Nasihat Keuangan Sepanjang Masa

Ketahui Nasihat Keuangan Sepanjang Masa

Saat ini banyak orang mengeluhkan soal keuangannya. Padahal ada resep abadi yang bisa mengatasi semua permasalahan keuangan. Liz Pulliam Weston dalam buku Easy Money: How to Simplify Your Finance and Get What You Want Out of Life mencoba mengingatkan kita tentang apa saja prinsip keuangannya yang bisa diterapkan sepanjang dalam mengatasi masalah keuangan:

 

1. Menabung

Inilah nasihat paling klasik yang sudah kita ketahui bersama, namun tak mudah menerapkannya. “Seberapapun hasil yang kamu dapat, besar atau kecil , berusahalah menabung.”

Kebiasaan menabung memang sangat dianjurkan sejak dulu. Mulai dari kecil saat kita punya celengan untuk menyimpan uang recehan, hingga dewasa dengan berbagai pilihan bank. Kebiasaan itu harus kita pelihara dan teruskan, sebab uang yang kita simpan, suatu saat akan bermanfaat untuk memenuhi berbagai kebutuhan tak terduga.

Menabunglah dianjurkan bukan dari sisa uang yang berlebih, tetapi sisihkan uang sejak awal untuk menabung. Idealnya menabunglah 10% dari pendapatan yang Anda terima. Jadi sisihkan sedikit honor freelance Anda untuk ditabungkan.

 

2. Berbelanja

“Pahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.”

Jika kita tak bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan di mana pun kita berada, kita akan cenderung menjadi orang yang boros. Contoh sederhananya adalah : Makan itu kebutuhan yang wajib dipenuhi, tapi makan dengan daging kelas satu di sebuah restoran mewah adalah sebuah keinginan. “Pikirkan biaya sebenarnya saat membeli barang.”

Ada banyak barang yang setelah dibeli, ternyata membutuhkan banyak biaya tambahan. Misalnya: Mobil. Pikirkan berapa biaya bensin, bengkel, pajak, dan aneka perawatan berkala lainnya. “Belilah barang yang berkualitas.” Seringkali orang membeli barang yang super murah, obral. Seratus ribu dapat 3 pasang sepatu. Namun kualitasnya payah, mudah rusak, tidak awet. Belilah barang yang berkualitas agar tahan lama, karena secara tak langsung akan menghemat pengeluaran jangka panjang. “Jangan sampai pengeluaran melebihi penghasilan.”

Cobalah lihat penghasilan Anda secara keseluruhan, sebelum berbelanja agar tidak terjadi pengeluaran yang melebihi penghasilan atau besar pasak daripada tiang. Buatlah amplop-amplop yang diberi label alokasi pengeluaran Anda. Misalnya : biaya tagihan rutin (biaya listrik, air, pulsa, uang sekolah anak, dll), biaya wajib (membeli kebutuhan pokok: beras, lauk pauk), dan sebaginya.

 

3. Hutang

Salah satu yang utama tentang hutang menurut Liz adalah: “Jangan bayar bunga untuk barang yang nilainya terus menurun.”

Berusahalah jangan membeli lifestyle dengan kartu kredit. Misalnya : ponsel, jalan-jalan ke luar negeri, membeli perhiasan. Jangan sampai tergoda untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan , dan kemudian menyiksa kita dengan bunga yang tak berkesudahan. Hemat kata, pengeluaran yang mahal bukan biaya hidup tetapi gaya hidup.

 

4. Membangun Kekayaan

Untuk menjadi kaya, salah satu nasihat yang diberikan Liz adalah: “Jika Anda butuh uang, pergilah dan bekerjalah untuk menghasilkan lebih banyak uang.”

Inti yang ingin disampaikan Liz adalah uang tak akan datang jika kita hanya duduk manis berpangku tangan. Bahkan untuk menghasilkan pendapatan pasif, kita perlu berjuang, sebab tak ada kisah sukses berbau instan. Semua butuh kerja keras untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Maka jika ingin kaya, cara utama adalah dengan melakukan bisnis kedua selain pekerjaan utama Anda. Kata Buya Hamka,”Jika kemiskinan mengetuk pintu rumahku, aku buka jendela dan lompat keluar.