapat melunasi kewajibannya dan melanjutkan kerjanya, hasilnya nilai pinjaman yang diterima kreditor meningkat.

7. Obligasi Sampah (Junk Bond)

Obligasi sampah, juga dikenal sebagai “obligasi berpenghasilan tinggi” atau “obligasi spekulatif” adalah obligasi yang digolongkan sebagai “BB” atau rendah karena resiko gagal bayarnya yang tinggi. Obligasi sampah biasanya menawarkan persenan suku bunga tiga hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah yang lebih aman.

8. Angel Bond

Angel bond adalah obligasi kelas investasi yang membayar dengan tingkat bunga rendah karena perusahaan penerbitnya memiliki rating kredit yang tinggi. Angel bond adalah kebalikan dari fallen angels, yaitu obligasi-obligasi yang memiliki rating sampah (junk) oleh karena itu jauh lebih beresiko.

Obligasi kelas investasi dinilai dengan rating minimal “BBB” oleh S&P and Fitch dan “Baa” oleh Moody. Jika kemampuan perusahaan untuk membayar pokok obligasi berkurang, rating obligasi juga dapat jatuh dari kelas investasi yang minimum ke fallen angel.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis obligasi berdasarkan penerbitnya. Meskipun obligasi memiliki resiko yang minim, investor jangan sampai lengah dengan kelemahan-kelemahan yang dimiliki obligasi. Jangan sampai investor terburu-buru membeli obligasi dari perusahaan dengan rating kredit yang tinggi hingga obligasi mereka tergolong angel atau fallen angel. Jika obligasi yang dibeli adalah jenis yang demikian, kemungkinan gagal bayarnya akan sangat besar.

Baca Juga:

2018-11-02T17:27:30+00:00