Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Tukang Perintah

Anak-anak yang selalu dibela ayah atau ibunya meskipun jelas-jelas ia melakukan kesalahan, cenderung akan selalu merasa benar dan selalu ingin menang sendiri, dan anak ini akan menjadi anak yang tukang perintah.

Beberapa anak senang memerintah atau menyuruh teman-temannya, mendikte tentang permainan apa yang harus dilakukan pada jam istirahat, atau memberikan instruksi yang harus dituruti orang tua, teman atau adik kandungnya. Namun seorang anak yang tukang perintah tidak akan disukai oleh teman-temannya. Pada akhirnya semua anak akan menolak menjadi temannya. Jadi cobalah untuk mengikis sifat tukang perintah, jika anak Anda melakukan hal tersebut.

 

Berikut ini adalah alasan mengapa seorang anak menjadi tukang perintah, yaitu:

  1. Meniru kebiasaan ayah atau ibu di rumah.
  2. Efek buruk sinetron di televisi.
  3. Merasa hebat dan memegang kendali saat sedang memerintah orang lain.
  4. Mendapatkan kepuasan ketika ia mengontrol orang lain.
  5. Merasa semua hal harus dilakukan dengan caranya sendiri.
  6. Merasa yakin bahwa ia selalu memiliki solusi terbaik.
  7. Tidak percaya terhadap instruksi orang lain.

 

Kerugian anak tukang perintah adalah sebagai berikut:

  1. Ia tidak bisa mengakui kelebihan orang lain.
  2. Ia tidak mampu dikritik dan menerima pendapat dari orang lain.
  3. Kemungkinan akan dikucilkan dan tidak memiliki teman.
  4. Membuat orang lain kesal, karena ia meragukan dirinya sendiri.
  5. Menjadi teman dari orang yang suka memerintah adalah sesuatu yang menyebalkan.
  6. Ia tidak pernah belajar dari kesalahannya karena ia selalu yakin bahwa dirinya selalu benar.
  7. Ia selalu menyuarakan pendapatnya walaupun tidak diminta.

Contoh Kasus:

Sang kakak yang berusia 7 tahun diperintah sang adik yang berusia 5 tahun. Bagaimana solusinya? Sang kakak jelas sayang kepada adik kecilnya, dan mungkin menganggap sikap tukang perintah adiknya sebagai sesuatu yang lucu. Ia tidak mau membuat adiknya kesal, jadi ia membiarkan dirinya diperintah sang adik. Namun dalam jangka panjang, sebaiknya ia membimbing adiknya untuk mengurangi sikat tukang perintah itu. Jelaskan pada si kakak sejumlah akibat yang bisa muncul karena kebiasaan buruk tersebut, khususnya terhadap hubungan pertemanan antara adik dengan teman-teman lainnya.

 

Efek buruk kebiasaan tukang perintah lainnya adalah:

  1. Buatlah agar dia memahami dampak tingkah lakunya kepada orang lain. Sarankan agar ia mendengarkan perkataan orang lain sebelum bertindak.
  2. Katakan padanya untuk memberikan orang lain kesempatan mengungkapkan pendapat dan bukan menyerang mereka.
  3. Mintalah ia untuk membayangkan bagaimana rasanya memiliki teman yang suka memerintah.
  4. Lakukan sebuah permainan dengannya yang membuat dia harus mengikuti perintah Anda.
  5. Jelaskan dampak langsung dari peristiwa ini.

 

3 Prinsip Praktis Mengatasi si Tukang Perintah:

Sebisa mungkin abaikan dia

Jangan biarkan rongrongan anak Anda mengganggu pikiran Anda. Abaikan saja, tentu ini tidak mudah, namun cobalah untuk melakukannya, demi kebaikan anak Anda.

Berpikir ke depan

Ingatkan diri Anda sendiri bahwa semakin sering bahwa semakin sering Anda membiarkannya memerintah Anda, semakin kuat kebiasaan buruk ini mengakar. Pikirkan efek jangka panjangnya. Kebiasaan buruk yang terbentuk sejak kecil pada akhirnya tidak mudah untuk dihilangkan.

Sesekali berkompromi

Tidak ada salahnya sesekali berkompromi dengan anak Anda, misalnya :izinkan ia tidur lebih larut di malam Minggu, tapi jelaskan alasan Anda mengapa Anda mau berkompromi dengannya,”Nak, kamu boleh tidur lebih larut malam ini karena besok kamu tidak sekolah, kalau hari Senin sampai Jumat ini tidak berlaku ya Nak.”