Pengertian Pasangan Usia Subur (Pus) dan Rentang Usianya

Pasangan Usia Subur

Apa Itu Pasangan Usia Subur?

Pasangan Usia Subur atau yang biasa disingkat sebagai PUS adalah istilah pasangan suami-istri yang saat ini hidup bersama, baik yang bertempat tinggal resmi maupun tidak, dan rentang usia istrinya adalah 20-45 tahun.

Usia Pasangan Usia Subur memang berada di rentang 20-45 tahun. Pada usia ini pasangan tersebut (baik laki-laki atau perempuan) sudah cukup matang dalam segala hal, termasuk organ reproduksinya yang sudah berfungsi dengan baik. Hal ini tentunya dibedakan dengan perempuan usia subur yang berstatus janda ataupun cerai.

Dalam menjalani kehidupan berumah tangga, Pasangan Usia Subur ini dapat memperoleh keturunan, dikarenakan keadaan kedua pasangan tersebut normal. Permasalahan yang sering dialami oleh Pasangan Usia Subur antara lain: pengaturan tingkat kelahiran, perawatan kehamilan dan persalinan aman.

 

Pasangan Usia Subur dan Program Keluarga Berencana (KB)

Keluarga Berencana atau yang biasa disingkat KB adalah salah satu program pemerintah yang diselenggarakan untuk membatasi kelahiran guna mengurangi pertumbuhan penduduk dan menurunkan laju penduduk.

Program keluarga berencana ini sering diterapkan pada PUS untuk mengontrol laju kelahiran anak sehingga lebih terkontrol. Program Keluarga Berencana juga merupakan salah satu upaya untuk mengatur  kelahiran anak,  jarak, dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan  hak  reproduksi  untuk  mewujudkan  keluarga  yang  berkualitas.

 

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Ber-KB pada Pasangan Usia Subur (PUS)

 

A. Faktor Predisposisi

  1. Umur
  2. Pengetahuan
  3. Riwayat Penyakit Tertentu dan,
  4. Jumlah Anak Hidup

B. Faktor Pra Mungkin

  1. Akses terhadap pelayanan alat kontrasepsi
  2. Pendapatan Keluarga dan,
  3. Biaya

C. Faktor Pendorong

  1. Dukungan dari pasangan
  2. Informasi dari Tenaga Kesehatan

 

Persepsi PUS Terhadap Perilaku Penggunaan KB

Berdasarkan Teori  Health  Belief  Model, ada 4 komponen utama yang mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap penggunaan KB:

 

1. Perceived  Susceptibility 

Merupakan persepsi individu terhadap keyakinan bahwa menggunakan  KB merupakan cara  yang baik untuk  menunda  kehamilan  dan  meningkatkan  kualitas  hidup.  Jika tidak menggunakan KB, maka potensi terjadinya gangguan kesehatan akan lebih rentan.

 

2. Perceived  Severity

Merupakan persepsi individu terhadap efek samping penggunaan KB. Efek samping ini bisa diartikan sebagai bahaya penggunaan KB sehingga Pasangan Usia Subur merasa tidak cocok menggunakan KB.

 

3. Perceived  Benefits

Merupakan persepsi individu terhadap keuntungan yang didapatkan dengan melakukan program KB.

 

4. Perceived Barriers

Persepsi individu terhadap hambatan  yang  akan dialami jika menggunakan KB. Hambatan dalam menggunakan KB dapat berupa akses untuk mencapai pelayanan KB dan dukungan dari pasangan.

 

Manfaat Mengikuti KB (Keluarga Berencana) pada Pasangan Usia Subur

Seperti yang diketahui sebelumnya, pada usia subur ini pasangan akan sangat mudah memiliki anak. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian angka kelahiran dengan program ini. Manfaat mengikuti KB antara lain :

  1. Dapat membentuk keluarga kecil sejahtera, sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga tersebut.
  2. Menjaga kesehatan Ibu & bayi serta mendorong kecukupan ASI dan pola asuh yang baik bagi anak.
  3. Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.
  4. Mencanangkan keluarga kecil dengan cukup 2 anak.
  5. Mencanangkan keluarga kecil dengan cukup 2 anak serta,
  6. Membentuk keluarga yang berkualitas.