Prinsip dan Produk Investasi Syariah yang Perlu Anda Ketahui

Home » Prinsip dan Produk Investasi Syariah yang Perlu Anda Ketahui

Investasi syariah di Indonesia bukanlah suatu hal yang baru lagi. Saat ini, banyak bank yang menggunakan kata syariah di bagian belakang namanya seperti Mandiri Syariah, BNI Syariah, BCA Syariah, BRI Syariah dan yang lainnya. Tentunya, bank-bank ini ingin memberikan kepastian kepada para nasabahnya bahwa apa yang mereka tawarkan sesuai dengan prinsip-prinsip dalam agama Islam. Lalu bagaimana dengan investasi? Investasi tidak selalu dapat dilakukan melalui bank. Apakah ada produk investasi yang mengikuti prinsip-prinsip syariah? Apa saja prinsip-prinsip syariah yang dimaksud? Artikel ini akan mencoba mengulasnya lebih lanjut.

Prinsip Investasi Syariah

Seluruh kegiatan keuangan contohnya investasi, baru dapat dikatakan sesuai dengan syariah jika mengikuti prinsip-prinsip syariah. Dalam Islam, prinsip-prinsip yang dimaksud adalah tidak boleh mengandung riba, gharar dan maisir. Berikut adalah penjelasannya yang dikutip dari finansialku.com.

1. Riba

Riba secara etimologi dapat diartikan sebagai az-ziyadah atau dengan kata lain tambahan. Yang dimaksud dengan tambahan di sini adalah kelebihan tanpa ada ganti imbalan yang disyaratkan salah seorang dari dua orang yang berakad (bertransaksi). Riba yang diharamkan oleh para ulama adalah riba jahiliyah atau riba berupa adanya tambahan ketika proses pinjam meminjam terjadi dalam periode tertentu.

Sebenarnya ada dua teori mengenai riba yaitu:

  • Kelompok pertama mengharamkan riba secara keseluruhan baik riba nasi’ah maupun riba fadhl.
  • Kelompok kedua mengharamkan riba ad’afan mudha’afan tetapi tidak mengharamkan tambahan yang kecil. Dengan kata lain, hanya riba yang berlipat gandalah yang dilarang oleh Allah Swt.

2. Gharar

Kita telah mengetahui sebelumnya bahwa prinsip keuangan syariah menjunjung tinggi keadilan. Artinya menempatkan segala sesuatu pada tempat yang seharusnya atau memberikan semua hak yang memang menjadi milik seseorang. Salah satu penerapannya adalah praktek muamalah yang melarang adanya unsur gharar.

Gharar bisa disebut juga sebagai kindha’ atau penipuan. Arti menurut terminologinya ialah penipuan dengan tidak mengetahui sesuatu yang diakadkan di dalamnya. Diperkirakan di dalamnya tidak ada unsur kerelaan. Menurut ajaran Islam, gharar dapat menghancurkan atau merusak akad. Pelarangan gharar memiliki peran yang signifikan dalam menjaga keadilan.

3. Maisir

Prinsip investasi syariah yang selanjutnya adalah maisir atau secara harfiah memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras, atau mendapatkan keuntungan tanpa bekerja, mirip dengan judi.

Dalam terminologi agama, judi diartikan sebagai suatu transaksi yang dilakukan oleh dua pihak untuk kepemilikan suatu benda atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya. Caranya dengan mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu tindakan atau kejadian lain.

Segala bentuk bisnis yang mendatangkan uang secara untung-untungan, spekulasi dan ramalan atau terkaan dalam keuangan syariah tidaklah diperbolehkan. Dengan demikian, bank syariah selalu menerapkan harga yang jelas dan transparan sehingga tidak ada unsur spekulasi. Hal ini juga bertujuan untuk membantu meminimalkan penipuan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Produk Investasi Syariah

investasi syariah dilut987n987er njk

Anda telah mengetahui bahwa dalam berinvestasi syariah, paling tidak ada tiga hal yang perlu dihindari yaitu riba, gharar dan maisir. Lalu produk investasi apa saja yang tidak mengandung tiga hal tersebut? Berikut adalah penjelasannya.

1. Deposito Syariah

Serupa dengan deposito bank konvensional, deposito syariah pada dasarnya adalah sejumlah uang yang dititipkan pada bank dengan jangka waktu tertentu yang sebelumnya telah ditentukan oleh nasabah dan bank. Perbedaan deposito syariah dan deposito bank konvensional adalah tidak adanya system bunga. Pada deposito syariah, yang ada hanya sistem bagi hasil.

Seperti halnya deposito pada umumnya, bagi hasil yang diperoleh nasabah akan lebih besar jika dibanding dengan tabungan syariah. Bagi hasil yang umum digunakan adalah 50:50.

2. Pasar Modal Syariah

Dalam keuangan syariah, ada pasar modal syariah yang memperbolehkan jual beli saham. Jual beli saham ini sendiri diperbolehkan dalam ajaran Islam. Namun pembelian saham harus disesuaikan juga dengan hukum Islam yang berlaku. Misalnya nasabah tidak boleh membeli saham perusahaan minuman keras atau perusahaan lainnya yang melanggar aturan dalam agama Islam.

3. Obligasi Syariah

Obligasi atau surat utang juga memiliki versi syariahnya. Apa bedanya dengan obligasi biasa? Sama dengan saham syariah, dalam obligasi syariah, Anda tidak boleh membeli obligasi perusahaan yang bergerak di bidang yang melanggar hukum Islam seperti minuman keras dan yang lainnya. Selain itu, dikutip dari sc.com, obligasi syariah atau SUKUK perlu mematuhi prinsip-prinsip berikut:

  • Didasari proyek atau aset yang nyata.
  • Memiliki tujuan peningkatan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
  • Memberikan imbal hasil rutin dalam bentuk kupon.
  • Ditawarkan dalam mata uang Rupiah dan mata uang Asing lainnya.
  • Perlindungan nilai pokok investasi pada akhir masa jatuh tempo (khusus SUKUK TABUNGAN).
  • Dijamin oleh Pemerintah melalui Kementrian Keuangan Republik Indonesia( Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Berpartisipasi dalam kegiatan investasi berkelanjutan yang membantu kegiatan pelestarian lingkungan hidup di kawasan Indonesia.

4. Reksa Dana Syariah

Reksa dana syariah perlu diterbitkan dan dikelola oleh manajer investasi rekanan Standard Chartered Bank dengan reputasi teruji dan pengalaman di bidang produk reksa dana dan pasar modal. Prinsipnya sama dengan bank konvensional, manajer keuangan akan mengelola dana Anda sehingga bisa memberikan tingkat pengembalian tertentu. Bedanya, reksa dana syariah seluruhnya diawasi ketat oleh Dewan Pengawas Syariah MUI.

Demikianlah penjelasan mengenai prinsip-prinsip investasi syariah. Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi namun masih ragu dengan derajat kehalalannya, ingatlah tiga hal ini riba, gharar dan maisir. Jika media investasi yang Anda gunakan tidak mengandung tiga hal tersebut, dapat dipastikan jika investasi Anda sesuai dengan prinsip syariah. Untuk dapat lebih memastikannya, pilihlah media investasi dengan nama syariah di belakangnya seperti saham syariah, obligasi syariah atau SUKUK, reksa dana syariah, deposito syariah dan yang lainnya.

By | 2018-11-22T20:10:17+00:00 November 12th, 2018|Categories: Bisnis|Tags: , , , , , |0 Comments

About the Author:

Leave A Comment