Categories
Uncategorized

Nama Pahlawan Nasional Asal Yogyakarta

Pahlawan Nasional Asal Yogyakarta

 

1. Ki Hajar Dewantara

Lahir: 2 Mei 1889 di Yogyakarta.

Meninggal: 26 April 1959 di Yogyakarta.

Dimakamkan di: Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbul Harjo Provinsi Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 28 November 1959, no 305 Tahun 1959.

Jasa:

  • Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.
  • Menteri Pendidikan Nasional Pertama.
  • Pendiri Taman Siswa, Aktivis Pergerakan Kemerdekaan RI.
  • Pada tahun 1913 ia  menulis brosur “Als ik een Nederlander was” (Andai kata saya seorang Belanda) isinya kecaman terhadap maksud pemerintah Belanda mengadakan perayaan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Perancis. Karena penentangannya kepada pemerintahan Hindia Belanda, ia diasingkan oleh ke negeri Belanda.

 

2. R.M. Surjopranoto

Lahir: 11 Januari 1871 di Yogyakarta.

Meninggal: 15 Oktober 1959 di Cimahi,Jawa Barat.

Dimakamkan di: Gambiran, Kecamatan Umbul Harjo, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 30 November 1959, No 310 Tahun 1959.

Jasa: 

  • Sosok  pejuang yang berani membela rakyat pribumi  dalam melawan penjajah dalam menuntut haknya.
  • Sosok pejuang yang dikenal dengan sebutan de staking skoning  (raja mogok),  pemimpin pemogokan buruh menentang kebijakan pemerintah kolonial.
  • Sosok pejuang yang rela berhenti dari pegawai negeri, demi memperjuangakan hak rakyat.
  • Sosok pejuang yang mencurahkan seluruh waktu dan perhatiannya untuk membela rakyat kecil yang tertindas akibat penjajahan.

 

3. KH. Akhmad Dahlan

Lahir: 1 Agustus 1868 di Yogyakarta.

Meninggal: 23 Februari 1923di Yogyakarta.

Dimakamkan di: Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsang, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 27 Desember 1961, 657 Tahun 1961.

Jasa: 

  • Pendiri Muhammadiyah dan Pejuang bidang Pendidikan.
  • Tahun 1896 Akhmad Dahlan membetulkan arah kiblat di langgar dan masjid-mesjid di Yogyakarta. Peristiwa lain yang membuatnya semakin dikenal ialah dengan penentuan Hari Raya Id.  Tetapi nama beliau lebih dikenal sebagai pendiri dan pemimpin Muhammadiyah, organisasi sosial yang menitikberatkan usahanya di bidang pendidikan serta kemajuan hidup beragama di kalangan umat Islam.
  • K.H. Ahmad Dahlan memilih lapangan sosial dan pendidikan sebagai medan baktinya. Selain Muhammadiyah, Dahlan mendirikan Aisiyah untuk anak perempuan dan organisasi pramuka Hizbul Wathan.

 

4. H. Fakhrudin

Lahir: 1890 di Yogyakarta.

Meninggal: 28 Februari 1929di Yogyakarta.

Dimakamkan di: Kelurahan Kuncen, Kecamatan Wirobrajan, Yogyakara.

Surat Keputusan (SK): Tgl 26 Juni 1964, No 162 Tahun 1964.

Jasa: 

  • Pejuang Pergerakan Kemerdekaan Indonesia. Seorang Tokoh Muhammadiyah yang serba bisa. Perunding dalam Negosiasi untuk Perlindungan Jamaah Haji dari Nusantara (Indonesia, 1921- 1929).

 

5. Brigjen. TNI. Anm. Katamso

Lahir: 5 Februari 1923 di Sragen, Jawa Tengah.

Meninggal: 1 Oktober 1965 di Kentungan,Yogyakarta.

Dimakamkan di: TMPN Kusuma Negara, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 19 Oktober 1965, No 118 / Koti / 1965.

Jasa: 

  • Brigadir Jenderal TNI Angkatan Darat.  Dan Rem 072/ Pamungkas DIY. Brigjen. Katamso bersama Wakil Dan Rem 072 Kolonel Sugiyono menjadi korban kebiadaban (dianiaya dan dibunuh) oleh Gerakan 30 September di Kentungan, Yogyakarta,
  • Sesudah Proklamasi kemerdekaan ia mengikuti TKR, selama agresi militer Belanda, pasukannya sering bertempur untuk mengusir Belannda dari Indonesia. Setelah pengakuan kedaulatan ia diberi tugas untuk menumpas pemberontakan Batalyon 426 di Jawa Tengah,
  • Katamso dipercaya untuk menjalankan operasi militer yaitu memipin Batalyon A Operasi 17 Agustus.
  • Katamso melakukan bebagai persiapan menghadapi PKI salah satunya adalah pendekatan terhadap masyarakat Yogyakarta dan memperkuat Resimen Mahasiswa, namun Katamso menjadi salah satu korban yang tewas pada malam hari 2 Oktober 1965 bersama Letnan Kolonel Sugiyono.

 

6. Kol. Inf. TNI. Anm. Sugiono

Lahir: 12 Agustus 1926 di Gedaren, Sumbergiri,Ponjong, Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

Meninggal: 1 Oktober 1965 di Kentungan,Yogyakarta.

Dimakamkan di: TMPN Kusuma Negara, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 19 Oktober 1965, No 118 / Koti / 1965.

Jasa: 

  • Kolonel Infanteri TNI Angkatan Darat. Wakil Dan Rem 072/ Pamungkas DIY. Kolonel Sugiyono bersama Dan Rem 072 Brigjen. Katamso menjadi korban kebiadaban (dianiaya dan dibunuh) oleh Gerakan 30 September PKI di Kentungan , Yogyakarta.
  • Pada 1 Maret 1949, terjadi serangan umum terhadap Yogyakarta pada peristiwa serangan Agresi Militer Belanda ke-II. Ia turut serta dalam keberhasilan menghentikan Agresi Militer Belanda ke-II tersebut yang mampu merubah pandangan dunia Internasional terhadap kekuatan Republik Indonesia.

 

7. Nyai Akhmad Dahlan

Lahir: 1872 di Kauman, Yogyakarta.

Meninggal: 31 Mei 1946 di Kauman,Yogyakarta.

Dimakamkan di: Kampung Kauman, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 22 September 1971, No 042 / TK / 1971.

Jasa: 

  • Tokoh Emansipasi Perempuan.
  • Tokoh Pembaharu Islam, Pendiri dan Pemimpin Aisyiyah.
  • Berpastiripasi dalam diskusi perang bersama Jenderal Sudirman dan Presiden Sukarno.
  • Lahir dengan nama Siti Walidah merupakan istri dari pendiri Muhammadiyah dan juga seorang pahlawan nasional K.H. Ahmad Dahlan. Walidah menyertai perjuangan suaminya dalam suka dan duka.
  • Nyai Ahmad Dahlan terus melakukan perjuangannya bahkan setelah suaminya meninggal, ia membina genarasi muda terutama perempuan islam agar tekun, gigih, dan berpendidikan.

 

8. Pangeran Diponegoro

Lahir: 11 November 1785 di Yogyakarta.

Meninggal: 8 Januari 1855 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dimakamkan di: Jl. Diponogoro, Makassar.

Surat Keputusan (SK): Tgl 06 November 1973, No 087 / TK / 1973.

Jasa: 

  • Raden Mas Ontowiryo atau lebih dikenal dengan Pangeran Diponegoro merupakan pemimpin Perang Jawa. Terbesar melawan Belanda (Perang Diponegoro, 1825- 1830).
  • Pangeran Diponegoro mendapatkan penghargaan tertinggi diberikan Dunia (UNESCO) pada 21 Juni 2013 menetapkan Babad Diponegoro sebagai Memory of the World.

 

9. Dr. Wahidin Sudirohusodo

Lahir: 7 Januari 1852 di Mlati, Sleman, Yogyakarta.

Meninggal: 26 Mei 1917 di Yogyakarta, DIY.

Dimakamkan di: Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

Surat Keputusan (SK): Tgl 06 November 1973, No 088 / TK / 1973.

Jasa: 

  • Seorang pendidik dan pelopor Pergerakan Nasional Indonesia.
  • Dr. Wahidin Sudiro Husodo terkenal dengan ucapannya ”Apabila kita sama- sama meludah, pasti Belanda akan tenggelam di dalam lautan ludah kita”, hal ini merupakan harapan Wahidin untuk mengakhiri penjajahan Belanda.
  • Dr. Wahidin Sudiro Husodo  berusaha mendirikan sebuah badan yang akan memberikan beasiswa bagi anak-anak Indonesia yang cerdas, tetapi tidak mampu membiayai sekolahnya. Untuk   itu, pada tahun 1906 – 1907 Wahidin mengadakan perjalanan keliling tanah Jawa.
  • Dr. Wahidin Sudiro Husodo pemikirannya menginspirasi lahirnya Budi Utomo pada 20 Mei 1908.
  • Dr. Wahidin Sudiro Husodo memimpin kongres I Budi Utomo pada  Oktober 1908 di Yogyakarta.

 

10. Marsdfa TNI. Anm. Prof. DR. Abdurahman Saleh

Lahir: 1 Juli 1909 di Jakarta.

Meninggal: 29 Juli 1947 di Maguwoharjo,Sleman, DI Yoyakarta.

Dimakamkan di: Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Surat Keputusan (SK): Tgl 09 November 1974, No 071 / TK / 1974.

Jasa: 

  • Merupakan tokoh Awal di Angkatan Udara, Aktivis Kemerdekaan. Pendiri, dan Ketua organisasi Radio Republik Indonesia (RRI), beliau juga banyak membantu dalam hal keuangan dan teknis.
  • Mendirikan pemancar radio gelap dengan nama siaran Radio Indonesia Merdeka kemudian menjadi Radio Republik Indonesia RRI.
  • Abdulrachman bersama A. Adisucipto meninggal dalam pesawat Dakota VTLCA yang membawa instruktur dan obat milik pengusaha India yang menuju Indonesia, mereka diburu oleh pesawat Kittyhawk Belanda.

 

11. Marsda TNI. Anm. Mas Agustinus Adisucipto

Lahir: 3 Juli 1916 di Salatiga, Jawa Tengah.

Meninggal: 29 Juli 1947 di Bantul,Yogyakarta.

Dimakamkan di: Banguntapan, Bantul.

Surat Keputusan (SK): Tgl 09 November 1974, No 071 / TK / 1974.

Jasa: 

  • Merupakan Bapak Penerbang Republik Indonesia. Tokoh Awal di Angkatan Udara. Pendiri Sekolah Penerbangan di Yogyakarta (15 November 1945) yang menjadi Wakil Kepala Staf yang pertama dengan pangkat Komodor Muda Udara (sejak 9 April 1946). Gugur bersama Abdulrachman Saleh saat menembus blokade udara Belanda (29 Juli 1947).
  • Ketika revolusi Indonesia dimulai, Adisucipto ditugaskan untuk membantu membangun kekuatan Indonesia di Udara. Adisucipto diangkat menjadi Komondor Muda Udara dengan tugas mengambil alih seluruh perlengkapan, tenaga terbang dan instalasi penerbangan. Di lapangan terbang Maguwo, Yogyakarta, ia menerima tanggung jawab secara resmi sejak tanggal 15 Desember 1945.
  • Sebagai satu-satunya penerbang bangsa Indonesia yang memiliki Brevet Penerbang Tingkat Atas, maka ia diserahi tugas Pendidikan dengan kewenangan penuh.
  • Adisucipto tercatat sebagai perintis awal dalam sejarah pendidikan penerbangan di Indonesia. Pada tanggal 1 Desember 1945 didirikan Sekolah Penerbangan yang pertama di Yogyakarta, dengan Adisucipto sebagai kepala sekolahnya.

 

12. Sultan Agung Hanyokrokusumo

Lahir: 1593 di Kutagede, Kesultanan Mataram.

Meninggal: 1645 di Karta (Plered, Bantul), Kesultanan Mataram.

Dimakamkan di: Imogiri, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 03 November 1975, No 106 / TK / 1975.

Jasa: 

  • Sultan Mataram terbesar, berperang melawan penindasan Belanda. Seorang Pejuang dan Budayawan. Memadukan Kalender Hijriyah dengan Kalender Saka, menjadi Kalender Jawa Islam.
  • Memerintahkan  perjuangan melawan penjajah (VOC) dengan menyerang Batavia 1628, 1629.
  • Pada tahun 1614 VOC (yang saat itu masih bermarkas di Ambon) mengirim duta untuk mengajak Sultan Agung bekerja sama namun ditolak mentah-mentah. Pada tahun 1618 Mataram dilanda gagal panen akibat perang yang berlarut-larut melawan Surabaya. Meskipun demikian, Sultan Agung tetap menolak bekerja sama dengan VOC.

 

13. Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Lahir: 12 April 1912 di Yogyakarta.

Meninggal: 2 Oktober 1988 di Washington,D.C., Amerika Serikat.

Dimakamkan di: Imogiri, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 30 Juli 1990, No 053 / TK / 1990.

Jasa: 

  • Seorang sultan yang pernah memimpin di Kesultanan Yogyakarta (1940–1988) dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama setelah kemerdekaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973 dan 1978. Dia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  • Hamengkubuwana IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar “Ngarsa Dalem Sampéyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Sénapati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sanga ing Ngayogyakarta Hadiningrat”. Ia merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia.
  • Ia mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat “Istimewa”
  • Hamengkubuwono IX sejak awal revolusi melibatkan diri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan memberikan berbagai fasilitas untuk kepentingan pemerintah. Pada Januari 1946 sampai akhir Desember 1949 Jogjakarta atas saran Sri Sultan dijadikan Ibukota RI.

 

14. Pangeran Mangkubumi/Sultan HB I

Lahir: 6 Agustus 1717 di Kartasura.

Meninggal: 24 Maret 1792 di Yogyakarta.

Dimakamkan di: Imogiri, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 3 November 2006, No 085 / TK / 2006.

Jasa: 

  • Raden Mas Sujana yang setelah dewasa bergelar Pangeran Mangkubumi. Ia merupakan putra Amangkurat IV raja Kasunanan Kartasura yang lahir dari selir bernama Mas Ayu Tejawati pada tanggal 6 Agustus 1717.
  • Pendiri sekaligus Raja Pertama Kesultanan Yogyakarta, berjuang melawan Hindia Belanda di Yogyakarta. Raja terbesar dari keluarga Mataram sejak Sultan Agung.
  • Pangeran Mangkubumi melakukan perlawanan terhadap Belanda (VOC). Rangkaian pertempuran besar dilakukannya terhadap VOC yang berlangsung 2 periode yaitu 1746-1749 dan 1750-1755. Setelah melakukan perlawanan selama 9 tahun diakhiri dengan perjanjian Giyanti 1755. Hal itu membuktikan perjuangannya membela kepentingan rakyat dalam menegakkan kewibawaaan dan kedaulatan Mataram.

 

15. I.J. Kasimo

Lahir: 10 April 1900 di Yogyakarta.

Meninggal: 10 April 1900 di Yogyakarta.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 7 November 2011, No 113 / TK / Tahun 2011.

Jasa: 

  • Pelopor Kemerdekaan Indonesia.
  • Menteri Perdagangan ke 5.
  • Menteri Pertanian ke 6.
  • Saat dibangku sekolah, I.J. Kasimo aktif dalam Jong Java, kemudian tahun 1923 ia mendirikan Persatuan Politik Katholik Djawa (PPKD),
  • Pada tahun 1931 Kasimo diangkat menjadi anggota Volksrad. Sejak Desember 1945—1960 ia memipin Partai Katholik Republik Indonesia (PKRI). Kasimo juga pernah menjadi Menteri Muda Kemakmuran, Menteri Persediaan Makanan Rakyat, dan Menteri Perekonomian. Selain itu ia juga duduk sebagai anggota KNIP, DPR-RIS, Konstituante dan DPA,
  • Dalam rangka pembebasan Irian Barat, surat yang dikirim Kasimo kepada Partai Katholik Belanda berhasil mengubah sikap partai tersebut dan menyetujui usul mengenai penyelesaian sengketa tentang Irian Barat antara Indonesia dan Belanda.

 

16. Ki Sarmidi Mangunsarkoro

Lahir: 23 Mei 1904 di Surakarta, Jawa Tengah.

Meninggal: 8 Juni 1957 di Jakarta.

Dimakamkan di: Taman Siswa.

Surat Keputusan (SK): Tgl 7 November 2011, No 113 / TK / Tahun 2011.

Jasa: 

  • Dikenal sebagai tokoh pendidikan dan budayawan, namun juga aktif dibidang politik, ia kemudian menjadi Ketua Taman Siswa Jakarta dari tahun 1928 sampai dengan 1940, Ia merumuskan Dasar-Dasar Perjuangan Taman Siswa tahun 1922. Dalam Kongres Pemuda 1928 Mangunsarkoro menyampaikan pemikirannya mengenai pentingnya pendidikan,
  • Ia juga menjadi Ketua Dapartemen Pendidikan dan Pengajaran Majelis Luhur Taman Siswa serta Pimpinan Umum Taman Siswa dan Taman Dewasa Raya di Jakarta. Ia juga menggagas pendirian Akademi Seni Rupa, Konservatorium Kerawitan, dan menjadi anggota Dewan Penyantun UGM.
  • Pada tahun 1950, ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan meliharkan Undang-Undang Pendidikan Nasional,
  • Dibidang kebudayaan, ia mencanangkan kebudayaan rakyat berdasarkan Pancasila. Ia merupakan ketua PNI yang banyak menyumbangkan pemikirannya dalam buku.

 

17. Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat

Lahir: 21 April 1879 di Yogyakarta.

Meninggal: 20 September 1952 diNgawi, Jawa Timur.

Dimakamkan di: Mlati, Sidoarum, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 6 November 2013, No 68 / TK / Tahun 2013.

Jasa: 

  • Radjiman Wediodiningrat dalam perjuangannya lebih dikenal sebagai ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, karena Ia merupakan salah satu peletak dasar negara Republik Indonesia.
  • Perjuangan Radjiman telah di mulai jauh sebelum jaman Jepang. Ia Berjuang bersama Budi Utomo mempertahankan prinsip perjuangan Budi Utomo yang bersifat kebudayaan.
  • Pada tahun 1918 Ia menjadi salah seorang anggota Volksraad (Dewan Rakyat) bentukan pemerintah Hindia Belanda dan duduk selama beberapa periode hingga tahun 1931 sebagai wakil dari Budi Utomo.
  • Pada zaman pendudukan Jepang, Radjiman duduk sebagai anggota Syu Sangi Kai (Dewan Pertimbangan Daerah) Madiun, kemudian Radjiman diangkat menjadi anggota Chuo Sangi-In (Dewan Pertimbangan Pusat) pada tahun 194). Ketika Poetera (Poesat Tenaga Rakjat) diabentuk, Radjiman menjadi anggota Majelis Pertimbangan Poetera.
  • Pada awal kemerdekaan, Ia menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) dan kemudian anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia.
  • Pemimpin sidang DPR pertama saat Indonesia menjadi NKRI. Radjiman juga dikenal sebagai dokter ahli penyakit pes.

 

18. Ki Bagus Hadikusumo

Lahir: 21 November 1890 di daerah kauman Yogyakarta.

Meninggal: 7 September 1954.

Dimakamkan di: TPU Pakuncen Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 4 November 2015, No 116 / TK / Tahun 2015.

Jasa: 

  • Pada masa perang kemerdekaan, dengan dukungan beberapa tokoh Muhammadiyah, Ki Bagus memprakarsai pembentukan angkatan perang stabil yang diresmikan pada bulan Juli 1948.
  • Pada masa pendudukan Jepang, Ki Bagus megeluarkan maklumat yang melarang rakyat Indonesia melakukan seikeirei, akkhir pendudukan Jepang, ia menjadi anggota BPUPKI dan memperjuangakan agar Islam dijadikan dasar negara yang akan didirikan, menolak penghapusan 7 kata dalam Piagam Jakarta.
  • Ki Bagus dihadiahi tanda kehormatan berupa Bintang Mahaputera Adipradana dan Bintang Republik Indonesia Utama.

 

19. Prof.Drs.H.Lafran Pane

Lahir: Sipirok Padang Sidempuan Sumatera Utara 12 April 1923.

Meninggal: 24 Januari 1991 di Yogyakarta.

Dimakamkan di: Karang Kajen, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 6 November 2017, No 115 / TK / Tahun 2017.

Jasa: 

  • Keikutsertaan Lafran dalam memperjuangkan kemerdekaan di bawah bimbingan kedua kakak kandungnya yaitu Armijn Pane dan Sanusi Pane yang dikenal sebagai tokoh muda pergerakan nasional.
  • Selama menjadi mahasiswa STI, ia memprakarsai pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Organisasi ini berdiri pada tanggal 5 Februari 1947 di Yogyakarta. Pembentukan HMI sangat penting karena menjadi organisasi yang menghimpun kontribusi para mahasiswa untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Di bawah pengaruhnya, orientasi HMI menjadi nasionalis sehingga HMI mendukung ideologi Pancasila. Organisasi HMI menolak gagasan pembentukan Negara Islam yang digagas Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, pendiri gerakan Darul Islam.
  • Lafran menjadi tokoh yang menentang PKI, ia memelopori pembentukan Ikatan Sarjana Muslimin Indonesia (ISMI) yang memberikan dukungan kepada Pangkostrad/Pangkopkamtib Letjen Soeharto untuk menumpas G30S/PKI.

 

20. Abdurrahman Baswedan

Lahir: 9 September 1908.

Meninggal: 16 Maret 1986.

Dimakamkan di: TPU Tanah Kusir.

Surat Keputusan (SK): Tgl 6 November 2018 2018, No 123/TK/Tahun 2018. 

Jasa: 

  • Abdurrahman Baswedan terlibat dalam dunia pergerakan dengan mengusung cita-cita mewujudkan bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
  • Ia secara konsisiten memperjuangkan integrasi keturunan Arab ke dalam bangsa Indonesia. Perjuangannya itu dilakukan melalui dunia jurnalistik, yaitu dengan tulisan-tulisannya di berbagai surat kabar untuk meyebarkan pemikirannya bahwa keturunan Arab mempunyai kewajiban yang sama untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia, diantaranya Harian Sin Tit Po, Suara Umum dan Harian Marahari
  • Abdurrahman merupakan inisiator Kongres Peranakan Arab pada tahun 1943 kemudian memimpin Partai Arab Indonesia PAI, dan juga di anggota BPUPKI. Ia juga anggota dalam misi diplomasi RI ke negara Arab dan Mesir.
  • Menjadi Menteri Muda Penerangan Kabbinet Sjahrir kedua.

 

21. Prof. Dr. M.Sardjito

Lahir: Magetan, Jawa Timur, 13 Agustus 1889.

Meninggal: Rumah Sakit Panti Rapih,Yogyakarta.

Dimakamkan di: Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara.

Surat Keputusan (SK): Tgl 7 November 2019, No 120/TK/ Tahun 2019.

Jasa: 

  • Pada tahun 1915 sampai dengan 1942, Prof. Dr. M. Sardjito menjadi Anggota Kehormatan/pengurus Perkumpulan Dokter Indonesia
  • Tahun 1925 Prof. Dr. M. Sardjito menjadi ketua Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo
  • Saat terjadi penyerbuan Belanda, beliau mengatur cara mendapatkan uang, bahan-bahan dan obat-obatan untuk memelihara kesehatan rakyat, tentara, dan PMI, dan juga menolong daerah Yogyakarta (Wonosari, Piyungan).
  • Sebagai Presiden/Rektor pertama Universitas Gadjah Mada, Desember 1949-1961.  Memiliki prinsip bahwa Pendirian Universitas Gadjah Mada tidak hanya membentuk ilmuwan, melainkan juga sebagai Pejuang Kebangsaan dan Kemanusiaan.
  • Perjuangan monumental beliau memindahkan Fakultas dan Rumah Sakit dari Klaten dan Solo ke Daerah Republik Indonesia (Yogyakarta). Karena keterbatasan fasilitas, kemudian beliau menggunakan kandang kuda Keraton yang dirubah menjadi rumah sakit. Kamar-kamar Abdi Dalem Keraton dimanfaatkan menjadi laboratorium dan pendopo Kadipaten Mangkubumen menjadi ruang kuliah. Ini menunjukkan bahwa semangat dan kreatifitas bisa mengatasi kesulitan termasuk fasilitas.

 

22. Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir

Lahir: 16 April 1908 Kampung Gading Selatan Kota Yogyakarta.

Meninggal: 1 Desember 1973.

Dimakamkan di: Pemakaman Boharen Purbayan Kotagede.

Surat Keputusan (SK): Tgl 7 November 2019, No 120/TK/ Tahun 2019.

Jasa: 

  • Abdul Kahar Mudzakkir merupakan pahlawan kemerdekaan Indonesia dari Yogyakarta.
  • Pada  tahun 1945 terlibat aktif dalam BPUPKI dan ikut mencanangkan Piagam Jakarta. Abdul Kahar Mudzakkir adalah salah satu dari Sembilan orang anggota panitia kecil yang bertugas menentukan dasar negara Indonesia.
  • Pada tahun 1946 berjuang melalui diplomasi untuk pengakuan kedaulatan Indonesia. Perjuangannya berbuah dengan pengakuan kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya oleh Mesir pada 18 November 1946. Bung Hatta menulis bahwa kemenangan diplomasi Indonesia dimulai dari Kairo. Hatta menegaskan bahwa K.H. Abdul Kahar Mudzakkir adalah salah satu tokoh yang turut “Meratakan jalan sebaik-baiknya” untuk  pengakuan kemerdekaan Indonesia.
  • Pasca kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak terjun langsung dalam dunia politik, namun lebih memilih dunia pendidikan. Abdul Kahar Mudzakir mempelopori lahirnya Sekolah Tinggi Islam -bersama-sama dengan Moh.Hatta, Moh Natsir, Moh.Roem dan KH Wachid Hasyim- yang berdiri pada 8 Juli 1945 di Jakarta.

Sumber: direktoratk2krs.kemsos.go.id

 

Nama pahlawan nasional asal negara indonesia, dilut.com