Model dan Tokoh Pembelajaran Anak Usia Dini

Berikut Tokoh-tokoh dan beberapa pilihan metode dalam pembelajaran anak usia dini:

Ki Hajar Dewantara

Materi terpenting yang diberikan kepada anak usia dini adalah budi pekerti. Bentuknya dengan menanamkan nilai budi pekerti seperti : jujur, amanah (dapat dipercaya), sopan meminta tolong, berani meminta maaf, berterima kasih jika diberi sesuatu, dan pantang menyerah.

Ing ngarso sung tulodo, artinya pendidik wajib memberikan contoh keteladanan bagi anak didik. Tak perlu banyak nasihat dan ceramah. Ing madya mangun karso, artinya jika pendidik berada di tengah-tengah, pendidik harus membakar motivasi anak-anak supaya berani mencoba dan tak takut berbuat salah.

Tut wuri handayani, artinya jika pendidik berada di belakang, wajib memberikan motivasi dan dorongan agar anak-anak mandiri dan mampu melakukan apapun dengan caranya sendiri.

Maria Montessori

Montessori membebaskan setiap anak belajar menurut tempo dengan caranya sendiri dan materi belajar yang dipilihnya sendiri dan ditentukan berdasarkan minat dan kemampuan yang mereka miliki. Menurut Montessori, anak tak perlu bersaing dengan anak lainnya.

Friedrich Wilhelm Froebel

Froebel memandang anak sebagai individu yang pada kodratnya bersifat baik, sifat yang buruk muncul karena kurangnya pengetahuan atau pengertian yang dimiliki anak tersebut. Setiap tahap perkembangan yang dialami oleh anak harus dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh. Anak memiliki potensi , sesuatu yang ia tahu namun orang lain tidak tahu, potensi itu akan hilang jika tidak dibina dan dikembangkan.

Tahun tahun pertama dalam perkembangan seorang anak amatlah berharga serta akan menentukan kehidupannya di masa yang akan datang. Masa itu disebut masa golden age. Inilah masa terbaik untuk pembentukan dan pengembangan pribadi anak.

Jean Piaget and Lev Vygotsky

Jean Piaget dan Lev Vygotsky adalah dua orang ahli psikolog menyatakan bahwa anak adalah pembangun pengetahuan yang aktif. Anak membangun pengetahuannya berdasarkan pengalaman. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui interaksi yang dilakukan anak dengan lingkungannya. Anak bukanlah individu yang bersifat pasif, yang hanya menampung pengetahuan dari orang lain. Anak adalah mahluk pembelajar yang aktif dan mereka pandai mengkreasikan dan menciptakan pengetahuannya sendiri.

KH. Ahmad Dahlan

Menurut KH. Ahmad Dahlan, pendidikan diarahkan pada usaha membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur, paham masalah ilmu dunia, serta bersedia berjuang untuk kepentingan masyarakat.

 

Sedangkan model pembelajaran pendidikan anak usia dini adalah sebagai berikut:

Model Pembelajaran Kelompok

Model pembelajaran kelompok merupakan pola pembelajaran di mana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan kegiatan yang berbeda-beda. Anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat daripada temannya dapat meneruskan kegiatannya di kelompok lainnya.

Model Pembelajaran Area

Dalam model pembelajaran area, anak didik diberi kesempatan untuk memilih dan melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Pembelajaran area terdiri dari :

  • Area agama.
  • Area balok.
  • Area bahasa.
  • Area drama.
  • Area berhitung matematika.
  • Area IPA /sains.
  • Area seni/motorik.
  • Area pasir dan air.
  • Area membaca dan menulis.

Model Pembelajaran Sentra

Pendekatan sentra adalah pendekatan penyelenggara PAUD yang berfokus pada empat pijakan, yaitu :

  • Pijakan lingkungan main.
  • Pijakan sebelum main.
  • Pijakan main.
  • Pijakan setelah main.

Kegiatan sentra meliputi : sentra iman dan taqwa, sentra seni, sentra persiapan, sentra balok, sentra bermain peran, sentra bahan alam dan sains, dan sentra musik dan olah tubuh.