Konsep dan Manfaat Investasi ETF (Exchange Traded Fund)

Home » Konsep dan Manfaat Investasi ETF (Exchange Traded Fund)

Konsep dan Manfaat Investasi ETF (Exchange Traded Fund)

Sebagian investor mungkin akhir-akhir ini sering mendengar istilah ETF. ETF atau (Exchange Traded Fund) adalah salah satu jenis instrumen investasi yang sering digunakan oleh investor-investor dunia barat seperti Amerika dan Eropa. Namun apa sebenarnya ETF itu?

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ETF, artikel ini akan mencoba mengulas lebih lanjut mengenai instrumen investasi yang mirip reksa dana ini.

Konsep ETF

etf (Exchange Trade Fund) fdt67788ujio

https://openclipart.org/

Dikutip dari laman wikipedia.org, secara sederhana, ETF dapat diartikan sebagai usaha pendanaan secara kolektif atau bisa juga dikatakan sebagai reksa dana yang diperjual belikan di Bursa Efek Indonesia.

Sama halnya dengan reksa dana, unit penyertaan yang ada di ETF juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sama dengan saham. Di dalam ETF juga terdapat manajer investasi dan bank kustodian seperti halnya reksa dana. Meskipun banyak mengalami kemiripan, reksa dana saham dan ETF tetap memiliki perbedaan.

Adapun perbedaannya adalah sebagai berikut yang dikutip dari idx.co.id.

  Reksa Dana Saham ETF
Perdagangan Melalui manajer investasi Melalui Bursa Efek Indonesia
Harga Akhir hari Real time
Minimum Pembelian 1 unit Pasar primer: Creation unit (= 1000 lot = 100.000 unit)

Pasar sekunder: 1 lot (= 100 unit)

Underlying Saham Iindeks acuan
Dealer Partisipan Tidak ada Ada

Manfaat Berinvestasi ETF

Dilansir dari laman indopremier.com, untuk dapat mengetahui manfaat perdagangan ETF, kita dapat membandingkannya dengan perdagangan saham. Pembentukan harga reksa dana terjadi sehari sekali, menjelang penutupan hari bursa. Siapapun yang membeli reksa dana pada hari itu mendapatkan harga yang sama, tidak peduli pada jam berapa mereka melakukan transaksi pembelian.

Hal ini berbeda dengan ETF yang dapat diperjual belikan selama jam bursa (intraday). Investor ETF diberi kesempatan untuk berspekulasi jangka pendek melalui transaksi efek tunggal. Iinvestor reksa dana saham tidak memiliki kesempatan seperti itu. Karena reksa dana saham tidak memungkinkan investor untuk berspekulasi mengambil keuntungan dari fluktuasi harian.

Selain keuntungan yang mirip dengan perdagangan saham, manfaat lain dari ETF adalah sebagai berikut:

1. Rendah Biaya dan Minim Resiko

Meskipun sama-sama menggunakan manajer investasi, biaya manajemen dari ETF terbilang lebih rendah dibanding reksa dana. Begitu juga dengan biaya transaksi ETF di pasar sekunder yang sesuai dengan komisi broker. Biaya manajemen reksa dana bisa mencapai 2% – 4% dan biaya transaksinya adalah 1% – 5%. Biaya yang perlu dikeluarkan untuk membeli ETF bisa di bawahnya. Selain itu ETF juga memiliki resiko yang rendah karena likuiditasnya yang terjamin.

2. Cakupan yang Luas

ETF dapat mencangkup cakupan yang luas. Memiliki satu ETF sama saja dengan memiliki puluhan saham-saham unggulan. ETF yang ditawarkan juga variatif.

3. Transparan

Informasi mengenai ETF dan saham-sahamnya bisa diakses kapan pun dan dimana pun.

4. Diversifikasi

Ketika investor ingin menyusun portofolio yang memiliki diversifikasi tinggi, ETF akan mudah dikelola. Sejatinya, ETF juga mencangkup kelompok aset lain seperti surat berharga pendapatan tetap (fixed income). Meskipun ETF pendapatan tetap sering dipilih karena pendapatan yang diperoleh dividen, ETF efek sebenarnya juga memberikan dividen.

Pembayaran dividen itu dapat didepositkan pada rekening broker atau diinvestasikan kembali. Jika Anda berinvestasi di ETF yang membayar dividen, pastikan untuk memeriksa biaya sebelum Anda menginvestasikan kembali dividen yang sudah diterima. Ada perusahaan yang membebaskan biaya investasi ulang dividen dan ada juga yang tidak.

Banyak studi yang menunjukan bahwa alokasi aset adalah faktor penentu keberhasilan investasi, dan ETF adalah instrumen investasi yang paling aman bagi investor yang ingin membangun portofolio dengan alokasi aset yang baik.

Misalnya seorang investor yang mencari sarana untuk mengalokasikan sebanyak 80% dananya di saham dan 20% sisanya di obligasi dapat dengan mudah membentuk portofolio dalam ETF. Investor tersebut dapat melakukan diversifikasi lebih banyak lagi dengan membagi porsi sahamnya menjadi saham berkapitalisasi besar bertumbuh dan saham berkapitalisasi kecil bernilai, dan porsi obligasi menjadi obligasi jangka menengah dan jangka pendek.

Pilihan lainnya adalah membagi saham dan obligasi dengan porsi 80/20 dan menyertakan ETF dengan obligasi jangka panjang. Semakin besar jumlah ETF yang tersedia akan memungkinkan investor untuk dengan cepat dan mudah membangun portofolio yang terdiversifikasi yang dapat memenuhi semua modal alokasi aset.

5. Efisiensi Pajak

ETF sangat disukai oleh investor yang peduli akan pajak, karena portofolio yang merepresentasikan ETF jauh lebih efisien dalam hal pajak, ketimbang reksa dana indeks. Struktur unik dari ETF memungkinkan investor memperdagangkan dalam volume yang besar untuk menarik investasinya tidak secara tunai. Ini berarti investor yang bertransaksi ETF dalam volume yang besar dapat menebusnya dalam bentuk porsi saham yang menjadi bagian dalam ETF. Penerapan hal ini meminimalkan implikasi pajak bagi investor yang menukar ETF-nya sehingga investor dapat menunda sebagian besar pajaknya, hingga mereka berhasil menjual seluruh investasinya.

6. Resiko Fund Manager yang Rendah

ETF dikelola secara pasif, yaitu dengan mereplikasi saham-saham yang menjadi pembentuk indeks. Mengutip dari laman portalreksadana.com, hal ini dapat menyebabkan efisiensi realisasi pajak dan biaya karena perputaran transaksi saham yang rendah. Pengelolaan secara pasif juga berdampak positif pada pencapaian hasil atau return yang menyerupai indeks acuan.

7. Akurat dan Efisien

Dengan adanya ETF, investor menjadi memiliki pilihan investasi yang luas karena ETF dapat mereplikasi saham secara efisien dan akurat. Akurat sesuai dengan indeks acuannya dan efisien karena mekanisme pembentukan dan eksekusi peradagangan memungkinkan investor untuk mendapatkan portofolio efek dalam waktu singkat dengan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang merupakan refleksi langsung dari harga underlying asset yang terbentuk dari bursa efek.

Demikianlah penjelasan mengenai ETF atau Exchange Trade Fund. Secara sederhana, ETF dapat dikatakan mirip dengan reksa dana saham. Keduanya sama-sama merupakan usaha pendanaan kolektif untuk dapat memiliki saham. Perbedaannya ETF diperdagangkan di Bursa Efek sedangkan reksa dana saham diperdagangkan melalui manajer investasi. Investor ETF juga memiliki peluang untuk berspekulasi karena harga bisa berfluktuasi dalam hitungan jam, namun reksa dana saham tidak demikian, karena harga satuannya tergantung pada hari pembelian menjelang tutup bursa.

Selain itu, ETF juga memiliki beberapa kelebihan seperti management fee yang lebih rendah dari reksa dana saham, minim resiko karena likuiditas tinggi, transparan, mudah melakukan diversifikasi, efisien dalam hal pembayaran pajak serta resiko fund manager yang rendah. Konsep ETF memang terdengar rumit bagi sebagian orang. Oleh karena itu, dianjurkan untuk terus menggali informasi mengenai ETF dari berbagai sumber, jika memang Anda tertarik untuk berinvestasi di instrumen yang mirip dengan reksa dana saham ini.

Baca Juga:

2018-10-15T10:35:54+00:00