Pedoman Standar Menjadi Seorang Ayah

Tidak ada sekolah untuk menjadi ayah. Semua ayah belajar otodidak. Namun, ada beberapa cara yang saya temukan agar Anda dapat tumbuh menjadi ayah yang cerdas, yaitu:

Pakailah Perspektif Jangka Panjang

Mark Twain menggambarkan ayahnya sebagai pria yang hebat karena “semakin aku dewasa, dia semakin cerdas”. Untuk menjadi ayah Anda harus belajar dari berbagai sumber. Pada akhirnya Anda akan bersyukur dengan semua yang Anda lakukan untuk meningkatkan kompetensi Anda sebagai ayah dan masa depan anak Anda.

Berikan Diri Anda Kepada Mereka

Tak ada yang lebih bernilai, yang dapat Anda berikan pada anak Anda selain diri Anda sendiri. Godaannya adalah Anda menggunakan segala jenis pengganti selain diri Anda. Ketidakhadiran Anda ditukar dengan Playstation 3, mainan, liburan mewah, ponsel terbaru, keterlibatan ibu mereka yang banyak. Namun semuanya tak ada yang sama seperti diri Anda. Waktu yang Anda berikan tak tergantikan.

Pikirkan masa kecil Anda. Apa yang Anda ingat dari ayah Anda? Kemungkinan besar jawabannya berkaitan dengan hal-hal yang kalian lakukan bersama. Bukan apa pun yang dia belikan untuk Anda, atau tempat istimewa yang kami kunjungi, saat-saat istimewa Anda bersama ayah. Zig Ziglar bilang, kehadiran dan percakapan Anda dihadapan anak-anak Anda, lebih dari ribuan hadiah.

Berikan Mereka Rasa Aman

Pastikan anak-anak Anda tahu Anda berkomitmen pada mereka dan ibu mereka selamanya – dalam suka dan duka. Mencintai ibu mereka adalah sebuah hal terbesar yang dapat Anda lakukan bagi anak-anak Anda.

Tunjukkan Pada Mereka Cinta Tanpa Syarat

Jangan pernah membiarkan anak Anda berpikir ada sesuatu yang dapat mereka lakukan untuk membuat Anda lebih mencintai mereka. Dan tak ada yang bisa mereka lakukan untuk membuat Anda kurang mencintai mereka. Hemat kata, yakinkan mereka bahwa cinta Anda tanpa syarat.

Tip untuk melakukan cinta tanpa syarat adalah :

  • Tidak membatasi ungkapan cinta Anda saat mereka telah melakukan sesuatu yang Anda setujui.
  • Tidak mengatakan pada mereka bahwa Anda mencintai mereka saat sedang menghukum mereka.
  • Tidak menghubungkan cinta Anda dengan prestasi yang mereka raih. Misalnya hindari mengatakan: “Ayah mencintaimu karena rapotmu bagus, ayah mencintaimu karena kamu penurut.
  • Tidak mengucapkan selamat tinggal pada disiplin.

Jadilah Teladan

Jadilah teladan dari apa pun yang ingin ditiru oleh anak Anda. Banyak hal hal yang diajarkan itu dikomunikasikan secara tak langsung ketimbang sengaja. Jika Anda ingin anak Anda tertib di jalan raya ajarkan dia menyebrang di jembatan penyebrangan, bukan menyebrang di bawah jembatan penyebrangan, tarik rem untuk memberi kesempatan orang lain menyebrang di zebra cross, bukan memainkan klakson atau menambah kecepatan.

Pria pertama yang dilihat oleh anak laki-laki Anda dan anak perempuan Anda adalah diri Anda. Sebagai pria, Anda harus membuktikan diri sebagai teladan yang berharga untuk ditiru. Seorang ayah adalah pahlawan pertama bagi anak laki-lakinya, dan kekasih pertama bagi anak perempuannya.