Nama Pahlawan Nasional Asal DKI Jakarta

Daftar Pahlawan Nasional Dari Provinsi DKI Jakarta

 

1. Mohammad Hoesni Thamrin

Lahir: 16 Februari 1894 di Weltevreden, Batavia (Jakarta).

Meninggal: 11 Januari 1941 di Senen,Batavia (Jakarta, Indonesia).

Dimakamkan di: Karet Bivak, Jakarta.

Surat Keputusan (SK): Tgl 28 Juli 1960, no 175 Tahun 1960.

Jasa:

  • Politikus dan Aktifis Kemerdekaan. Tokoh Betawi yang pertama kali menjadi anggota Volksraad (“Dewan Rakyat”) di Hindia Belanda, mewakili kelompok Inlanders (“pribumi”).
  • Thamrin merupakan anggota Dewan Kota yang sering menyaksikan keadaan rakyat dan membuatnya berpidato agar pemerintah segera berupaya untuk memperbiki kampung-kampung di Jakarta. Thamrin kemudian menjadi ketua Kaum Betawi. Kemudian pada tahun 1927, Thamrin alias Mat Seni dilantik menjadi anggota Volksraad.
  • Pada 27 Januari 1930 dibentuk “Fraksi Nasional” dalam Volksraad yang diketuain oleh Thamrin, dan kemudian Thamrin membentuk “Fonds Nasional”. Thamrin juga menjadi ketua Pemufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) .Thamrin juga menjadi anggota Vereniging van Indonesia Akademici (VLA) dan menjadi anggota Partai Indonesia Raya (Parindra). Pada 1939 Parindra yang diwakili oleh Thamrin bergabung dalam Gabungan Politik Indonesia (GAPI) dengan tujuan “Indonesia Berpalemen”.

 

2. Kapten CZI. Anm. Pierre Tendean

Lahir: 21 Februari 1939 di Batavia (Jakarta).

Meninggal: 1 Oktober 1965 di LubangBuaya, Jakarta.

Dimakamkan di: TMPN Utama Kalibata.

Surat Keputusan (SK): Tgl 05 Oktober 1965, no 111 / Koti / 1965.

Jasa:

  • Pierre Andries Tendean adalah seorang perwira militer Indonesiayang menjadi salah satu korban peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965. Pierre Tendean merupakan ajudan Jenderal Abdul Haris  Nasution.
  • Pada tahun 1963, saat pemerintah menerapkan politik konfrontasi dengan Malaysia ia diperbantukan pada Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat yang bertugas di garis depan.
  • Dua tahun lamanya Pierre Tendean ditempatkan di garis depan dan selama masa itu tiga kali Ia melakukan penyusupan ke daerah Malaysia. Pertama kali Ia memasuki daerah Malaysia dengan menyamar sebagai wisatawan.
  • Dalam penyusupan ketiga, ditengah laut Ia dikejar oleh kapal perusak (destroyer) Inggris. Dengan cepat Ia membelokkan speedboat-nyadan secara diam-diam Ia menyelam ke dalam laut.
  • Karena kelincahannya dalam menjalankan tugas, Pierre Tendean menjadi rebutan beberapa perwira tinggi yang berniat untuk mengangkatnya sebagai ajudan. Jenderal Abdul Haris Nasution, Jenderal Hartawan dan Jenderal Dandi Kadarsan, adalah tiga diantara perwira tinggi tersebut.

 

3. Ismail Marzuki

Lahir: 11 Mei 1914 di Kwitang, Senen, Jakarta.

Meninggal: 25 Mei 1958 di KampungBali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dimakamkan di: TPU Karet (Alamat: Jl. Karet Pasar Baru Barat, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10250).

Surat Keputusan (SK): Tgl 5 November 2004, no 089 / TK / 2004.

Jasa:

  • Komposer besar Indonesia. Pencipta Lagu-Lagu Patriotik, antara lain Rayuan Pulau Kelapa, Gugur Bunga, Aryati, Juwita Malam, Sepasang Mata Bola, Melati di Tapal Batas, Indonesia Pusaka, dsb.
  • Ismail Marzuki menggubah lagu Indonesia Pusaka dan Bisikan Tanah air yang berujung pada pemanggilan dirinya oleh Kenpetai, karena lagunya yang disiarkan secara luas melalui radio dianggap memprovokasi rakyat untuk melawan penjajah Jepang.
  • Ia juga menciptakan mars Gagah Perwira untuk memberi semangat perjuangan kepada para pasukan Peta (Pembela Tanah Air). Sedangkan lagu Rayuan Pulau Kelapa, Ia ciptakan pada tahun 1944.
  • Pada masa penjajahan Jepang, Ismail Marzuki turut aktif dalam orkes radio pada Hozo Kanri Keyku Radio Militer Jepang. Dan ketika masa kependudukan Jepang berakhir, Ismail Marzuki tetap meneruskan siaran musiknya di RRI.
  • Selanjutnya ketika RRI kembali dikuasai Belanda pada 1947, Ismail Marzuki yang tidak mau bekerja sama dengan Belanda dan memutuskan untuk keluar dari RRI.
  • Mengingat karya-karya Ismail Marzuki yang berjumlah lebih dari 200 buah itu sarat dengan nilai-nilai perjuangan yang mampu menggugah rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsa, maka pada tahun 1961 Ismail Marzuki menerima anugerah Piagam Wijayakusumah dari Presiden Soekarno atas nama Pemerintah RI.

 

4. Jend.Pol (Purn) R.S.Soekanto

Lahir: Bogor, 7 Juni 1908.

Meninggal: Jakarta, 24 Agustus 1993.

Dimakamkan di: Tanah Kusir Jakarta Selatan.

Surat Keputusan (SK): Tgl 6 November 2020, no 117/TK/Tahun 2020.

Jasa:

  • Raden Said Soekanto Tjokrodiatmocljo adalah model polisi yang memimpin kepolisian sejak awal berdirinya Negara RI hingga menjelang masuk ke sistem pemerintahan demokrasi terpimpin, karya agungnya adalah meletakkan dasar-dasar kepolisian nasional yang kokoh selama masa kepemimpinannya. Raden Said Soekanto Tjokrodiatmocljo adalah seorang pemimpin yang mempunyai pandangan yang  jauh ke depan. Sejak pengangkatannya sebagai Kepala Kepolisian Negara senantiasa berusaha membangun korps kepolisian yang bersifat  nasional sebagai bagian dari susunan ketatanegaraan Indonesia
  • Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo telah menjalankan tugas  sebagai  Kepala  Kepolisian Negara yang  dapat  menjaga Kamtibmas, dan menegakkan  hukum serta merupakan  pejuang kemerdekaan  yang  menggerakkan  seluruh  anggota  Kepolisian Negara untuk berperang melawan penjajah yang akan kembali menguasai Indonesia dengan menegaskan bahwa anggota Polisi adalah kombatan yang ikut berperang melawan.
  • Pemikiran dan tindakan Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dalam  meletakkan  fundamen  struktur,  watak, falsafah  sebagai bangunan  “kepolisian  nasional” yang  dibutuhkan  bagi  sebuah Negara merdeka dan berdaulat  di tengah  ancaman terhadap integritas Republik Indonesia di masa revolusi, perang  dan pergolakan  internal  dalam  negeri  merupakan  remember history. Kehadirannya telah membawa warna dan pengaruh yang harus diingat dan dicatat sebagai bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
  • Beliau ditetapkan sebagai Bapak Kepolisian Negara RI pada tanggal 14 Februari 2001 oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Sumber: direktoratk2krs.kemsos.go.id

 

Nama pahlawan nasional asal negara indonesia, dilut.com