Risiko dan Perbedaan Investasi Saham vs Obligasi

Home » Risiko dan Perbedaan Investasi Saham vs Obligasi

Risiko dan Perbedaan Investasi Saham vs Obligasi

Setiap orang yang ingin berinvestasi perlu mengenal instrumen atau alat investasi yang nantinya akan mereka gunakan. Saham dan obligasi adalah contoh dari instrumen investasi yang sering digunakan. Bagi orang yang sudah lama berkecimpung di bidang investasi, membedakan saham dan obligasi tentu bukanlah hal yang sulit. Tetapi bagi para investor pemula, membedakan mereka bisa jadi cukup membingungkan. Meskipun keduanya termasuk ke dalam surat-surat berharga, saham dan obligasi tetap memiliki perbedaan.

Saham dan Obligasi, Apa Bedanya?

Saham dan obligasi sama-sama diterbitkan oleh perusahaan untuk menambah dana dan mengembangkan usaha mereka. Namun bedanya, ketika perusahaan menerbitkan saham, maka perusahaan tersebut telah menjual bagian-bagian dari dirinya supaya dapat menambah modal. Lain halnya dengan obligasi. Ketika perusahaan menerbitkannya, maka mereka sedang menerbitkan surat utang yang disertai dengan perjanjian pembayaran bunga ketika jatuh tempo tiba.

Dikutip dari laman thebalance.com, berikut adalah cara kerja saham: “Misalnya sebuah perusahaan telah melalui tahap permulaan (start-up) dan berharap bisa mengembangkan usahanya lebih jauh lagi. Pendapatan dari operasional perusahaan tidak mendukung perusahaan untuk mengembangkan usahanya. Akhirnya, perusahaan memutuskan untuk terlibat dalam pasar modal agar dapat menambah sumber pendanaan. Mereka membagi-bagi perusahaan dalam bentuk saham dan menjual bagian-bagian tersebut ke pasar modal yang prosesnya dinamakan initial public offering. Orang yang membeli saham tersebut sama saja telah membeli sebagian perusahaan. Meskipun saham yang dibeli sedikit, ia tetap menjadi salah satu pemilik perusahaan”.

Berbeda dengan saham, obligasi merupakan perwakilan utang. Pemerintah, korporasi atau entitas bisnis lain yang membutuhkan tambahan dana meminjam uang ke publik di pasar modal dan setelahnya membayar pinjaman tersebut beserta bunganya pada investor. Setiap obligasi memiliki nilai dan kuponnya (tingkat suku bunga) sendiri. Mengutip dari thebalance.com, contohnya jika investor membeli obligasi seharga $1000 dengan kupon 4%, maka investor akan mendapatkan $20 dua kali selama satu tahun hingga jatuh tempo pembayaran.

Perbedaan Saham dan Obligasi Bagi Investor

Jika seseorang membeli saham perusahaan, maka ia akan memiliki sebagian dari perusahaan tersebut. Artinya si pemegang saham juga akan merasakan keuntungan ataupun kerugian yang dibuat perusahaan. Para pemegang saham akan mendapatkan keuntungan jika performa perusahaan berjalan baik hingga menciptakan laba yang besar. Sebaliknya, pemegang saham akan mengalami kerugian jika perusahaan menunjukkan performa yang buruk hingga dapat menurunkan nilai saham mereka. Skenario terburuknya adalah bankrutnya perusahaan dan saham yang dibeli jadi tidak bernilai lagi.

Bagi investor yang mengutamakan pendapatan, obligasi dapat dijadikan pilihan investasi yang tepat. Jika terjadi likuidasi bisnis, perusahaan biasanya akan memprioritaskan pelunasan utangnya pada pemilik obligasi. Sedangkan para pemegang saham akan mendapatkan hasil setelah prioritas perusahaan terpenuhi.

Mana yang Lebih Beresiko?

bingung investasi saham vs obligasi dilut o89w879e8w i8787jh

Seperti halnya sebagian besar pinjaman, jumlah pinjaman utama obligasi diharapkan dapat dibayar sesuai dengan jatuh temponya dan bersamaan dengan itu dapat dibayarkan pula bunganya enam bulan sekali. Jumlah bunga yang dibayarkan tergantung pada kualitas kredit perusahaan yang bersangkutan. Semakin tinggi kualitas kreditnya, maka semakin besar kemungkinan pemilik obligasi menerima pelunasan dan bunganya juga akan semakin tinggi. Inilah yang menyebabkan risiko obligasi lebih kecil dibanding dengan saham.

Para pemegang saham sama saja dengan pemilik sebagian perusahaan. Mereka akan ikut terlibat jika perusahaan gagal ataupun berhasil. Harga saham yang mereka pegang juga akan mengalami fluktuasi sesuai dengan performa perusahaan. Jika performa perusahaan buruk, harga saham bisa melonjak turun bahkan hingga di bawah harga obligasi. Inilah yang menyebabkan saham memiliki risiko yang lebih besar jika dibandingkan dengan obligasi.

Untuk lebih memahami perbedaan antara saham dan obligasi, berikut adalah tabel perbandingan dua surat berharga tersebut yang dikutip dari differencebetween.info.

Saham Obligasi
Jenis instrument Equity Debt
Definisi Saham adalah instrumen ekuitas yang menawarkan investor pada keikutsertaan modal perusahaan. Obligasi adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan kepada investor demi menambah modal usaha mereka.
Pihak yang menerbitkan Perusahaan atau perusahaan joint-stock. Pemerintah, perusahaan, institusi kredit, institusi supranasional, sektor publik yang berwenang.
Pemilik Pemegang saham (stockholder). Pemegang obligasi (bondholder).
Status pemilik Pemegang saham adalah salah satu pemilik perusahaan. Pemegang obligasi adalah pemberi pinjaman pada perusahaan.
Sistem terpusat Pasar saham memiliki sistem pertukaran atau perdagangan yang terpusat. Pasar obligasi tidak memiliki sistem pertukaran atau perdagangan yang terpusat.
Imbalan Dividen. Bunga.
Risiko Besar. Relatif kecil.
Apakah uang yang diinvestasikan dijamin pengembaliannya?
Tidak. Ya.
Keuntungan lainnya
Pemegang saham memiliki hak voting. Pemegang obligasi tidak punya hak voting, namun pelunasan utangnya selalu menjadi prioritas.
Macam atau jenisnya
Ada empat jenis saham yang berbeda-beda. Diperkirakan ada 24 jenis obligasi yang beredar sekarang.
Produk turunan (derivatives)
Credit derivative, Swaps, Hybrid security, Forwards, Options, Futures. Bond option, Collateralized debt obligation, Credit derivative, Credit default swap, Collateralized mortgage obligation.
Pihak yang berpartisipasi
Market maker, Floor trader, Broker.
Investor, spekulator, institusi investasi.

Jadi, Seharusnya Saya Investasi Saham Atau Obligasi?

Setelah membaca penjelasan mengenai perbedaan saham dan obligasi, Anda mungkin bertanya-tanya mana instrumen investasi yang lebih baik, saham atau obligasi? Jawabannya tentu tergantung dari kebutuhan Anda saat ini. Jika Anda membutuhkan investasi yang memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat, saham mungkin dapat menjadi pilihan. Tetapi perhatikan juga resiko yang akan timbul dari berinvestasi saham. Keuntungan yang besar akan diikuti dengan resiko yang besar pula.

Jika Anda ingin memperoleh pendapatan tetap dengan bunga yang stabil dalam jangka waktu panjang, maka investasi obligasi sangat cocok untuk Anda. Meskipun jumlah bunga obligasi jarang ada yang sampai mengungguli dividen saham, namun obligasi tetap memberikan jaminan pada pemiliknya sehingga lebih minim resiko dan relatif aman.

Dikutip dari laman learnbond.com, memilih investasi saham vs obligasi juga tidak bisa dilepaskan dari beberapa faktor seperti tingkat toleransi investor terhadap risiko dan umurnya. Umumnya ketika orang sudah berusia tua, mereka akan lebih bergantung pada tabungan mereka untuk menyokong hidup. Akhirnya investasi yang minim resiko menjadi pilihan terbaik saat itu. Obligasi adalah contohnya. Meskipun bunga yang dibayarkan tidak sebanyak dividen saham, namun minimnya resiko yang ditawarkan obligasi menjadikannya pilihan yang tepat untuk berinvestasi di hari tua.

By | 2018-08-02T08:19:08+00:00 August 2nd, 2018|Bisnis|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment