Nama Pahlawan Nasional Asal Jawa Tengah

Pahlawan Nasional Asal Provinsi Jawa Tengah (Jateng)

 

1. KH. Samanhudi

Lahir: 1878 di Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.

Meninggal: 28 Desember 1956 diKlaten, Jawa Tengah.

Dimakamkan di: Sukoharjo, Jawa Tengah.

Surat Keputusan (SK): Tgl 09 November 1961, no 590 Tahun 1961.

Jasa:

  • Pejuang   Kemerdekaan Indonesia.
  • Pendiri dan Ketua Sarekat Dagang Islam (SDI). SDI merupakan organisasi yang pertama kali lahir di Indonesia, pada awalnya Organisasi yang dibentuk oleh Haji Samanhudi dan kawan-kawan ini adalah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang politik Belanda.
  • K.H. Samanhudi Bersama R.M. Umar Said Cokroaminoto mengusulkan agar keanggotaan SDI tidak terbatas pada kaum dagang saja. Maka perkataan dagang dalam nama perkumpulan SDI sehingga menjadi Sarekat Islam disingkat SI.
  • Ketua Kehormatan SI (Sarekat Islam).
  • Pendiri Barisan Pemberontak Indonesia Cabang Solo dan Gerakan Persatuan Pancasila untuk melawan Belanda, serta membentuk laskar Gerakan Kesatuan Alap- alap.

 

2. Jend. Gatot Subroto

Lahir: 10 Oktober 1907 di Banyumas, Jawa Tengah.

Meninggal: 11 Juni 1962 di Jakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: Ungaran Timur, Semarang.

Surat Keputusan (SK): Tgl 18 Juni 1962, no 222 Tahun 1962.

Jasa:

  • Tokoh perjuangan militer Indonesia dalam merebut kemerdekaan.
  • Panglima Tentara  &  Teritorium (T&T) IV Diponegoro.
  • Wakil Staff Kepala Angkatan Darat.
  • Bersama- sama dengan BKR (Badan  Keamanan  Rakyat), ia aktif berunding dengan komandan militer Jepang dalam usaha memperoleh senjata.
  • Melahirkan gagasan untuk mendirikan sebuah akademi militer gabungan yang telah terwujud dalam bentuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

 

3. Sukarjo Wiryopranoto

Lahir: 5 Juni 1903 di Kesugihan, Cilacap, JawaTengah.

Meninggal: 23 Oktober 1962 di kota New York, negara Amerika Serikat.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 18 Juni 1962, no 222 Tahun 1962.

Jasa:

  • Perintis Kemerdekaan Indonesia.
  • Pendiri Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) bersama dr. Soetomo.
  • Anggota Volksraad.
  • Sekretaris Gabungan Politik Indonesia (Gapi).
  • Memimpin surat kabar Asia Raya.
  • Pembina majalah Mimbar Indonesia.
  • Duta Besar di Italia, Vatikan, RRC.
  • Wakil Tetap Indonesia di PBB
  • Pada 1937, Sukardjo Wirjopranoto diangkat menjadi anggota Dewan Rakyat, wakil dari Budi Utomo.
  • Sukardjo Wirjopranoto aktif pula di Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Pada 1939, GAPI melancarkan perjuangan dengan semboyan “Indonesia Berparlemen”. GAPI juga berhasil menyelenggarakan Kongres Rakyat Indonesia di Jakarta
  • Pada 1943 ia juga ditunjuk sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, ia diangkat sebagai juru bicara Kabinet Syahrir.

 

4. MGR.A. Sugyopranoto SJ

Lahir: 25 November 1896 di Surakarta, Jawa Tengah.

Meninggal: 22 Juli 1963 di Steyl, negara Belanda.

Dimakamkan di: TMP Giri Tunggal, Semarang.

Surat Keputusan (SK): Tgl 26 Juli 1963, no 152 Tahun 1963.

Jasa:

  • Seorang Patriot dan Nasionalis sejati. Beliau dipuji karena kekuatannya selama pendudukan Jepang dan revolusi nasional.  
  • Pidato Soegijapranata saat Kongres Katolik Seluruh Indonesia di Semarang tahun 1954, mengatakan, jika kita merasa sebagai orang Kristen yang baik, kita semestinya juga menjadi seorang patriot yang baik.

 

5. DR. Sahardjo, SH

Lahir: 26 Juni 1909 di Solo, Jawa Tengah.

Meninggal: 13 November 1963 di Jakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 29 November 1963, 245 Tahun 1963.

Jasa:

  • Tokoh penting dalam reformasi hukum di Indonesia. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia ke-11. Hasil buah pemikirannya yang penting adalah Undang-undang Warga Negara Indonesia tahun  1947 dan Undang-undang Pemilihan Umum tahun 1953.
  • Sahardjo menciptakan istilah ‘Narapidana’ sebagai penganti ‘orang terhukum’. Istilah penjara diganti menjadi ‘pemasyarakatan’. Dan  mencetuskan lambang Departemen Kehakiman yaitu pohon beringin sebagai lambang pengayoman (Perlindungan)
  • Sahardjo juga yang mengusulkan lambang Kehakiman dan Kejaksaan menggunakan gambar pohon beringin, bukan Dewi Keadilan yang akrab dengan timbangan, pedang, dan mata tertutupnya, pohon Beringin dinilai lebih sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia
  • Hasil pemikiran Sahardjo membawa penjelasan mengenai hakikat Negara Republik Indonesia. Penjelasan itu menolak pendapat bahwa Negara RI hadiah Koferensi Meja Bundar (KMB) antara Belanda dengan Indonesia.

 

6. R.A. Kartini

Lahir: 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah.

Meninggal: 17 September 1904 diRembang, Jawa Tengah.

Dimakamkan di: Bulu, Rembang.

Surat Keputusan (SK): Tgl 02 Mei 1964, no 108 Tahun 1964.

Jasa:

 

7. Dr. Ciptomangunkusumo

Lahir: 1886 di Pecangakan, Ambarawa, Semarang.

Meninggal: 8 Maret 1943 di Jakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: Ambarawa, Semarang.

Surat Keputusan (SK): Tgl 02 Mei 1964, no 109 Tahun 1964.

Jasa:

  • Cipto Mangunkusumo adalah seorang dokter, wartawan sekaligus pejuang  pergerakan nasional kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Ernest Douwes Dekker da Ki Hadjar Dewantara ia dikenal sebagai “Tiga Serangkai”.
  • Ia banyak menyebarkan semangat nasionalisme kebangsaan Indonesia pada generasi muda pergerakan nasional Indonesia ketika itu.
  • Cipto Mangunkusumo aktif memberikan pengobatan kepada rakyat kecil sehingga ia dijuluki sebagai Dokter Jawa yang berbudi.
  • Disamping bekerja sebagai dokter, ia banyak menulis di surat kabar Belanda de Locomotief, terbitan Semarang.  Tulisannya  mengeritik dan menyerang pemerintah tentang cara memerintah yang feodalistik hingga rakyat makin melarat dan bodoh.
  • Bersama dengan dr Soetomo mereka mendirikan organisasi Boedi Oetomo yang bergerak dibidang pengumpulan beasiswa.
  • Dalam Kongres Boedi Oetomo yang diselenggarakan pada 3 dan 4 Oktober 1908 di Yogyakarta, Cipto Mangunkusumo mengusulkan agar Boedi Oetomo dijadikan sebagai organisasi politik
  • Pada tahun 1913 Ia menulis harian De Express, 26 Agustus 1913 yang berjudul ”Kracht of Vrees” (Kekuatan atau Ketakutan). Akibat tulisannya tersebut ia diasingkan oleh Pemerintah Hindia-Belanda.

 

8. Alimin

Lahir: 1889 di Solo, Jawa Tengah, Indonesia.

Meninggal: 24 Juni 1964 di Jakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 26 Juni 1964, no 163 Tahun 1964.

Jasa:

  • Alimin merupakan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia.
  • Sejak remaja Alimin aktif dalam pergerakan nasional. Ia pernah menjadi anggota Budi Utomo, Sarekat Islam, Insulinde. Sebelum bergabung dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), ia juga salah seorang pendiri Sarekat Buruh Pelabuhan yang dahulunya disebut Sarekat Pegawai Pelabuhan dan Lautan.
  • Alimin diberi penghargaan oleh negara mengingat jasa-jasanya sebagai pemimpin pergerakan nasional dimasa lalu guna mencapai kemerdekaan nusa dan bangsa.

 

9. Dr. Muwardi

Lahir: 1907 di Pati, Jawa Tengah.

Meninggal: 13 Oktober 1948 di Surakarta(Solo), Jawa Tengah.

Dimakamkan di: Tidak Diketahui.

Surat Keputusan (SK): Tgl 04 Agustus 1964, no 190 Tahun 1964.

Jasa:

 

10. Sri Susuhunan Pakubuwono VI

Lahir: 26 April 1807 di Surakarta, Jawa Tengah.

Meninggal: 2 Juni 1849 di Ambon,Maluku, Indonesia.

Dimakamkan di: Imogiri, Bantul.

Surat Keputusan (SK): Tgl 17 November 1964, no 294 Tahun 1964.

Jasa:

  • Raja Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1823 s/d 1830.
  • Merupakan Pendukung Perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Pasukan Kolonial Belanda
  • Sri Susuhunan Pakubuwono VI lahir dengan nama asli Raden Mas Sapardan di Surakarta pada tanggal 26 April 1807. Dia merupakan keturunan dari Sri Susuhan Pakubuwana V dengan istrinya Raden Ayu Sosrokusumo yang memiliki darah keturunan dari Ki Juru Martani.
  • Pakubuwana VI naik tahta tanggal 15 September 1823, selang sepuluh hari setelah kematian ayahnya.

 

11. Jenderal Sudirman

Lahir: 24 Januari 1916 di Purbalingga, Jawa Tengah.

Meninggal: 29 Januari 1950 diMagelang, Jawa Tengah.

Dimakamkan di: Kusuma Negara, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 10 November 1964, no 314 Tahun 1964.

Jasa:

  • Pejuang Kemerdekaan Indonesia.
  • Pada tanggal 12 November 1945, dalam sebuah pemilihan untuk menentukan panglima besar TKR di Yogyakarta, Soedirman terpilih menjadi panglima besar.
  • Pada 15 Desember 1945 Soedirman memimpin pertempuran Ambarawa, yang membuat Sekutu mundur dari Ambarawa ke Semarang. Dengan prestasinya itu Soedirman menjadi Panglima Besar TKR dengan pangkat Jenderal.
  • Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Soedirman pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Ia ditugaskan untuk mengawasi proses penyerahan diri tentara Jepang di Banyumas, yang dilakukannya setelah mendirikan divisi lokal Badan Keamanan Rakyat.
  • Pada tanggal 19 Desember 1948, beberapa hari setelah Soedirman keluar dari rumah sakit, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Pada saat pemimpin-pemimpin politik berlindung di kraton sultan, Soedirman, beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan.

 

12. Jenderal Urip Sumohardjo

Lahir: 22 Februari 1893 di Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia.

Meninggal: 17 November 1948 di Yoyakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: Kusuma Negara, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 10 November 1964, no 314 Tahun 1964.

Jasa:

  • Pejuang Kemerdekaan Indonesia.
  • Pemimpin Tentara Keamanan Rakyat RI yang Pertama (sebelum Sudirman).
  • Membentuk Angkatan Perang Nasional Indonesia yang pertama.
  • Penasehat Wakil Presiden (merangkap Menteri Pertahanan).
  • Urip merupakan tantara KNIL yang tidak menyetujui semua tindakan pemerinta jajahan termasuk dikriminasi.
  • Urip menjadi peletak dasar-dasar berkembangnya TKR (Tentara Keamanan Rakyat) yang menjadi ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).
  • Urip Sumoharjo diangkat menjadi jenderal anumerta dan dianugerahi Bintang Sakti, Bintang Mahaputera, dan Bintang Republik Indonesia.

 

13. Prof. DR. Supomo, SH

Lahir:22 Januari 1903 di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Meninggal: 12 September 1958 diJakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: Lawean, Surakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 14 M e i 1965, no 123 Tahun 1965.

Jasa:

  • Soepomo dikenal sebagai arsitek Undang-undang Dasar 1945, bersama dengan Muhammad Yamin dan Soekarno.
  • Di tahun 1927, Soepomo resmi menyandang gelar Doktor dengan disertasinya yang berjudul Reorganisatie van het Agrarisch Stelsel in het Gewest Soerakarta (Reorganisasi sistem agraria di wilayah Surakarta). Dalam disertasi tersebut, Soepomo mengupas sistem agraria tradisional di Surakarta dan menganalisis hukum-hukum kolonial yang berkaitan dengan pertanahan di wilayah Surakarta secara tajam, namun dengan bahasa yang halus dan tidak langsung.

 

14. Jenderal TNI Anm. A. Yani

Lahir: 19 Juni 1922 di Purworejo, Jawa Tengah.

Meninggal: 1 Oktober 1965 di LubangBuaya, Jakarta.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 05 Oktober 1965, no 111 / Koti / 1965.

Jasa:

  • Pernah menjadi Panglima Staf Komando Angkatan Darat (KSAD).
  • Pada masa mempertahankan kemerdekataan Ahmad Yani beserta pasukannya berhasil memukul mundur pasukan sekutu sampai ke Ambara pada19 Oktober 1945 di Semarang.
  • Pada tahun 1948 semasa Ahmad Yani menjabat sebagai Komandan Brigade Diponegoro, negara dirongrong oleh PKI dibeberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ahmad Yani berperan dalam mengirimkan Batalyon Suryosumpeno untuk menumpas pasukan pemberontak di daerah sekitar Purwodadi dan Grobogan.
  • Saat terjadi Agresi Militer Belanda II 19 Desember 1948. Kota Magelang, tempat kedudukan Brigade Yani, diserang Belanda dari tiga jurusan, yakni dari Yogyakarta, Ambarawa dan Punvorejo. Kota ini terkepung, tetapi Yani tidak panik. Ia memerintahkan anak buahnya membumihanguskan Magelang.
  • Ahmad Yani dan pasukannya berhasil menumpas Gerakan DI/TII di Daerah sekitar Brebes dan Pekalongan.
  • Ia menjadi salah satu korban dalam peristiwa G30 S/PKI.

 

15. Letjen. TNI. Anm Suprapto

Lahir: 20 Juni 1920 di Purwokerto, JawaTengah.

Meninggal: 1 Oktober 1965 di LubangBuaya, Jakarta.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 05 Oktober 1965, no 111 / Koti / 1965.

Jasa:

  • Letnan Jenderal Angkatan Darat, korban kebiadaban (dibunuh) Gerakan 30 September PKI. Ajudan Jenderal Sudirman, turut dalam pertempuran Ambarawa.
  • Kepala Staf Tentara dan Teritorial (T&T) IV/Diponegoro.
  • Deputy Kepala Staf Angkatan Darat wilayah Sumatera.
  • Di awal kemerdekaan, ia merupakan salah seorang yang turut serta berjuang dan berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap. Selepas itu, ia kemudian masuk menjadi anggota Tentara Keamanan Rakyat di Purwokerto.
  • Selama di Tentara Keamanan Rakyat (TKR), ia mencatatkan sejarah dengan ikut menjadi salah satu yang turut dalam pertempuran di Ambarawa melawan tentara Inggris. Ketika itu, pasukannya dipimpin langsung oleh Panglima Besar Sudirman. Ia juga salah satu yang pernah menjadi ajudan dari Panglima Besar tersebut.

 

16. Letjen. TNI. Anm. S. Parman

Lahir

Meninggal

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 05 Oktober 1965, no 111 / Koti / 1965.

Jasa:

  • Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman atau yang lebih dikenal dengan nama S. Parman merupakan salah satu pahlawan revolusi Indonesia dan tokoh militer Indonesia. S. Parman meninggal dunia setelah terbunuh pada peristiwa G30S PKI. S. Parman kemudian mendapatkan gelar Letnan Jenderal Anumerta
  • Setelah Indonesia merdeka, Parman memilih dunia militer sebagai tempat pengabdiannya pada negara. ia bergabung dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) cikal bakal dari TNI (Tentara Nasional Indonesia).
  • Selama Agresi Militer II, Parman ikut bergerilya di luar kota. Usai agresi, Parman sempat mengenyam pendidikan di Koninklijke Militaire Academie (semacam AKMIL) di Breda, Belanda.

 

17. Mayjen. TNI.Anm. S. Siswomihardjo

Lahir: 28 Agustus 1922 di Kebumen, Jawa Tengah.

Meninggal: 1 Oktober 1965 di LubangBuaya, Jakarta.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 05 Oktober 1965, no 111 / Koti / 1965.

Jasa:

  • Sutoyo Siswomiharjo merupakan pahlawan anumerta yang meninggal akibat keganasan PKI Gerakan 30 September PKI 1965.
  • Sutoyo Siswomiharjo pada masa revolusi bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian berubah menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat) terbentuk pada tanggal 5 Oktober 1945. Ia memilih TKR bagian Polisi Tentara dengan pangkat Letnan dua. Pada November 1946, ia menjadi  Kepala Bagian Organisasi Polisi Tentara Resimen 2 Purworejo. Kemudian dipindah ke Yogyakarta sebagai Kepala Staf CPM (Corps Polisi Militer), nama baru Polisi Tentara. Ia dipindahkan ke Sala untuk memangku jabatan sebagai Komandan CPM Detasemen 3 Surakarta.
  • Pada tahun 1950  Ibu Kota pindah ke Jakarta, Sutoyo Siswomiharjo menjabat sebagai Komandan Batalyon CPM di Jakarta. Operasi inteljen CPM yang dipimpin nya berhasil membongkar rencana APRA yang akan menculik beberapa menteri. 
  • Sutoyo Siswomiharjo pada  1954  menjadi Kepala Staf Markas Besar CPM dengan pangkat Mayor dan pada tahun yang sama ia diangkat menjadi perwira yang diperbantukan pada  Staf Umum Angkatan Darat. 
  • Sutoyo Siswomiharjo pada  18 Desember 1960 diangkat sebagai  Inspektur Kehakiman Angkatan Darat (Irkeh AD) dengan pangkat Kolonel. Dengan jabatan itu ia menjadi perwira yang di sasar PKI untuk dibunuh pada peristiwa Gerakan 30 September 1965.

 

18. Supeno

Lahir: 12 Juni 1916 di Kota Pekalongan, JawaTengah.

Meninggal: 24 Februari 1949 di Ganter,Ngliman, Sawahan, Nganjuk, Jawa Timur.

Dimakamkan di: TMPN Kusuma Negara, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 13 Juli 1970, no 039 / TK / 1970.

Jasa:

  • Pejuang  Kemerdekaan
  • Dengan berdirinya perkumpulan pemuda berasas kebangsaan Indonesia Muda cabang Tegal pada medio 1932 silam, Supeno ikut terlibat aktif sebagai ketuanya. Supeno terus bergeliat menjadi seorang aktivis yang memperjuangkan kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia
  • Supeno menjadi anggota Persatuan Pelajar Pelajar Indonesia. Ketika Jepang masuk ke Indonesia, Supeno berkenalan dengan Mr Sumarwan, Sujoko Hadipranoto dan Subadio Sastrosatomo, yang berasal dari tokoh Partai Sosialis Indonesia (PSI).
  • Supeno ditunjuk Hatta sebagai menteri pemuda dan pembangunan dalam kabinet tersebut. Setelah Yogyakarta jatuh, Supeno ikut bergerilya dan memberikan perlawanan.
  • Supeno sangat aktif di Partai Sosialis yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang didirikan Sutan Syahrir.
  • Gugur/meninggal tanggal 24 Februari 1949 saat berperang melawan Belanda pada Agresi Militer Belanda ke 2.

 

19. Laksda TNI. Anm. Jos Sudarso

Lahir: Selasa Kliwon, 24 November 1925 di Salatiga, Jawa Tengah.

Meninggal: Senin Legi, 15 Januari 1962 di Laut ArafuraKepulauan Aru, Indonesia.

Dimakamkan di: Tidak diketahui.

Surat Keputusan (SK): Tgl 06 November 1973, no 088 / TK / 1973.

Jasa:

  • Pasca kemerdekaan Indonesia Yos Sudarso bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat Laut atau BKR Laut, yaitu cikal bakal TNI-AL.
  • Pada tanggal 3 Maret 1946 ikut ekspedisi maritim dengan kapal Sindoro dan Semeru untuk mengobarkan semangat Proklamasi Kemerdekaan di Maluku. 
  • Pada masa agresi militer Belanda bergerilya disekitar Yogyakarta dan sesudah KMB, pada Oktober 1949, diperbantukan pada Kepala Staf Angkatan Perang di Yogyakarta.
  • Pada April 1950  memimpin korvet ”Banteng” dalam  operasi di perairan Maluku Selatan untuk menumpas Pemberontakan RMS.
  • Jos Soedarso pada  1957  pergi ke Italia untuk mengawasi pembuatan kapal perang ”RI Pattimura” di Livorno, Italia membawa kapal tersebut ke Indonesia.
  • Yos Sudarso telah mengorbankan nyawanya untuk republik dan demi menyelamatkan rekan-rekannya. KRI Macan Tutul tenggelam bersama 24 orang yang ikut bersamanya sebagai kusuma bangsa. Sedangkan 53 orang yang selamat dijadikan tawanan oleh Belanda.

 

20. Prof. DR. R. Suharso

Lahir: 13 Mei 1912 di Ampel, Boyolali, JawaTengah.

Meninggal: 27 Februari 1971 di Rumah Jl.Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah.

Dimakamkan di: Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Surat Keputusan (SK): Tgl 06 November 1973, 088 / TK / 1973.

Jasa:

  • Pejuang Kemanusiaan.
  • Dokter ahli bedah.
  • Bapak Orthopaedic Indonesia.
  • Pendiri Pusat Rehabilitasi penderita cacat jasmani di Surakarta, Jawa Tengah. Pelopor Medis di Bidang Prostesis  (kaki dan tangan tiruan). Pendiri Rumah Sakit Ortopedi dan Yayasan Pemeliharaan Anak-anak Cacat di Surakarta.
  • Sesudah Indonesia merdeka, ia menyumbangkan tenaga membantu perjuangan dengan merawat para korban pertempuran. Diantara para korban itu banyak yang kehilangan tangan atau kaki. Suharso merasa iba melihatnya dan tidak ingin mereka kehilangan semangat hidup, terlebih mereka telah berjuang demi bangsa dan negara. Beliau kemudian mencoba membuat tangan dan kaki buatan.
  • Pada tahun 1950 ia berangkat ke Inggris untuk mendalami ilmu prothese. Sekembalinya dari luar negeri ia diangkat menjadi Pemimpin Umum Usaha Prosthese. Setahun kemudian Soeharso mendirikan dan menjadi Supervisor Rehabilitasi Centrum Penderita Cacat Tubuh di Surakarta. Perjuangannya makin berkembang. Pada tahun 1953 ia mendirikan Rumah Sakit Orthopedie di Surakarta, berikut Yayasan Pemeliharaan Anak-Anak Cacat.

 

21. Nyi Ageng Serang

Lahir: 1752 di Serang, Purwodadi, Jawa Tengah.

Meninggal: 1828 di Yogyakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: Kulon Progo, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 13 Desember 1974, 084 / TK / 1974.

Jasa:

  • Raden Adjeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi atau biasa dikenal sebagai Nyi Ageng Serang. Salah satu Panglima Perang melawan Kolonial Belanda pada Perang Diponegoro. Penasehat siasat perang Pangeran Diponegroro. Puteri Panembahan Notoprojo. Keturunan Sunan Kalijaga, Nenek moyang Ki Hajar Dewantara.
  • Kustiyah mewarisi darah juang dan kepahlawanan dari ayah dan leluhirnya. Ia berdarah patriotic, anti penjajah dan anti pengaruh asing yang merugikan. Ia akan berjuang terus untuk membela rakyat, akibatnya ia ditangkap. Namun atas permintaan Sultan Hamengku Buwono II ia diserahkan dan tinggal di kraton Yogyakarta.
  • Nyi Ageng meminta untuk dikembalikan ke Serang, menikah dan mempunyai anak dan keturunannya. Cucunya yaitu R.M Papak diperintahkan untuk membantu Diponegoro berjuang dengan mengerahkan rakyat bersama pasukan serang.
  • Atas prakasa Nyi Ageng yang sudah berusia 73 tahun diadakan pasukan khusus yang bertugas geriliya disebut pasukan “Sesabet”. Siang dan malam ia berpikir dan berisasat untuk kemenangan pasukan Diponegoro. Selendang Nyi Ageng yang dikobarkan dipercaya sebagai pusaka saktii yang mampu mengobarkan semangat rakyat.

 

22. Pangeran Sambernyowo ( KGPAA Mangkunegoro I )

Lahir: 7 April 1725 di Kraton Kartasura, JawaTengah.

Meninggal: 28 Desember 1795 di Surakarta, Jawa Tengah.

Dimakamkan di: Karang Anyar, Surakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 17 Agustus 1988, 048 / TK / 1988.

Jasa:

  • Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I atau lebih dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Julukan Pangeran Sambernyawa diberikan VOC, karena dalam setiap peperangan selalu membawa kematian bagi lawannya merupakan Praja Mangkunegaran, Pendiri Istana Mangkunegaran.
  • Pangeran Sambarnyawa memimpin perjuangan melawan penjajah Belanda di Jawa Tengah. Dikenal dekat dengan rakyat. Perjuangan Raden Mas Said menentang kekuasaan Belanda tidak dapat dipisahkan dari kericuhan yang terjadi di Kerajaan Mataram pada pertengahan abad ke 18.
  • Kesempatan untuk melawan Belanda terbuka ketika pada tahun 1740 di Kartosuro terjadi perlawanan rakyat terhadap Belanda.
  • Untuk melawan Pangeran Sambarnyawa Belanda melakukan politik adu domba. Ia terpaksa menghadapi pasukan Surokarto dan Ngayogyakarto yang didukung oleh pasukan Belanda.
  • Akhirnya perjuangan berakhir dengan ditandatangani perjanjian salatiga.

 

23. Hj. Fatimah Siti Hartinah Suharto

Lahir: 23 Agustus 1923 di Desa Jaten, Surakarta(Solo), Jawa Tengah.

Meninggal: 28 April 1996 di Rumah SakitGatot Subroto, Jakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: Astana Giribangun, Karang Anyar.

Surat Keputusan (SK): Tgl 30 Juli 1996, 060 / TK / 1996.

Jasa:

  • Fatimah Siti Hartinah Soeharto untuk pengabdiannya kepada bangsa dan negara pernah menjabat berbagai jabatan kenegaraan antara lain, Ketua Umum Ria Pembangunan, Penasehat Utama Dharma Wanita, Penasehat Utama Dharma Pertiwi, Penasehat Utama Persit Kartika Chandra Kirana, Penasehat   Utama   Persatuan   Isteri    Veteran RI (PIVERI),  Pendiri/Ketua  Yayasan  Kartika Jaya, Pelindung Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), Pelindung Yayasan Kartini, Pelindung Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (HIPRADA), Pelindung Persatuan Wanita Republik Indonesia (PERWARI), Pelindung Yayasan Jantung Indonesia.
  • Fatimah Siti Hartinah Soeharto telah aktif dibidang keorganisasian sejak remaja dengan aktif di dalam Kepanduan (Pramuka).
  • Fatimah Siti Hartinah Soeharto, pada masa pendudukan Jepang, menjadi anggota Fujinkai. 
  • Fatimah Siti Hartinah Soeharto memprakarsai pendirian Perpustakaan Nasional sebagai upaya peningkatan minat baca generasi penerus bangsa.
  • Fatimah Siti Hartinah memprakarsai pembangunan Taman Bunga, Taman Anggrek serta Taman Buah sebagai wujud perhatiannya untuk  meningkatkan kesejahteraan petani khususnya petani bunga dan buah-buahan.

 

24. Jend. TNI. Keh. GPH. Djatikusumo

Lahir: 1 Juli 1917 di Surakarta, JawaTengah.

Meninggal: 4 Juli 1992 di Jakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 6 November 2002, 073 / TK / 2002.

Jasa:

  • Prajurit dan Pejuang dari Keraton Surakarta.
  • Kepala Staf TNI Angkatan Darat yang pertama.
  • Duta  Besar RI.
  • Menteri Kebudayaan dan Pariwisata yang pertama.
  • Menteri  Perhubungan.
  • Prajurit dan Pejuang dari Keraton Surakarta.
  • Mendaftarkan diri sebagai tentara PETA tahun 1943-1944 dan mengikuti pendidikan perwira di Bogor, selesai pendidikan KGPH. Djatikusumo diangkat sebagai Komandan Cudar I Daida I Tentara PETA di  Surakarta- Jawa Tengah.
  • Membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) Surakarta dan kemudian menjabat Komandan Batalyon Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada November 1943 diangkat sebagai Panglima Divisi Infantri IV – TKR bermarkas di Salatiga dengan pangkat mayor jenderal.
  • Pada 1946 Djatikusumo memprakarsai Sekolah Opsir cadangan di Salatiga yang merupakan perpaduan antara pendidikan perwira cadangan dengan pendidikan umum sekolah menengah pelayaran khusus militer. Sewaktu menjabat Direktur Zeni Angkatan Darat, Djatikusumo mendirikan Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) yang dimaksudkan untuk mengisi kekurangan tenaga teknik yang kompeten  di lingkungan TNI-AD.

 

25. KH. Akhmad Rifai

Lahir: 12 November 1786 di Tempuran, Kendal, Jawa Tengah.

Meninggal: 4 Agustus 1870 di Manado, Sulawesi Utara.

Dimakamkan di: Tondano Timur, Minahasa.

Surat Keputusan (SK): Tgl 5 November 2004, 089 / TK / 2004.

Jasa:

  • Ahmad Rifai adalah pemikir Islam dan Penulis terkenal karena sikap anti penjajah Belanda. Ia belajar agama dengan kakak iparnya Kyai Asyari ulama dan pendiri Pondok Pesantren Kaliwungu. Saat muda ia keliling dan menyampaikan masalah agama, sosial masyarakat, pemahaman terhadap kemerdekaan dan anti kolonial. Rifai kemudian dipenjara dan pada 1810 ia keluar dan menunaikan ibadah haji kemudian bermukim dan selama 20 tahun belajar agama.
  • Tahun 1836 ia kembali ke tanah air dan menjadi ustad di pondok peantren Kaluwungu, Tahun 1823 dikucilkan dan ditempatkan di kalisalak, Batang, Jawa Tengah. Di Kalisalak ia dengan nyaman melaksanakan pengajaran dan mengkader santrinya dengan mendirikan pesantren sendiri. Ia juga menulis beberapa kitab denga tulisan pegon, lebih dari 60 buku/kitab yang merupakan gabungan ilmu-ilmu agama.
  • Ia berdakwah dan mengobarkan melalui syair-syair semangat anti penjajah. K.H. Ahmad Rifai juga memplopori gerakan sosial keagamaan Jamaah Rifaiyah Tarjumah di Pekalongan, mendirikan Lembaga Pendidikan, ia kemudian di asingkan ke Manado hingga akhir hayatnya.

 

26. R.M. Tirto Adhi Soerjo

Lahir: 1880 di Blora, Jawa Tengah.

Meninggal: 7 Desember 1918 di Jakarta, Indonesia.

Dimakamkan di: Tanah Sareal, Bogor.

Surat Keputusan (SK): Tgl 3 November 2006, no 085 / TK / 2006.

Jasa:

  • R.M. Tirto Adhi Soerjo dikenal sebagai pahlawan nasional yang berjuang melalui jalur media.
  • Pada tahun 1894-1895 (pada usia 14s/d15 tahun), R.M. Tirto Adhi Soerjo sudah mengirimkan berbagai tulisan ke sejumlah surat kabar terbitan Betawi.
  • Pada tahun 1888-1897, R.M. Tirto Adhi Soerjo mulai membantu Chabar Hindia-Belanda. Selanjutnya ia membantu Pewarta Betawi pada tahun 1884-1916. R.M. Tirto Adhi Soerjo kemudian menjadi pembantu tetap Pewarta Priangan,
  • Pada tahun 1903, R.M. Tirto Adhi Soerjo melakukan perjuangan melalui surat kabar yang dipimpinnya, Soenda Berita, pers pribumi pertama, yang terbit di Cianjur, sehingga R.M. Tirto Adhi Soerjo merupakan  pionir pers pribumi.
  • R.M. Tirto Adhi Soerjo kemudian juga berjuang melalui surat kabar Medan Prijaji, yang diterbitkannya dengan modal sendiri, dikelola melalui NV pribumi pertama dan merupakan surat kabar dengan visi nasional yang pertama di Nusantara.
  • Perjuangan R.M. Tirto Adhi Soerjo melalui surat kabar membuatnya dibuang pemerintah kolonial Belanda sebanyak  dua  kali  yaitu  ke  Teluk  Betung  dan Ambon.
  • R.M. Tirto Adhi Soerjo juga berjuang melalui Sarekat Dagang Islam, merupakan cikal bakal Sarekat Islam.

 

27. Brigjen.TNI. (Anm) Ign. Slamet Rijadi

Lahir: 26 Juli 1927 di Surakarta, Jawa Tengah.

Meninggal: 4 November 1950 di Ambon,Maluku, Indonesia.

Dimakamkan di: TMPN Kapahaha.

Surat Keputusan (SK): Tgl 06 November 2007, no 066 / TK / Tahun 2007.

Jasa:

  • Pejuang Kemerdekaan Indonesia.
  • Brigadir Jenderal Angkatan Darat. Memimpin pasukan Indonesia di beberapa daerah di Jawa Tengah, termasuk Ambarawa dan Semarang untuk melawan penjajah Belanda.
  • Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Rijadi memimpin tentara Indonesia di Surakarta pada masa perang kemerdekaan melawan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia
  • Selama Agresi Militer I, Belanda mengambil alih kota tetapi berhasil direbut kembali oleh Rijadi, dan kemudian mulai melancarkan serangan ke Jawa Barat.
  • Pada tahun 1950, setelah berakhirnya revolusi, Rijadi dikirim ke Maluku untuk memerangi Republik Maluku Selatan. Setelah operasi perlawanan selama beberapa bulan dan berkelana melintasi Pulau Ambon, Rijadi gugur tertembak menjelang operasi berakhir.

 

28. Sri Susuhunan Pakubuwono X

Lahir: 29 November 1866 di Surakarta, JawaTengah.

Meninggal: 1 Februari 1939 di Surakarta, Jawa Tengah.

Dimakamkan di: Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 7 November 2011, 113 / TK / Tahun 2011.

Jasa:

  • Raja Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1893 1939. Disebut sebagai Sinuhun Wicaksana atau Raja Besar dan Bijaksana. Pendukung berbagai kegiatan untuk kepentingan Indonesia (Pendirian Organisasi Sarekat Dagang Islam, Kongres Bahasa Indonesia I, penerbitan media massa, dsb).
  • Masa pemerintahan Pakubuwana X ditandai dengan kemegahan tradisi dan suasana politik kerajaan yang stabil. Pada masa pemerintahannya yang cukup panjang, Kasunanan Surakarta mengalami transisi, dari kerajaan tradisional menuju era modern, sejalan dengan perubahan politik di Hindia Belanda.
  • Pakubuwana X memberikan kredit untuk pembangunan rumah bagi warga kurang mampu. ia mendirikan sekolah Pamardi Putri dan Kasatriyan untuk kepentingan kerabat keraton. Infrastruktur modern kota Surakarta banyak dibangun pada masa pemerintahannya, seperti bangunan Pasar Gede Harjonagoro, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Solo-Kota (Sangkrah), Stadion Sriwedari, Kebun Binatang Jurug, Jembatan Jurug yang melintasi Bengawan Solo di timur kota, gapura-gapura di batas Kota Surakarta, rumah pemotongan hewan ternak di Jagalan, rumah singgah bagi tunawisma, dan rumah perabuan (pembakaran jenazah) bagi warga Tionghoa

 

29. Mr.Kasman Singodimedjo

Lahir: 25 Februari 1904.

Meninggal: 25 Oktober 1982.

Dimakamkan di: TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 6 November 2018, no 123/TK/Tahun 2018.

Jasa:

  • Pemersatu antara golongan Islam dan nasionalis.
  • Kasman mendirikan Jong Islamieten Bond (JIB) pada 1925 dan menjadi ketua Umum JIB pada 1930—1935. Kasman juga aktif dalam organisasi Muhammadiyah.
  • Pada masa pendudukan Jepang, Kasman menjadi Komandan PETA Jakarta, dan setelah proklamasi Kasman diangkat menjadi anggota PPKI.
  • Beliau dipercaya oleh Soekarno dan Hatta untuk meluluhkan hati Ki Bagus Hadikusumo supaya menerima usulan penghapusan tujuh kata terkait syariat Islam. Sebab, muncul penolakan dari perwakilan Indonesia bagian timur jika tujuh kata tersebut tetap dipertahankan.
  • Ia menjadi pionir banyak lembaga baru Republik ini saat baru berdiri. Beliau adalah ketua KNIP (parlemen) pertama, Jaksa Agung Kedua yang memelopori pembenahan organisasi Kejaksaan Agung, pemimpin Badan Keamanan Rakyat, serta memelopori pembentukan Tentara Keamanan Rakyat sebagai cikal bakal TNI.
  • Kasman juga pernah menjabat sebagai Menteri Muda Kehakiman dalam Kabinet Amir Sjafruddin II dari November 1947 hingga Januari 1948. Ia turut aktif di dunia politik Indonesia bersama Partai Masyumi dan menjadi anggota Dewan Konstituante dari partai ini pada 1955.

 

30. Sersan II KKO. Anm. Janatin alias Osman

Lahir: 18 Maret 1943 di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Meninggal: 17 Oktober 1968 di Singapura.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 17 Oktober 1968, no 050 / TK / 1968.

Jasa:

  • Pejuang pada masa Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia. Gugur di Singapura.
  • Djanatin berasal dari keluarga santri yang taat beragama, dan juga berasal dari keluarga pejuang bangsa yang gigih,
  • Tri Komando Rakyat (TRIKORA) menjadi panggilan awal Djanatin memasuki dunia militer. Tahun 1962 Djanatin mengikuti pendidikan militer yang diadakan oleh Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL) Ri. Djanatin dipindahkan ke Batalyon III KKO-AL dan menjalankan “Operasi Sadar” di Irian Barat,
  • Selama Konfrontasi Indonesia-Malaysia dan lahirlah “Dwikora”, Djanatin menjadi sukarelawan bersama Prako II Harun yang masuk dalam Tim Brahmana I dan kemudian bertemu dengan Gani Bin Arup untuk menjalankan operasi  militer di Singapura,
  • Tanggal 9 Maret 1965, sabotase yang dilakukan mereka berhasil dilakukan, dikenal dengan peristiwa Macdonad House Bombing,
  • Tanggal 13 Maret 1965 Djanatin dan Harun ditangkap, permohonan naik banding sampai permohonan grasi ditolak oleh Singapura, sehingga 17 Oktober 1968 Djanatin dan Harun mendapat hukuman mati.

 

*Keterangan:

TMPN: Taman Makam Pahlawan Nasional.

Sumber: direktoratk2krs.kemsos.go.id

 

Nama pahlawan nasional asal negara indonesia, dilut.com