Perjalanan Melihat Keindahan Gunung Anak Krakatau

Gunung Krakatau terkenal ke seluruh dunia karena letusannya lebih dari seabad lalu. Dentumannya terdengar hingga Perth, Australia, 3.110 km dari Krakatau, dua jam setelah meletus, debunya sanggup menghalangi cahaya matahari hingga berbulan-bulan, dan membuat suhu bumi anjlok.

Tahun 1927, Gunung Anak Krakatau, muncul di bekas letusan dahsyat tahun 1883, dan tahun 2012 yang lalu gunung ini pun sempat memuntahkan lava pijarnya.

Gunung Anak Krakatau menjadi obyek wisata yang menarik turis, baik turis dalam maupun turis luar negeri. Untuk menuju wisata ke gunung ini, Anda dapat memulai perjalanan dari Pantai Canti, Lampung Selatan atau Pantai Carita Banten. Mari kita mulai dari Pantai Canti, Banten. Ada banyak alasan untuk memilih Lampung sebagai rute perjalanan wisata kali ini.

Gunung Krakatau dan Gunung Anak Krakatau merupakan objek wisata yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan. Tahun ini, Festival Krakatau yang biasanya digelar di Bandar Lampung di pusatkan di Lampung Selatan, pada tanggal 20 -21 Oktober. Selain itu di sekitar Pantai Canti, banyak wisata Lampung Selatan lainnya yang bisa Anda kunjungi, seperti Pantai Guci Batu Kapal, Pantai Wartawan, Pantai Banding, Pantai Laguna, atau Pemandian Air Belerang.

Untuk menuju Pantai Canti, dari Pelabuhan Bakauheni Anda bisa naik angkutan umum Bakauheni – Bandar Lampung, turun di Kalianda. Ongkosnya 25 ribu. Dari Kalianda ke Dermaga Canti bisa naik ojek motor dengan ongkos 25 ribu. Dari Dermaga Canti, rute menuju Krakatau akan melewati Pulau Sebesi, Pulau terrdekat dari Gunung Krakatau. Untuk sampai di Pulau Sebesi, Anda dapat menggunakan kapal motor sebagai alat transportasi warga dari Dermaga Canti ke Pulau Sebesi. Ongkosnya hanya 20 ribu, dan beroperasi dari pukul 12.00 – 14.00 WIB. Kapal ini berkapasitas mengangkut 40 orang dan bisa disewa untuk perjalanan berkeliling di Kepulauan Krakatau dengan ongkos sekitar 3 juta.

Di sekitar Pulau Sebesi, ada beberapa pulau seperti, Pulau Sebuku dan Pulau Umang-umang, yang menyimpan keindahan unik di bawah laut. Para wisatawan dapat melakukan snorkeling atau diving di sekitar tiga pulau tersebut. Jangan khawatir, soal penginapan, di Pulau Sebesi terdapat penginapan yang dikelola Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Selain sebagai tempat wisata, Pulau Sebesi pun merupakan tempat transit bagi mereka yang ingin ke Krakatau. Pasokan makanan dan air minum dapat dibeli di sini untuk bekal selama berwisata di Krakatau, karena Anda tidak akan menemukan sumber mata air tawar di gunung tersebut.

Usai menempuh perjalanan laut selama 3,5 jam dari Dermaga Canti, atau sekitar 1,5 jam dari Pulau Sebesi , pengunjung akan tiba di Gunung Anak Krakatau. Gunung ini dikelilingi oleh Sang Ibu Gunung Krakatau atau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung. Tentu saja yang paling menyenangkan adalah melakukan pendakian di Gunung Anak Krakatau, itu adalah kegiatan yang mudah. Hanya dibutuhkan waktu 30 menit untuk mendaki Gunung Anak Krakatau.

Di seberang Sang Ibu, Anak Gunung Krakatau tegak seperti tugu yang mengingatkan kembali kehebatan letusan dahsyat Sang Ibu di masa lalu. Sejarahnya yang dasyat memang selalu menjadi alasan para wisatawan untuk mengunjungi gunung ini.