Categories
Uncategorized

Nama Pahlawan Nasional Asal Jawa Timur

Pahlawan Nasional Asal Provinsi Jawa Timur (Jatim)

 

1. H.O.S. Cokroaminoto

Lahir: 16 Agustus 1882 di Desa Bukur, Madiun, Jawa Timur.

Meninggal: 17 Desember 1934 di Yogyakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: Pekuncen, Wirobrajan, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 09 November 1961, no 590 Tahun 1961.

Jasa:

  • Guru para pemimpin-pemimpin besar di Indonesia.
  • Pelopor pergerakan di Indonesia.
  • Sosok pemikir dan pemimpin organisasi SI (Sarekat Islam).
  • Tjokroaminoto dapat menghimpun dan memberikan pengaruh bagi rakyat seantero Jawa dan luar Jawa yang membuat Pemerintah Kolonial Hindia Belanda khawatir karena pengaruhnya begitu besar dalam masyarakat.
  • Selain sibuk memimpin SI, Cokroaminoto juga aktif menulis di berbagai majalah dan surat kabar. Demi kepentingan SI, ia mendirikan N.V. Setia yang menerbitkan harian Utusan Hindia yang langsung dipimpinnya sendiri. Tulisan-tulisannya dalam harian itu sangat tajam dalam mengecam pemerintah kolonial.
  • Tjokroaminoto memperjuangkan terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat yang sebenarnya, dengan anggota-anggotanya terdiri dari orang- orang yang dipilih oleh rakyat.

 

2. Danudirja Setiabudi

Lahir: 8 Oktober 1879 di Pasuruan, Jawa Timur.

Meninggal: 28 Agustus 1950 di Bandung, Jawa Barat.

Dimakamkan di: Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

Surat Keputusan (SK): Tgl 09 November 1961, no 590 Tahun 1961.

Jasa:

  • Pejuang Pergerakan Kemerdekaan Indonesia, Politikus, Wartawan,  Aktivis, Penulis.
  • Salah satu dari “Tiga Serangkai”.
  • Penggagas nama “Nusantara”.
  • Peletak dasar nasionalisme Indonesia di awal abad ke-20.
  • Pendiri Indische Partij pada 1912. Indiesche Partij mempropangandakan cita-cita kemerdekaan sehingga memiliki banyak anggota sampai sekitar 7.500 orang dari 30 cabang.
  • Douwes Dekker dibuang ke Belanda karena menentang perayaan 100 tahun Belanda merdeka dari Prancis di Hindia Belanda. Di Belanda, ia belajar ilmu ekonomi sambil bergambung dengan Indiesche Vereeniging (Perhimpunan Indonesia). Kemudian ia mendirikan National Indische Partij pada 1919.
  • Mendirikan sekolah Ksatrian Institut, sebuah sekolah yang menitik beratkan pada pengajaran yang membentuk jiwa nasionalis.
  • Menjadi guru besar pada Akademi Ilmu Politik dan anggota Dewan Pertimbangan Agung. Dalam Kabinet Syahrir III, ia diangkat menjadi Menteri Negara dan juga sebagai penasehat delegasi RI dalam perundingan-perundingan dengan Belanda.

 

3. DR. Sutomo

Lahir: 30 Juli 1888 di Ngepeh, Loceret, Nganjuk, Jawa Timur.

Meninggal: 30 Mei 1938 di Surabaya, Jawa Timur.

Dimakamkan di: Bubutan, Surabaya.

Surat Keputusan (SK): Tgl 27 Desember 1961, no 657 Tahun 1961.

Jasa:

  • Sutomo bersama Suraji, Moh. Saleh, Sarwono, Gunawan, Gumbrek dan Angka, mahasiswa STOVIA,  berperan besar atas terbentuknya  Budi  Utomo, Organisasi Modern Pertama di Indonesia.
  • Sutomo selama melanjutkan Pendidikan di Belanda, bergabung dengan  ”Indische Vereeniging”,  yang  berganti  menjadi ”Indonesische Vereniging” dan  menjadi Perhimpunan Indonesia. Sutomo memimpin organisasi tersebut  pada periode 1920-1921.
  • Sutomo bekerja sebagai dosen di NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School) di Surabaya dan mendirikan ”Indonesische Studie Club” (ISC)   pada tanggal 11 Juli 1924 yang kemudian berubah menjadi partai ”Persatuan Bangsa Indonesia” (PBI). Melalui PBI  kegiatan di bidang sosial ekonomi semakin menonjol  dapat dilihat dengan berdirinya Rukun Tani, Rukun Pelayaran, Serikat Buruh, Koperasi, Bank Kredit, Pemeliharaan yatim-piatu.
  • Sutomo  masuk ke dalam politik praktis, dengan menjadi anggota Dewan Kota (Gemeenteraad) Surabaya dan melalui organisasi tersbeut Sutomo memperjuangkan nasib rakyat.

 

4. KH. Mas Mansyur

Lahir: 25 Juni 1896 di Surabaya, Jawa Timur.

Meninggal: 25 April 1946 di Kalisosok, Surabaya, Jawa Timur.

Dimakamkan di: Ampel, Surabaya.

Surat Keputusan (SK): Tgl 26 Juni 1964, no 162 Tahun 1964.

Jasa:

  • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Tokoh Pembaharu Islam. Terkenal sebagai Empat Serangkai (Soekarno, M. Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan Mas Mansur).
  • K.H. Mas Mansur adalah putera Kyai Mas Ahmad dari keluarga pesantren Sidoresno, Surabaya. Selepas belajar di Al-Azhar Mesir dan melanjutkan studi di Makkah selama setahun, Mas Mansur pulang ke tanah air pada tahun 1915.
  • Di tanah air ia disibukkan dengan berbagai kegaitan, dalam pergerakan agama, bahkan politik pula. Sebagai ulama, ia dikenal sebagai ahli ilmu tasawuf, tauhid, kalam, falsafah, dan mantiq.
  • Pada 1921 K.H. Mas Mansur menjadi anggota Muhammadiyah. Kemudian ia mendirikan Muhammadiyah cabang Surabaya, menjadi konsul Muhammadiyah untuk Jawa Timur, dan terpilih menjadi Ketua Pimpinan Pusat. Ia juga mejadi pemimpin Muhammadiyah sejak tahun 1937 hingga 1943.
  • K.H. Mansur juga mendirikan Majelsi Islam Ala Indonesia (MIAI) pada tahun 1937. Kemudian menjadi anggota Partai Islam Indonesia (PARIII) tahun 1938. Pada 1941 ia menjadi ketua Majelis Rakyat Indonesia (MRI).
  • Selama berjuang dan memimpin perjuangan umat Islam, K.H Mansur benyak menyumbangkan pemikirannya melalui tulisan dan pidato.

 

5. KH. Abdul Wahid Hasjim

Lahir: 1 Juni 1914 di Tebu Ireng, Jombang, JawaTimur.

Meninggal: 19 April 1953 di Cimahi, JawaBarat.

Dimakamkan di: Tebu Ireng, Jombang.

Surat Keputusan (SK): Tgl 24 Agustus 1964, no 206 Tahun 1964.

Jasa:

  • Menjadi Menteri Republik Indonesia hingga 5 kali, yaitu: 1) Menteri  Negara  dalam  Kabinet Presidentil;  pertama (1945). 2) Menteri Negara Kabinet Syahril (1946-1947); 3) Menteri Agama Kabinet RIS (1949-1950); 4) Menteri  Agama  Kabinet  Natsir (1950-1951); 5) Menteri   Agama   Kabinet   Sukiman   (1951- 1952).
  • Pernah memimpin MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia Dewan Tertinggi Islam di Indonesia) yang kemudian berubah menjadi Masyumi pada masa pendudukan Jepang. Kedudukan inilah yang mengantarnya menjadi anggota Cuo Sangi In, Dokuritsu Jumbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan/ BPUPK), Dokuritsu Jumbi Iin Kai (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia/ PPKI).
  • Salah seorang  yang menandatangani Piagam Jakarta yang intinya menjadi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
  • K.H. Abdul Wahid Hasyim bersama K.H. Zainul Arifin mendirikan Hizbullah. Hizbullah menjadi salah satu cikal bakal  TRI (Tentara Rakyat Indonesia) yang kemudian menjadi TNI, hal ini membawanya  menjadi penasehat politik Panglima Besar Sudirman.
  • Selama menjadi menteri Agama  telah merintis hubungan yang sehat dan saling menghormati antara pemeluk agama-agama besar di Indonesia.

 

6. KH. Hasjim Asjarie

Lahir: 10 April 1875 di Desa Gedang,Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Meninggal: 7 September 1947di Jombang, Jawa Timur.

Dimakamkan di: Tebu Ireng, Jombang.

Surat Keputusan (SK): Tgl 17 November 1964, no 294 Tahun 1964.

Jasa:

  • Pada tahun 1899, sepulangnya dari Mekah, KH Hasyim Asyari mendirikan Pesantren Tebu Ireng, yang kemudian menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20.
  • Mendirikan NU (Nahdatul Ulama) sebagai wadah bagi umat Islam. Melakukan pembaharuan dalam sistem pesantren.
  • Ikut membantu dan membawa NU ke dalam pergerakan nasional menghadapi tindakan-tindakan keras pemerintah kolonial. Merupakan seorang tokoh yang menggagas pendirian Tentara Sukarela Muslimin di Jawa “Hizbullah”, yang kelak dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia memberikan sumbangsih yang besar.
  • Ikut andil dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan menjadikan pesantren Tebuireng menjadi markas para pejuang Islam.

 

7. Gubernur Surjo

Lahir: 9 Juli 1896 di Magetan, Jawa Timur.

Meninggal: 10 September 1948 di Bago,Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur.

Dimakamkan di: Jl. Salak, Magetan.

Surat Keputusan (SK): Tgl 17 November 1964, no Gubernur Surjo.

Jasa:

  • Gubernur Jawa Timur Pertama. Bupati Magetan. Residen Bojonegoro. Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI (DPA). Dengan Tegas Menolak Ultimatum Inggris dan memerintahkan rakyat Surabaya (Jawa Timur) berperang melawan Inggris yang diboncengi Belanda, dan terkenal sebagai Pertempuran 10 November 1945, selanjutnya diperingati sebagai Hari Pahlawan  RI.
  • Dalam pidatonya di radio, Gubernur Suryo memberikan pesan: “Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali. Juga sekarang dalam menghadapi ultimatum pihak Inggris, kita akan memegang teguh sikap ini. Kita tetap menolak ultimatum. Dalam menghadapi segala kemungkinan besok pagi, mari kita semua memelihara persatuan yang bulat antara Pemerintah, rakyat, TKR, Polisi dan semua badan-badan perjuangan pemuda dan rakyat kita. Mari kita sekarang memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga kita sekalian mendapat kekuatan lahir dan batin serta rahmat dan tauhid hidayah perjuangan. Selamat berjuang“.
  • Pada Juni 1947 Ia diangkat menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung berkedudukan di Yogyakarta.

 

8. Letjen. TNI. Anm. MT. Harjono

Lahir: 20 Januari 1924 di Surabaya, Jawa Timur.

Meninggal: 1 Oktober 1965 di LubangBuaya, Jakarta.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 05 Oktober 1965, no 111 / Koti / 1965.

Jasa:

  • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Letnan Jenderal Angkatan Darat, korban kebiadaban (dibunuh) Gerakan 30 September.
  • Letnan Jendral TNI Anumerta Mas Tirtodarmo Harjono, mengawali perjuangan militer dengan menjadi tantara PETA. Kecakapannya dalam menguasai bahasa Belanda, Inggris, dan Jerman membuatnya dipercayai sebagai Kepala Kantor Penghubung dan tahun 1945 ia dipindahkan ke Sekretariat Keamanan. Bulan Maret 1946 ia ditunjuk sebagai delegasi Republik Indonesia dalam perundingan dengan Inggris dan Belanda di Jakarta. Berbagai jabatan penting pernah diemban oleh Harjono, ia juga menjadi delegasi untuk KMB sebagai sekretaris.
  • Tahun 1950 ia diangkat sebagai atase militer pertama RI untuk Negeri Belanda dan pangkatnya menjadi Letnan Kolonel. Kemudian pada bulan Juli 1964 pangkatnya menjadi Mayor Jenderal dan memangku jabatan Menteri/Panglima Angkatan Darat.
  • MT. Harjono menjadi salah satu korban dalam peristiwa G30S/PKI dikarenakan penolakan terhadap pembentukan Agkatan Kelima. Ia meninggal akibat tembakan senjata dirumahnya dan mayatnya diangkut dan dimasukan ke Lubang Buaya. Barulah pada 5 Oktober 1965, jenazahnya dimakamkan dan pangkatnya dinaikan secara anumerta menjadi Letnan Jenderal.

 

9. Kopral KKO. Anm. Harun

Lahir: 4 April 1947 di Pulau Bawean,Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Meninggal: 17 Oktober 1968 di Singapura.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 17 Oktober 1968, no 050 / TK / 1968.

Jasa:

  • Salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi; kini disebut Marinir) Indonesia
  • Pejuang penegak revolusi Indonesia, dan juga pejuang pada masa Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia.
  • Memegang teguh sumpah prajurit hingga akhir hayatnya yang memperlihatkan ketinggian moril seorang prajurit yang dapat dicontoh oleh prajurit lainnya.

 

10. Jend. TNI. Basuki Rakhmat

Lahir: 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur.

Meninggal: 8 Januari 1969 di Jakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata, Jakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 9 Januari 1969, no 01 / TK / 1969.

Jasa:

  • Pada tahun 1944 ia masuk pendidikan calon Shodanco (komandan peleton) di Bogor dan kemudian diangkat sebagai  Shodanco dari Daidan (batalyon)Tentara PETA di Pacitan.
  • Setelah PETA dibubarkan, mantan Shodanco Basoeki Rachmat berada di Maospati, Pemuda Basuki melatih pemuda-pemuda Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan diangkat sebagai pimpinannya.
  • Setelah terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, Basoeki Rachmat membentuk batalyon TKR di Ngawi.
  • Pada saat perjuangan pembebasan Irian Barat, Basuki Rachmat diangkat sebagai Panglima Komando Daerah Militer  VIII  (KODAM  VIII/Brawijaya).
  • Pada tanggal 16 Oktober 1965 dengan pangkat Letnan Jenderal, Basoeki Rachmat ditunjuk sebagai Deputi Khusus (Desus) Pangad merangkap jabatan Pangdam VIII/ Brawijaya.
  • Pada masa Soekarno Basoeki Rachmatberperan dalam lahirnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Pada masa Soeharto ia menduduki jabatan Mendagri.

 

11. W.R. Supratman

Lahir: 9 Maret 1903 di Jatinegara, Jakarta, Indonesia.

Meninggal: 17 Agustus 1938 di Surabaya,Jawa Timur, Indonesia.

Dimakamkan di: Penjeran, Surabaya.

Surat Keputusan (SK): Tgl 20 Mei 1970, no 016 / TK / 1970.

Jasa:

  • W.R. Supratman memulai aktivitas pergerakannya melalui surat kabar. Ia sadar bahwa di dalam persuratkabaran dan pergerakan Indonesia bukan tempat untuk mencari gaji besar. Ia aktif di berbagai surat kabar untuk memberitakan terkait pergerakan nasional Indonesia.
  • W.R. Supratman merasakan gerak dan derap perjuangan Indonesia, yang menginspirasinya menggubah lagu-lagu perjuangan untuk menggairahkan dan semangat orang banyak, khususnya kaum pergerakan.
  • Ia menciptakan lagu  ”Indonesia  Raya” pada 1924 dan diperdengarkan pada penutupan Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Lagu Indonesia Raya diterima  baik oleh masyarakat khususnya dunia pergerakan kebangsaan. Setiap partai-partai politik mengadakan kongres,  lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.
  • Beberapa kali dipanggil pejabat-pejabat Belanda untuk menjelaskan lagu-lagu yang digubahnya, baik lagi kebangsaan Indonesia Raya, atau pu lagu-lagu perjuangan lainnya.
  • W.R. Supratman dengan semangat tingginya, tidak lagi menghiraukan kesehatannya dalam memperjuangkan bangsanya lewat lagu-lagu gubahannya. Ia wafat pada 17 Agustus 1938 dengan meninggalkan ciptaan- ciptaannya bermutu tinggi.

 

12. Marsda TNI. Anm. A. Halim Perdanakusuma

Lahir: 18 November 1922 di Sampang, Madura, Jawa Timur.

Meninggal: 14 Desember 1947 di Lumut, Perak, Malaysia.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata, Jakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 09 Agustus 1975, no 063 / TK / 1975.

Jasa:

  • Seorang tokoh Awal di Angkatan Udara RI yang bertugas sebagai Perwira Operasi, antara lain menembus blokade udara Belanda, mengatur siasat serangan udara atas daerah lawan,   operasi penerjunan pasukan di luar Jawa, penyelenggaraan operasi penerbangan dalam rangka pembinaan wilayah, membangun AURI khususnya di Sumatera.
  • Memiliki jasa yang besar dalam membina dan mengembangkan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).
  • Melatih pemuda-pemuda untuk menjadi penerbang Angkatan Udara RI. Segala pemikiran, kemampuan, serta pengalamannya, baik berupa teknik penerbangan, taktik perang udara, penguasaan navigasi pesawat  terbang  dan  sebagainya telah dimanfaatkan dan disumbangkan untuk membina Angkatan Udara Republik Indonesia.
  • Beliau gugur saat pesawatnya ditugaskan kembali ke Indonesia dengan menggunakan AVRON ANSON RI-003 untuk mengambil obat-obatan dan perlengkapan persenjataan.

 

13. Marsma TNI. Anm. R. Iswahyudi

Lahir: 15 Juli 1918 di Surabaya, Jawa Timur.

Meninggal: 14 Desember 1947 di Tanjung Hantu, Malaysia.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 09 Agustus 1975, no 063 / TK / 1975.

Jasa:

  • Tokoh Awal di Angkatan Udara.  Gugur saat perang mempertahankan kemerdekaan indonesia. Tenaga pendidik calon penerbang pasca kemerdekaan. Salah satu perwira andalan AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia).
  • Pada waktu Proklamasi Kemerdekaan bersama dengan pemuda-pemuda lain turut serta dalam pengambilalihan kantor-kantor pemerintah dari tangan Jepang. Ia memimpin sekelompok pemuda untuk menyerbu kantor Jawatan Kereta Api, menurunkan Bendera Jepang di kantor tersebut dan menaikkan bendera Merah Putih.
  • Sebagai pemuda yang pernah mendapat pendidikan terbang, iapun ikut mengamankan pesawat terbang dan peralatannya yang berhasil direbut dari tangan Jepang di Tanjung Perak.
  • Iswahyudi dan rekan-rekannya berhasil untuk menarik perhatian dalam meningkatkan minat kedirgantaran dengan cara diadakan demontrasi terbang di Pangkalan Udara Cibeureum, Tasikmalaya pada 10 Juli 1946. Dari Yogyakarta didatangkan lima buah pesawat Cureng untuk memeriahkan demontrasi ini.
  • Mendapat tugas khusus untuk menyelenggarakan hubungan udara dengan luar negeri. Tugas menyelenggarakan hubungan dengan luar negeri merupakan tugas yang cukup berat dan berbahaya. Pada waktu itu Belanda melakukan blokade yang ketat terhadap wilayah RI, baik di darat, di luar, maupun di udara.

 

14. Supriyadi

Lahir: 13 April 1925 di Trenggalek, Jawa Timur.

Meninggal: 1945 di Biltar, Jawa Timur (sebagianmenyatakan hilang, namun dipastikan gugur sebelum 17Agustus 1945).

Dimakamkan di: Tidak Diketahui.

Surat Keputusan (SK): Tgl 09 Agustus 1975, no 063 / TK / 1975.

Jasa:

  • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai Menteri Keamanan Rakyat dalam Kabinet Presidensial, tetapi digantikan oleh Imam Muhammad Suliyoadikusumo pada 20 Oktober 1945.
  • Pada Oktober 1943, Jepang mendirikan milisi PETA untuk membantu tentara Jepang menghadapi Sekutu. Supriyadi bergabung dengan PETA dengan pangkat shodancho atau komandan platon, dan setelah mengikuti pelatihan ditugaskan di Blitar, Jawa Timur. Ia ditugaskan mengawasi pekerja romusha. Penderitaan pekerja-pekerja tersebut mendorongnya untuk memberontak melawan Jepang.

 

15. Untung Suropati

Lahir: 1660 di Bali, Indonesia.

Meninggal: 5 Desember 1706 di Bangil,Jawa Timur, Indonesia.

Dimakamkan di: Tidak diketahui.

Surat Keputusan (SK): Tgl 4 November 1975, no 106 / TK / 1975.

Jasa:

  • Untung Surapati mengawali perjuangannya ketika ia meloloskan diri dari penjara dengan membawa teman-temannya. Dari sinilah perlawanan untung tehadap Belanda di mulai.
  • Bersama pasukannya mencegat dan membunuh patroli-patroli pasukan Belanda yang keluar dari benteng Tanjung Pura.  Aksi-aksi itu merupakan ancaman baru bagi Belanda, sehingga ada upaya Belanda untuk merekrut untung sebagai prajurit.
  • Menerima tawaran Belanda untuk menjadi prajurit dengan tujuan memperlajari cara-cara bertempur belanda. Untuk keluar setelah konflik dengan tantara Belanda.
  • Untung Surapati kemudian bergabung dengan Sultan Amangkurat II dari Mataram untuk melawan Belanda.
  • Pada tanggal 24 September 1684 dikejar oleh pasukan Belanda  pimpinan Jacob Couper  untuk ditangkap. Untung berhasil melepaskan diri. 
  • Untung Surapati pada 1886 terus melakukan perlawanan dengan Belanda yang dipimpin oleh Kapten Tack. Pertempuran ini dimenangkan oleh pasukan Untung dengan matinya Kapten Tack.

 

16. Dr. Ir. Soekarno

Lahir: 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur.

Meninggal: 21 Juni 1970 di RSPAD(Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta.

Dimakamkan di: Blitar, Jawa Timur.

Surat Keputusan (SK): Tgl 23 Oktober 1986, no 081 / TK / 1986.

Jasa:

  • Proklamator Kemerdekaan Indonesia.
  • Pendiri Partai Nasional Indonesia.
  • Pemrakarsa Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok.
  • Anggota BPUPKI, Ketua Panitia Perancang UUD dan Ketua PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
  • Pada 1925 Soekarno mendirikan dan menjadi Ketua Algemeene Studie Club (ASC) di Bandung, yaitu Perhimpoenan Pelajar/Mahasiswa yang berjiwa nasionalisme. Kemudian pada 1927 mendirikan Partai Nasional Indonesia, yang merupakan perhimpoenan yang sangat berani menentang penjajahan Belanda.
  • Soekarno ditangkap oleh Pemerintah Hindia Belanda karena dicurigai melakukan provokasi menentang pemerintah, dan dijatuhi hukuman penjara pada 22 Desember 1930 di Penjara Sukamiskin.
  • Pada 17 Agustus 1945 Soekarno bersama Muhammad Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dan kemudian diangkat menjadi Presiden pertama RI.

 

17. R.P. Soeroso

Lahir: 3 November 1893 di Porong, Sidoarjo,Jawa Timur.

Meninggal: 16 Mei 1981 di Jakarta,Indonesia.

Dimakamkan di: Mojokerto, Jawa Timur.

Surat Keputusan (SK): Tgl 23 Oktober 1986, no 082 / TK / 1986.

Jasa:

  • Raden Pandji Soeroso dapat dikatakan berpikiran maju dan pemberani. Sejak usia 15 tahun ia telah bergabung dalam perkumpulan Boedi Oetomo.
  • Pada tahun 1915 Ia diangkat menjadi Presiden Serikat Islam Probolinggo dan Krakasan. Gerakan yang dipimpin oleh Raden Pandji Soeroso ini menitikberatkan pada perbaikan ekonomi rakyat. Dalam tahun 1917 dipilih menjadi anggota gemeenterad Probolinggo. Ia termasuk pendiri Organisasi Kepegawaian yang pada waktu itu bernama Persatuan Vakbonden Pegawai Negeri (P.V.P.N.).
  • Di masa Pergerakan Nasional hingga Pendudukan Jepang, 1942, Ia menjadi anggota Volksraad. Dirinyalah yang pertama kali berpidato dalam sidang Volksraad yang mengkritik beleid Pemerintah Hindia-Belanda dan menolak diadakannya pajak Landrente di Sumatera Barat.
  • Pada masa Jepang, R.P. Soeroso pun tak lepas dari kegiatan-kegiatan perjuangan. Ia pernah menjadi ketua Putera daerah Malang dan duduk dalam Pusat barisan Pelopor di Jakarta, menjadi Ketua Hokokai sebagai pengganti Putera dan menjadi anggota Tjuo Sangi-ln di Jakarta.
  • Setelah Indonesia merdeka, R.P. Soeroso tetap menjadi pejuang melalui berbagai jabatan yang dipercayakan kepadanya. Ia pernah menjabat Gubenur Jawa Tengah, Anggota KNIP Pusat. Tahun 1946 Ia diangkat sebagai Komisaris Tinggi untuk daerah Solo dan Yogyakarta. Dari masa kabinet Moh. Nasir hingga tahun 1956 Ia menduduki beberapa Jabatan Menteri seperti Menteri Perburuhan, Menteri Urusan Pegawai, Kemudian Menteri Sosial dan Menteri Pekerjaan Umum. Ia juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia.

 

18. Mayjen. TNI (Purn). Prof. DR.Moestopo

Lahir: 13 Juli 1913 di Ngadiluwih, Kediri, JawaTimur.

Meninggal: 29 September 1986 diBandung, Jawa Barat, Indonesia.

Dimakamkan di: TMP. Cikutra Bandung.

Surat Keputusan (SK): Tgl 06 November 2007, no 066 / TK / Tahun 2007.

Jasa:

  • Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Dokter gigi Indonesia dan Pendidik. Penasehat Jenderal Sudirman.
  • Moestopo menempuh pendidikan tinggi di STOVIT (Sekolah Dokter Gigi) yang diselesaikannya pada tahun 1937. Ia kemudian membuka praktik sambal bekerja di STOVIT, dan pernah diangkat menjadi Wakil Direktur STOVIT.
  • Pada masa pendudukan Jepang Moestopo mengikuti pelatihan PETA, dan diangkat sebagai komandan kompi di Sidoarjo, dan kemudian menjadi komandon battalion di Gresik. Setelah PETA dibubarkan, Moestopo mendirikan Badan Kemanan Rakyat (BKR) Jawa Timur. Kemudian ia juga mengangkat dirinya sebagai Menteri Pertahanan At Interm Republik Indonesia.
  • Moestopo diangkat oleh Presiden sebagai Penasihat Agung Republik Indonesia dan diserahi tugas sebagai Panglima Markas Besar Pertempuran Jawa Timur. Ia juda dinagkat menjadi Komandan Kesatuan Reserve Umum (KRU).
  • Moestopo diangkat menjadi Kepala Kesehatan Gigi Angkatan Darat. ia dikaryakan menjadi Pembantu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun 1962 ia mendirikan Yayasa Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta yang dikenal Kampus Merah Putih.

 

19. Sutomo ( Bung Tomo )

Lahir: 3 Oktober 1920 di Surabaya, JawaTimur.

Meninggal: 7 Oktober 1981 di PadangArafah, Arab Saudi.

Dimakamkan di: Ngagel, Surabaya.

Surat Keputusan (SK): Tgl 06 November 2008, no 041 / TK / Tahun 2008.

Jasa:

  • Sutomo lebih dikenal dengan sapaan akrab Bung Tomo, adalah pahlawan yang sangat terkenal karena peranannya dalam membakar dan membangkitkan semangat rakyat untuk menentang kembalinya penjajah Belanda.
  • Sutomo merupakan Pejuang Kemerdekaan Indonesia, Jurnalis, Orator Ulung. Termasuk Pendiri Tentara Keamanan Rakyat. Mayor Jenderal TNI A D, Koordinator Bidang Informasidan Perlengkapan Perang untuk AD, AL, AU.
  • Sutomo adalah salah satu pemimpin yang menggerakkan Rakyat Surabaya dalam pertempuran melawan Inggris yang ditunggangi Penjajah Belanda (terutama 10 November 1945).
  • Pada bulan-bulan pertama sesudah Proklamasi, Bung  Tomo  melibatkan diri secara intensif dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ia ikut dalam proses pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan perebutan senjata dari  pasukan  Jepang. Ia juga membentuk badan perjuangan, yakni Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI).
  • Sutomo berhasil membangun pemancar radio sendiri, yakni Radio Pemberontakan yang berperan penting dalam pertempuran di Surabaya. 

 

20. Mr. H.R. Moehammad Mangoendiprodjo

Lahir: 5 Januari 1905 di Sragen.

Meninggal: 13 Desember 1988 di Bandar Lampung.

Dimakamkan di: Kalianda, Lampung.

Surat Keputusan (SK): Tgl 6 November 2014, no 115 / TK / Tahun 2014.

Jasa:

  • Seorang pamong praja yang memasuki dunia militer.
  • Penugasan sebagai pamong praja dimulianya pada masa Hindia Belanda dengan jabatan asisten wedana (camat) di daerah Jombang, Jawa Timur, dan berakhir sebagai residen di Lampung. Kemudian memasuki militer pada masa pendudukan Jepang sebagai Daindancho (Komandan Batalion) Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Buduran, Sidoarjo.
  • Perjuangan Mangoendiprojo berkaitan erat dengan revolusi di Surabaya pada 1945. Ia juga pernah menjadi bendahara Badan Keamanan Rakayat (BKR) Keresidenan Surabaya, anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia (BPKNI) Keresidenan Surabaya. Mangoendiprojo diangkat menjadi anggota staff Urusan Angkatan Darat.
  • Mangoendiprojo mempunyai andil besar dalam mengambil alih asset pribadi orang-orang Belanda yang tersimpan di Bank Escompto, uang tersebut digunakan untuk kepentingan perjuangan. Ia kemudian menjadi anggota Kontak Biro dan juga menjadi ketua Dewan Pertahanan Ri-Surabaya.Mangoendiprojo dipindahkan ke staf Kementerian Pertahanan, sebagai penasihat Menteri. Kemudian pada tahun 1948, ia diposisikan sebagai anggota militer luar formasi, dengan pangkat kolonel cadangan.
  • Sesudah pengakuan kedaulatan, ia dikembalikan ke profesi awal sebagai pamong praja. Kemudian tahun 1950 ia diangkat sebagai Bupati Ponorogo dan lima tahun kemudian menjadi Residen Lampung.

 

21. Sukarni Kartodiwirjo

Lahir: 14 juli 1916 di Desa Sumberdiran, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Meninggal: 7 Mei 1971.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 6 November 2014, no 115 / TK / Tahun 2014.

Jasa:

  • Sukarni adalah sosok yang mewakili kelompok muda agar pasangan Soekarno-Hatta secepatnya mem-proklamasikan kemerdekaan negara pada 17 Agustus 1945. Saat usia 14 tahun, dia sudah bergabung dengan organisasi perhimpunan Indonesia Muda. Sejak itulah, sikap pejuang, kritis, dan tanpa kompromi semakin muncul. Sampai ketika Sukarni didaulat menjadi Ketua Pengurus Besar Indonesia Muda.
  • Tahun 1934 Sukarni berhasil menjadi Ketua Pengurus Besar Indonesia Muda, sementara itu Belanda mulai mencurigainya sebagai anak muda militan. Tahun 1936 pemerintah kolonial melakukan penggerebekan terhadap para pengurus Indonesia Muda, tetapi Sukarni sendiri berhasil kabur
  • Sukarni membentuk Comite Van Aksi (panitia gerak cepat) pada 18 Agustus 1945 yang tugasnya menyebarkan kabar kemerdekaan ke seluruh Indonesia. Khusus untuk para pemudanya dibentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan untuk buruh dibentuk BBI (Barisan Buruh Indonesia) yang kemudian melahirkan laskar buruh dan laskar buruh wanita.
  • Sukarni menjabat sebagai ketua umum. Dia juga duduk sebagai anggota Badan pekerja KNI Pusat. Dalam pemilihan Umum yang pertama (1955) Sukarni terpilih sebagai anggota Konstituante.

 

22. K.H. Abdul Wahab Chasbullah

Lahir: 31 Maret 1888 di Jombang, Jawa timur.

Meninggal: Tahun 1971.

Dimakamkan di: Jombang, Jawa Timur.

Surat Keputusan (SK): Tgl 6 November 2014, no 115 / TK / Tahun 2014.

Jasa:

  • Tokoh pejuang pergerakan nasional hingga kontemporer. Ia menyebarkan gagasan kemerdekaan yang diperolehnya di Taswirul Afkar.
  • Ia mempunyai ketertarikan yang tinggi terhadap gagasan kemerdekaan dari para tokoh Sarekat Islam dan  mendirikan Sarekat Islam cabang Mekah.
  • Mendirikan organisasinya dengan menggunakan istilah kebangkitan dan tanah air, misalnya Nahdatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) dan madrasah Sjubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air), madrasah Nahdlatul Tujar (Kebangkitan Pedagang) dan Nahdatul Ulama (Kebangkitan Ulama).
  • Pada 1916 menjadikan rumahnya di Surabaya sebagai sekretariat organisasi Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) yang didirikannya bersama KH Mas Mansur dari Muhammadiyah.
  • Pada tahun 1926 ia menyelenggarakan Kongres al-Islam dan mendirikan Nahdaltul Ulama (Kebangkitan Ulama).
  • K.H. Abdul Wahab Chasbullah menjadi salah satu pimpinan Majelis Islam ‘Ala Indonesia (MIAI) yang berdiri pada 12 September 1937 di Surabaya.
  • K.H. Abdul Wahab Chasbullah pada tahun 1947 menjadi Rais Am (Ketua Umum) PBNU menggantikan KH Hasyim As’ari. 
  • K.H. Abdul Wahab Chasbullah membawa Partai NU tampil sebagai kekuatan penyeimbang antara Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Partai Komunis Indonesia (PKI).

 

23. Mas Isman

Lahir: 1 januari 1924 di Bondowoso, Jawa Timur.

Meninggal: tahun 1982.

Dimakamkan di: TPU Tanah Kusir.

Surat Keputusan (SK): Tgl 4 November 2015, no 116 / TK / Tahun 2015.

Jasa:

  • Mas Isman adalah seorang pejuang kemerdekaan yang menentang pemerintahan Hindia Belanda di Jawa Timur.
  • Pada 22 September 1945, pasukan perlajar dilantik oleh Sungkono di Sekolah Darmo, Surabaya. Mas ISman diangkat menjadi komandan BKR Pelajar Surabaya yang diresmikan pada 19 Oktobere 1945. Perjuangannya dimulai dengan pernyataan “Soempah Keboelatan Tekad” mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia.
  • Mas Isman kemudian menjadi pemimpin organisasi TRIP, selain berjuang mengangkat senjata, TRIP juga melakukan tugas-tugas kemasyarakatan yaitu meberikan penereangna dan penyuluhan mengenai kebersihan, kesehatan, pendidikan, dan kemerdekaan tanah air.
  • Mas Isman juga berkontribusi dengan mendirikan Koperasi Simpan-Pinjam Gotong Royong (Kosgoro) pada tanggal 10 November 1957. manjadi anggota delegasi RI untuk berunding di Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 1958 dan menjadi diplomat, kepala Perwakilan RI di Rangoon-Birma pada tahun 1959, Duta Besar di Bangkok – Thaiand (1960-1964) dan Kairo Mesir (1964-1967).
  • Selama menjabat sebagai anggota DPR/MPR RI selama 1978-1982, ia tetap aktif berkiprah dalam bidang organisasi kemasyarakatan, pendidikan (pendirian SMK dan sekolah Kosgoro) dan kemanusiaan.

 

24. Komjen Pol. (Purn) DR. H. M. Jasin

Lahir: 9 juni 1920 di Bau Bau, Button, Sulawesi Tenggara.

Meninggal: 3 Mei 2012 di Rumah Sakit Polri Soekamto.

Dimakamkan di: TMPNU Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 4 November 2015, no 116 / TK / Tahun 2015.

Jasa:

  • Aktif dalam perjuangan kemerekaan, memproklamasikan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia pada tanggal 21 Agustus1945. selain berkiprah di lingkungan kepolisian, jasin juga pernah diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan kemudian MPR.
  • Jasin mengikuti pendidikan kepolisian di Sekolah Polisi di Sukabumi. Selesai mengikuti pendidikan dengan pangkat Hoofd Agent, ia bertugas di Surabaya. Kemudian ia mengikuti pendidikan polisi ala Jepang yang bercirikan pendidikan militer. Kemudian Jasin ditempatkan di Gresik dan bertugas sebagai instruktur di Sekolah Polisi.
  • Setelah Indonesia merdeka ia terlibat akif dalam perjuangan kemerdekaan. Tindakan momentelanya ialah memproklamasikan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia.
  • Jasin juga berperan dalam perebutan senjata, diantaranya adalah perbutan senjata di Don Bosco, dan di markas Kempeitai. Jasin dan pasukannya ikut dalam pertempuran Surabaya yang berfungsi sebagai alat keamanan dan alat pertahanan.
  • Jasin juga merupakan Komandan Mobiele Brigade Besar (MBB) yang berganti nama menjadi Brigade Mobile (Brimob) berperan dalam menumpas PKI bersama TNI.

 

25. K.H.R. Asad Syamsul Arifin

Lahir: tahun 1897 di Mekkah, Saudi Arabia.

Meninggal: 4 Agustus 1990.

Dimakamkan di: Situbondo, Jawa Timur.

Surat Keputusan (SK): Tgl 3 November 2016, no 90 / TK / Tahun 2016.

Jasa:

  • KH.R. As’ad Syamsul Arifin merupakan seorang ulama besar sekaligus salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo.
  • KH.R. As’ad Syamsul Arifin menanamkan semangat perjuangan dan dakwah Islamiyah melalui barisan pelopor. Kemudian ia membentuk Hizbullah dan Syabilillah. 
  • Pada September dan awal Oktober 1945, Kyai As’ad memimpin pelucutan Pasukan Jepang di Garahan, Jember, Jawa Timur.
  • Pada 10 November 1945, ia membantu pertempuran di Surabaya dengan mengirim anggota pelopor dan pasukan Syabilillah Situbondo serta yang berasal dari Bondowoso ke daerah Tanjung Perak.
  • Pada masa revolusi fisik tahun 1945-1949, Kyai  As’ad  Syamsul  Arifin  memimpin  perang gerilya di beberapa daerah Karesidenan Besuki.
  • Pada tahun 1975, ia ikut mendirikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada tahun- tahun berikutnya sampai meninggal dunia tahun 1990, Kyai As’ad Syamsul Arifin lebih banyak mengembangkan pendidikan di pondok pesantren yang dipimpinnya.

 

26. K.H. Masjkur

Lahir: Singosari, Malang, 30 Desember 1898.

Meninggal: Jakarta, 18 Desember 1992.

Dimakamkan di: Singosari, Kabupaten Malang.

Surat Keputusan (SK): Tgl 7 November 2019, no 120/TK/ Tahun 2019.

Jasa:

  • Masjkur merupakan ulama pejuang yang menjadi pahlawan pejuang kemerdekaan yang berasal dari Malang Jawa Timur.
  • Reputasinya sebagai anggota NU, membuatnya pada masa pendudukan Jepang, Masjkur ditunjuk menjadi salah satu tokoh yang pelatihan kepemimpinan ulama di Cisarua.
  • Para ulama pada tahun 1943 mengusulkan kepada pemerintah militer Jepang agar umat Islam diberi kesempatan untuk ikut membela tanah air dengan dibentuk lascar khusus.
  • Menjelang Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Masjkur diangkat menjadi anggota Dokuritsyu Junbi Iin Kai (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Dewan ini bersidang mulai tanggal 18-22 Agustus 1945 yang menghasilkan pengesahan UUD 1945.
  • Aktivitas beliau berlanjut menjadi anggota PPKI hingga diangkat menjadi menteri agama pada cabinet Amir Syarifudin.
  • Masjkur  menjadi salah satu anggota Dewan Pertahanan Negara yang mewakili  Partai Masyumi.
  • K.H. Masjkur adalah salah seorang menteri yang lolos dari penangkapan Belanda. Ketika tentara hendak menangkapnya di rumah Terban Taman, K.H. Masjkur berhasil lolos lewat pintu belakang membawa puteranya Saiful Islam yang masih kecil, dan pergi meninggalkan Yogyakarta.
  • Masjkur bergerilya, ke timur, sampai Ponorogo, Trenggalek (Kec. Gandusari, Kec. Dongko, Kawedanan Panggul), bergabung dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Pertemuan itu sering dilukiskan sebagai pertemuan dua panglima, Masjkur sebagai panglima Hizbullah/Sabilillah, dan Soedirman sebagai Panglima TNI.
  • Selama bergerilya banyak kegiatan yang dilakukannya, antara lain memberikan  dorongan dan  semangat kepada rakyat untuk terus berjuang melawan Belanda mempertahankan kemerdekaan, kemudian  melakukan konsolidasi jajaran Departemen Agama dan membuat kebijakan-kebijakan yang perlu dilaksanakan oleh aparatnya. Selama perang gerilya itu Masjkur menjalankan  fungsi sebagai Menteri Agama PDRI Komisariat Jawa. Moto yang mendorong keberanian K.H. Masjkur terjun di bidang militer adalah `Isy kariman au mut syahidan (Hidup mulia atau mati syahid) Moto itu pula yang ditanamkan kepada para pejuang yang bernaung di bawah panji-panji Islam.

Sumber: direktoratk2krs.kemsos.go.id

 

Nama pahlawan nasional asal negara indonesia, dilut.com