Pendakian Terjal Gunung Rinjani

Panorama Gunung Rinjani melalui Torean lebih beragam, sepanjang jalur ini. Pendaki melewati hutan lebat, tebing, lembah, sungai berkelok, air terjun, serta sejumlah titik sumber air panas alami yang sebagian mengalir ke dalam gua, lebih indah dibandingkan dua rute yang umum ditempuh para pendaki, yaitu lewat Senaru dan Sembalun.

Jalur pendakian Torean belum sepopuler Senaru dan Sembalun, dua rute yang selama ini ditempuh pendaki menuju Puncak Rinjani. Masyarakat local menggunakan jalur ini sebagai pintu masuk ke Taman Nasional Gunung Rinjani. Biasanya menempuh jalur Torean untuk pengobatan dengan berendam di sumber air panas alami yang terdapat di sejumlah titik sepanjang area ini.

Di Dusun Torean tak ada penginapan sekelas losmen, apalagi hotel. Para pendaki bisa menginap di rumah Amak Herni tertua adat setempat sekaligus porter dan pemandu senior. Di rumah itu terdapat tiga beruga (sejenis gazebo yang bisa dipakai untuk tidur pendaki). Amak Herni juga membuka warung yang menyediakan makanan kecil, minuman dan logistik lain untuk keperluan mendaki. Tarif makan malam dan sarapan per orang hanya Rp 50 ribu.

Jalur Torean menawarkan panorama alam yang beragam. Sepanjang jalur , yang diapit dinding punggung Gunung Rinjani dan dan Sangkareang. Terlihat hutan lebat, tebing, lembah, sungai, air terjun, dan sumber air panas alami, termasuk yang mengalir di dalam gua. Ketika Matahari pagi mulai memanjat, jalur setapak yang kami lalui terus menanjak. Nafas mulai terasa berat.

Kami mengajak Amak Herni, porter senior sekaligus pemandu asal Torean. Bersandal jepit dan memikul dua keranjang berisi bahan makanan, peralatan masak, serta logistic lain, kakek dua cucu itu berjalan melenggang. Langkahnya lincah bagai kijang. Kami mengajak Amak Herni, yang juga tetua adat di Dusun Torean, karena dia mengetahui seluk beluk jalur pendakian.

Cara ke Torean

Dari Bandara Internasional Praya, Lombok Tengah Ana bisa naik taksi atau bus Damri ke Mataram, tarif untuk taksi sekitar 120 ribu, bus Damri sekitar Rp 25 ribu. Selanjutnya dari Mataram naik angkutan umum minibus ke Senaru, Lombok Utara, dengan tarif Rp 25 – 30 ribu. Sebelum ke Torean, Anda bisa melapor dan mengurus perizinan di Pos Pendakian Gunung Rinjani di Senaru.

Dari Senaru, Dusun Torean, Desa Loloan, Lombok Utara, bisa dijangkau dengan mencarter angkutan umum pedesaan dengan tarif sekitar Rp 200 ribu, atau naik ojek dengan tarif Rp 50 ribu. Total biaya mendaki Gunung Rinjani via Torean sekitar Rp 3 juta.

Setelah istirahat sekitar 15 menit di batas kawasan Taman Nasional, kami melanjutkan perjalanan menembus hutan. Pepohonan membentuk kanopi yang cukup rapat, menahan panas cakar Matahari. Dedaunan menahan kami, yang menempuh punggungan terjal dan lembah 45 derajat, dari sang surya. Empat jam dari Torean , kami tiba di Plawangan. Di sebrang Plawangan terdapat air terjun penimbungan, setinggi sekitar 100 meter. Masyarakat sekitar percaya, Plawangan yang berarti pintu – merupakan gerbang masuk yang sesungguhnya menuju alam Gunung Rinjani. Pendakian jalur Torean tidak disarankan ditempuh pada malam hari. Sangat berbahaya, kata seorang pemandu.

Pendakian gunung Rinjani secara resmi ditutup sepanjang Januari – Maret. Waktu yang pas mendaki lewat jalur Torean antara Mei dan Oktober. Pada bulan-bulan itu cuaca bagus dan angin tidak berhembus terlalu kencang. Di Dusun Torean, Anda bisa menyewa jasa porter yang sekaligus menjadi pemandu untuk pendakian. Tarifnya 150 – 200 ribu per hari. Selamat mendaki dan menikmati keindahan Indonesia dari puncak gunung tercantik di Indonesia, Rinjani.