Pesona Alam di Kawah Putih Ciwidey

Kawah Putih Ciwidey memang sudah begitu dikenal oleh masyarakat secara luas. Bagaimana tidak? Tempat ini menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa. Semua pengunjung yang datang ke tempat ini pasti akan terpesona dengan keindahannya.

Pesona alam di Kawah Putih Ciwidey yang indah bisa membuat siapapun terperangah. Objek wisata ini telah menjadi tujuan wisata para pengunjung yang datang dari area sekitar Bandung bahkan ibukota Jakarta. Jika dari pusat kota Bandung, letaknya kurang lebih sekitar 50 KM.

Dingin dan Sejuk

Kawah Putih Ciwidey memiliki suhu udara yang sejuk dan menyegarkan. Sehari-hari, kawah ini memiliki suhu harian yang bisa mencapai 8 derajat celcius. Wow, luar biasa! Oleh karena itu, Anda tidak boleh lupa untuk selalu membawa jaket ataupun sweater yang berukuran tebal jika berkunjung ke tempat wisata Kawah Putih Ciwidey ini. Udara di Kawah Putih Ciwidey cukup dingin dan sejuk, karena disebabkan lokasinya yang berada di kawasan pegunungan. Tempat ini juga berada di atas ketinggian 2.400 meter dpl.

Asal Usul Kawah

Ternyata di balik keindahannya, Kawah Putih Ciwidey menyimpan cerita tersendiri. Kisah ini diketahui pada awal abad ke-10. Dahulu kala, pernah terjadi letusan Gunung Patuha yang luar biasa hebat. Setelah letusan ini, terjadilah peristiwa aneh. Banyak segerombolan buruh yang terbang melewati Kawah Putih ini selalu mati. Dari situlah penduduk setempat percaya bahwa kawasan tersebut tergolong angker.

Waktu berjalan, akhirnya keangkeran itu pun hilang setelah datangnya seorang ahli botani dari Jerman yaitu Dr. Franz Wilhelm Junghuhn. Ahli botani tersebut pun melakukan penelitian di kawasan Ciwidey dan juga tidak di area puncak Gunung Patuha. Ia pun mendapati keberadaan kawah putih yang indah. Dari danau tersebut tercium aroma belerang yang menyengat. Nah, mulai saat itulah Kawah Putih Ciwidey mulai terkenal luas.

Kawah Putih Ciwidey ini terbentuk karena hasil letusan Gunung Patuha. Akibat tanahnya yang berwarna putih, dinamakan sebagai Kawah Putih. Warna putihnya ini berasal dari campuran belerang. Air danaunya juga menimbulkan warna putih kehijauan dan kerap kali berubah sesuai dengan tinggi rendahnya suhu, faktor cuaca dan kadar belerang yang terkandung di dalamnya.

Pada tahun 1987, Kawah Putih Ciwidey pun mulai dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata alam di Bandung. Satu per satu fasilitas yang ada semakin dilengkapi. Mulai dari area yang nyaman, kemudahan akses transportasi, area parkir yang luas, pusat informasi, restoran, warung makan, mushola hingga toilet.

Tiket Masuk dan Jam Buka

Kawah Putih Ciwidey buka setiap hari mulai pukul 7 pagi hingga 5 sore. Untuk tiket masuknya akan dikenakan biaya Rp. 15.000 per orang. Namun, jika Anda membawa kendaraan, Anda akan dikenakan biaya parkir sesuai dengan jenis kendaraan.

Untuk area parkir di Kawah Putih Ciwidey terdiri dari 2 yaitu parkir atas dan parkir bawah. Parkir atas sengaja disediakan oleh siapapun yang membawa kendaraan hingga ke kawah. Parkir atas hanya diperuntukkan kendaraan pribadi saja. Sedangkan parkir atas diperbolehkan beragam jenis kendaraan apapun. Untuk menuju area objek wisata, Anda bisa menggunakan transportasi seperti ontang-anting. Untuk ongkos naiknya hanya sebesar Rp. 13.000 saja.