Pembelajaran Aktif Selalu Mengalahkan Pembelajaran Pasif

Anak anak senang belajar bersama

Pembelajaran Aktif

Saya pernah diantar teman menuju sebuah tempat, dan ketika saya mencoba kembali ke sana minggu berikutnya, saya lupa jalannya. Sebaliknya, bila saya mengendarai motor atau mobil sendiri, saya akan jauh lebih mengingat jalannya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Ini adalah sebuah penemuan yang didokumentasikan dengan baik, bahwa ketika kita secara aktif terlibat melakukan sesuatu , kita mempelajarinya jauh lebih cepat dan menangkap kerumitannya jauh lebih mudah daripada jika kita mengalaminya secara pasif.

 

Anak anak suka nonton Tv

Ini adalah salah satu alasan mengapa para ahli melarang anak-ank berlebihan menonton televisi. Diet nonton televisi. Pihak televisi membela diri dengan menyatakan bahwa semua informasi pendidikan yang dibutuhkan anak dipaparkan lewat televisi. Jika kita berlaku pasif sebagai penonton televisi atau sebagai murid yang duduk manis mendengarkan guru “berceramah” , pepatah lama bilang,” Masuk telinga kiri, keluar telinga kanan. Libatkan semua panca indra dalam belajar, kuasai berbagai strategi untuk mengubah perjumpaan pasif menjadi pengalaman aktif.

 

 

 

Anak anak bermain Jigsaw Puzzle

Orang tua seringkali bertanya kepada psikolog anak, atau guru, “Seberapa banyak bantuan yang harus mereka berikan kepada anak mereka saat mereka menyelesaikan sebuah tugas?” Contohnya adalah menyusun pazel. Bolehkah seorang ayah membantu anaknya dengan memasangkan beberapa potongan pazel kecil? Apakah lebih baik bagi perkembangan putrinya bila ia hanya memberi instruksi verbal yang singkat? Atau, apakah seharusnya ia membiarkan putrinya menyelesaikan masalah itu seorang diri? Ya, Anda boleh menolong puteri Anda, dan sesekali biarkan ia menyelesaikan masalahnya sendiri. Ini cara mendidiknya agar mandiri.

Lev Vygotsky, seorang ahli dari Rusia, memberi sedikit penjelasan tentang mengapa kita membutuhkan berbagai strategi yang berbeda di tingkat perkembangan yang berbeda.

Menurut Lev, “ Seorang anak akan belajar lebih baik ketika ia ditantang dengan cara yang tidak mengancam, dan didukung oleh orang dewasa yang berpengetahuan. Peran orang tua sama seperti tiang penyangga untuk bangunan yang sedang dibangun. Orang tua dapat memberikan “tiang penyangga” untuk mendukung pembelajaran anak-anak mereka.

Ketika Anda mendukung usaha awal anak Anda, ini akan mendorong anak Anda menjadi lebih terampil. Dan ketika anak-anak Anda sudah mahir, “tiang penyangga” bisa dilepaskan. Akhirnya ketika bangunannya selesai anak Anda bisa “berdiri” sendiri.

Aturan sederhananya adalah bila anak Anda tidak senang dengan pembelajaran yang Anda berikan, mungkin itu tidak perlu diteruskan. Dugaan saya Anda membosankan atau materi yang Anda sampaikan rumit dan tidak berhubungan dengan kehidupan nyata yang ia alami. Hal yang paling penting adalah santai dan bersenang-senanglah, dan ingat bahwa tidak ada orang tua atau guru yang sempurna, hanya ada orang tua “baik” atau guru “baik” yang peduli dan berdedikasi tinggi.

Anda punya cerita tentang metode pembelajaran aktif berdasarkan pengalaman Anda ketika sedang mengajar anak Anda, silahkan tuliskan pendapat Anda pada kolom komentar.