Manfaat Terbaik Mengendalikan Amarah Anak

Dr. Seto Mulyadi, M.Psi (Kak Seto) dalam bukunya Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya dalam salah satu babnya menjelaskan tentang manfaat terbaik pengendalian emosi untuk anak Anda, 3 manfaat tersebut yaitu:

1. Meningkatkan Kecerdasan Emosi Anak

Penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan kognitif hanya berpengaruh sebesar 20% saja pada keberhasilan seseorang, sedangkan sisanya tergantung pada kecerdasan emosionalnya.

Berikut ini adalah unsur-unsur kecerdasan emosi yang ingin kita penuhi dengan membantu anak mengelola emosinya berdasarkan prinsip cerdas emosi.

  • Anak belajar dan menjadi mampu untuk mengidentifikasikan emosinya.
  • Mengekspresikan perasaannya.
  • Memperkirakan tingkat emosinya.
  • Mampu mengelola emosi.
  • Mampu menunda ledakan emosi.
  • Mampu mengendalikannya.
  • Mampu mengurangi tekanan diri akibat emosi.
  • Dapat membedakan perasaan dan tindakan.

2. Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Mental Anak

Ketidakmampuan anak untuk mengekspresikan emosinya dapat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. Emosi yang dipendam dapat membuat anak merasa tertekan dan terbebani, sehingga menyebabkan anak mengalami keluhan-keluhan fisik dan mental. Anak yang tak mampu mengatasi tekanan emosi dalam dirinya seringkali mengalami gangguan fisik seperti : sakit perut, sariawan, flu dan lain sebagainya. Ia menjadi ingin buang air kecil sebelum ujian karena ketakutan, atau gagap dalam berbicara.

Bantuan orang tua amat diperlukan untuk mendorong anak mengekspresikan emosi yang ia rasakan. Hal ini sebaiknya mulai dilatih sedini mungkin sebelum anak mengembangkan kebiasaan yang buruk dan merugikan dirinya. Kemampuan mengekspresikan emosi dengan baik akan berdampak positif kepada kesehatan fisik dan mental anak. Anak dapat merasa puas dan nyaman sehingga berdampak positif terhadap kesehatan fisik dan mentalnya.

3. Membantu Anak Melakukan Penyesuaian Sosial

Emosi memegang peranan penting dalam menyesuaikan diri karena akan mempengaruhi anak-anak pada saat mereka tumbuh menjadi remaja dan dewasa kelak. Segala sesuatu yang menghambat perkembangan emosional anak dapat berpengaruh pada penyesuaian diri si anak. Baik pribadi maupun sosial. Apalagi, bila hal tersebut sampai berdampak pada gangguan fisik.

Ajari anak untuk memahami dan mengekspresikan perasaannya , banyak aspek dalam perkembangan dan keberhasilan hidup yang akan dipengaruhi. Sebaiknya gagal dalam memahami dan mengkomunikasikan perasaan dapat menimbulkan konflik dengan orang lain. Kemampuan untuk menampilkan emosi yang sesuai dengan lingkungan merupakan kunci penting agar anak dapat diterima dalam lingkungan sosial.

Berikut ini saya lampirkan Tanya jawab dengan Kak Seto dalam tema mengelola emosi anak Anda.

Pertanyaan : Kak Seto, anak lelaki saya yang baru berusia empat tahun mempunyai permasalahan dengan kemarahannya, sehingga kami kewalahan. Setiap kali keinginannya tidak dituruti, dilarang atau dipaksa bangun dari tidur , ia akan mengamuk. Saat mengamuk, ia tak segan-segan memukul dan menendang saya dan suami, bahkan melempar barang-barang yang ada disekitarnya. Anehnya, ia tidak demikian agresif di sekolahnya. Ia hanya melakukan ini di depan kami (orangtuanya) dan kakek – neneknya Ibu Sinta.

Jawaban Kak Seto: Ibu Sinta, dalam mengatasi anak yang demikian memang dibutuhkan kesabaran. Jangan membentak atau pun memukulnya karena justru akan mengakibatkan kemarahan yang berkepanjangan. Namun tunjukkan bahwa Anda benar-benar marah dengan mengajaknya berbicara empat mata secara serius. Cobalah jelaskan kepadanya bahwa Anda mengerti bahwa ia marah. Anda pun pernah merasakan marah seperti yang ia rasakan. Tunjukkan bahwa sikapnya itu tidak membuat Anda marah, tetapi Anda berusaha untuk mengendalikan diri. Sikapnya tidak sopan dan menyakiti orang lain. Tekankan padanya bahwa orang akan merasa sakit jika ditendang atau dipukul. Ia boleh saja marah dan memukul bantal supaya tidak menyakiti orang lain dan dirinya sendiri.