Pemahaman Yang Masih Keliru Mengenai Kandungan Bahan Makanan

Penyakit yang menyerang tubuh datang karena berbagai faktor. Daya tahan tubuh yang sedang droop sehingga kuman penyakit dapat mudah masuk ke tubuh. Kurang peduli menjaga kesehatan tubuh. Salah dalam pemilihan jenis makanan yang dikonsumsi. Berbicara mengenai salah pemilihan jenis makanan, secara tidak langsung inilah yang membuat beberapa orang masih mudah terserang penyakit. Contohnya adalah penyakit diabetes dan kolesterol. Dua jenis penyakit tersebut merupakan jenis penyakit yang umum diderita orang-orang selama mereka tidak pintar dalam memilih jenis makanan yang dikonsumsi. Sayangnya, pemahaman yang keliru masih terlihat di sekitar. Apa yang masih salah dipahami oleh orang-orang mengenai pemilihan jenis makanan yang menyebabkan salah dalam memberi asupan gizi pada tubuh? Inilah yang harus Anda ketahui.

Salah Pemahaman Mengenai Non-Kolesterol Pada Minyak Goreng

Tentu Anda pernah menyaksikan beberapa tayangan iklan di televisi mengenai produk minyak goreng. Disebutkan bahwa minyak goreng adalah produk non-kolesterol. Sebutan tersebut memang tidak salah, hanya saja tidak semua orang dapat memahami kandungan tersebut dengan benar. Agar Anda dapat memahami sebutan non-kolesterol pada minyak goreng dengan benar, maka berikut penjelasannya. Minyak goreng adalah bahan pangan yang diolah dengan menggunakan bahan-bahan nabati. Bahan nabati jelas tidak ada yang mengandung “kolesterol”. Sehingga sebutan non-kolesterol itu benar.  Sayangnya, orang-orang menjadi beranggapan bahwa lebih baik mengkonsumsi makanan yang digoreng. Toh, minyak goreng itu non-kolesterol. Padahal jika minyak goreng yang Anda gunakan untuk menggoreng bahan pangan yang mengandung senyawa kolesterol seperti produk hewani, maka Anda akan membiarkan tubuh terserang LDL. Juga dapat terserang kolesterol ketika Anda menggoreng bahan makanan nabati dengan cara yang salah. Contoh, ketika Anda menggoreng tempe dengan kondisi minyak goreng yang sudah mulai berubah coklat bahkan hitam. Senyawa radikal bebas di dalam minyak tersebut akan bercampur ke bahan makanan yang Anda goreng. Ketika Anda konsumsi, maka senyawa radikal bebas akan berikatan dengan kolesterol yang juga ada secara alami ada di dalam tubuh.

Salah Pemahaman Mengenai Kurangi Asupan Gula

Bagi Anda yang menderita penyakit diabetes, anjuran untuk mengurangi asupan gula sering terdengar dan harus dipatuhi. Namun apakah pemahaman mengenai gula itu sudah benar? Gula bukan berarti gula pasir, gula jawa, dan sejenisnya. Gula yang dimaksud adalah bahan makanan yang mengandung senyawa glukosa. Anda memang mengurangi gula dengan tidak mengkonsumsi teh manis atau manis-manis. Namun Anda masih saja mengkonsumsi sepiring penuh nasi putih bersama dengan lauk-pauk. Nasi putih mengandung senyawa glukosa yang terbilang tinggi dan dapat menambah jumlah kadar gula darah di tubuh. Lebih baik jika Anda ingin mengkonsumsi nasi dan tidak takut kadar gula darah naik, konsumsilah nasi merah atau nasi hitam. Kemudian, jika Anda berniat mengganti gula pasir dengan gula khusus penderita diabetes, lihat apakah kandungan senyawa pengganti gula tersebut memang aman. Jangan-jangan pemanis tersebut sekelas dengan sakarin atau aspartam yang tentu dapat menimbulkan sifat karsinogenik. Mengurangi asupan gula yang tepat adalah mengurangi asupan nasi putih, pemanis buatan, dengan mengganti asupan yang lebih tepat. Seperti pemanis alami dengan mengkonsumsi buah-buahan. Kandungan fruktosa pada buah tentu lebih menyehatkan.

Pahamilah dua penjelasan di atas. Jika Anda selama ini tidak kunjung terbebas dari penyakit kolesterol atau diabetes, kemungkinan karena Anda memang masih salah dalam pemahaman tersebut. Jadi, jangan sampai membuat tubuh Anda tambah sakit karena penjelasan yang sebenarnya tidak salah namun membuat Anda kurang tepat dalam mengubah pola makan.