Rasa Ingin Tahu Adalah Cara Belajar Anak

Anak-anak kecil dan orang-orang jenius mempunyai persamaan yang penting yaitu, rasa ingin tahu. Biarkan rasa ingin tahu itu berkembang pada masa kanak-kanak, sebab mungkin mereka akan menemukan sesuatu yang ditemukan oleh orang jenius.

Edward G. Bulwer – Lytton

Semua anak ingin mendapatkan informasi tentang segala sesuatu yang ada di sekitar mereka, dan dalam keadaan yang sebenarnya, matematika adalah salah satu di antaranya. Inilah pokok-pokok terpenting mengenai keinginan belajar seorang anak kecil dan kemampuannya yang luar biasa untuk belajar.

Proses belajar dimulai sejak bayi lahir, atau mungkin lebih dini. Semua bayi mempunyai keinginan yang besar untuk belajar. Anak-anak kecil lebih suka belajar daripada makan. Anak-anak kecil lebih suka belajar daripada bermain. Anak-anak kecil tahu bahwa mereka harus tumbuh menjadi besar. Anak-anak kecil ingin cepat menjadi dewasa. Semua anak tahu bahwa belajar adalah suatu kemampuan untuk bertahan hidup. Mereka memang benar tentang hal itu. Percayalah. Anak-anak kecil ingin belajar mengenai segala hal secepat mungkin.

Matematika adalah salah satu di antara hal-hal yang perlu dipelajari. Dalam sejarah perkembangan manusia, belum pernah ada seorang ilmuwan yang memiliki rasa ingin tahu sedemikian besarnya seperti yang dimiliki anak-anak antara usia empat bulan sampai empat tahun. Kita orang dewasa telah keliru menilai bahwa rasa ingin tahu yang begitu besarnya tentang segala hal ini sebagai ketidakmampuan untuk berkonsentrasi.

Untuk satu hal orang sering menggunakan dua kata yang sangat berbeda, seolah-olah artinya sama. Kata-kata itu adalah belajar dan mendidik. Belajar artinya proses yang berlangsung pada diri seseorang dalam mendapatkan ilmu, sedangkan mendidik lebih sering diartikan sebagai proses belajar dengan bimbingan seorang guru. Kedua proses tersebut sering dianggap sama.

Seorang anak berusia enam tahun, telah mempelajari fakta-fakta dasar tentang dirinya dan keluarganya. Dia telah belajar tentang tetangga-tetangganya dan hubungannya dengan mereka, tentang dunia kecilnya dan fakta-fakta lain yang tak terhitung banyaknya. Hal yang paling utama adalah dia telah mempelajari paling sedikit satu bahasa secara menyeluruh, dan kadang-kadang malah lebih dari satu (kemungkinan dia akan mampu mempelajari bahasa lain setelah berusia 6 tahun). Itu semua terjadi sebelum ia bersekolah.

Proses belajar bertahun-tahun ini berlangsung dengan sangat cepat, kecuali bila Anda sebagai orang tua menghalanginya. Jika kita menghargai dan memberi dorongan kepadanya, proses ini akan berlangsung dengan kecepatan yang benar-benar tidak dapat dipercaya.

Seorang anak kecil memiliki keinginan yang amat besar dalam dirinya untuk belajar. Kita dapat meleyapkan seluruh keinginan ini darinya hanya dengan mengucilkannya. Kadang-kadang kita membaca tentang seorang anak berusia 13 tahun yang dirantai orangtuanya di tiang tempat tidurnya, hanya karena ia dianggap idiot. Anak itu menjadi idiot justru karena ia dirantai ditiang tempat tidurnya oleh orang tua yang sakit jiwa. Ia dikucilkan dan sama sekali tidak mendapat kesempatan untuk belajar.

Kita dapat menurunkan keinginan belajar seorang anak dengan membatasi pengalaman-pengalaman yang seharusnya ia dapatkan. Sayangnya kita secara terang-terangan selalu meremehkan kemampuan anak untuk belajar. Kita dapat meningkatkan kemampuan belajarnya dengan meniadakan hambatan-hambatan yang membatasi dirinya.

Kita dapat melipatgandakan pengetahuan yang diserapnya dengan menghargai kemampuannya yang luar biasa untuk belajar, dan memberinya kesempatan yang tak terbatas sambil terus menerus memberi dorongan kepadanya untuk belajar.