Kiat-Kiat Sukses Memulai Investasi Untuk Pemula

Home » Kiat-Kiat Sukses Memulai Investasi Untuk Pemula

Kiat-Kiat Sukses Memulai Investasi Untuk Pemula

Kiat-Kiat Melakukan Investasi yang Menguntungkan Untuk Pemula

Dilut

Setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang sukses, bahagia dan sejahtera, baik untuk saat ini dan di masa depan. Untuk mempersiapkan kehidupan di masa depan, sebagian orang biasanya mulai mempersiapkan tabungan mereka. Menabung memang kebiasaan yang sangat baik bagi kondisi keuangan seseorang, tetapi menabung saja tidak cukup untuk dapat mempersiapkan hidup di masa depan. Menabung hanya mampu mengatasi masalah finansial jangka pendek, untuk dapat meraih kehidupan yang lebih baik dalam lima, sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan seseorang harus mulai memikirkan investasi.

Investasi memang terkadang terdengar menakutkan bagi sebagian orang. Hal ini bukannya tanpa alasan. Banyak orang yang menginvestasikan sebagian besar hartanya dan berakhir dengan kerugian. Jika ingin mendapatkan keuntungan yang besar, harus dengan resiko dan pengorbanan yang besar pula. Meskipun banyak orang yang mengalami kerugian dalam investasi, ada juga orang yang sukses dalam bidang ini. Investasi yang sukses tidak melulu harus dimulai dengan anggaran dana yang besar. Pemula yang ingin mulai belajar investasi bisa juga menggunakan anggaran dana yang kecil. Bagi pemula yang ingin menekuni bidang investasi, artikel ini akan mencoba menjelaskan mengenai investasi dan kiat-kiatnya bagi pemula.

Pentingnya Memulai Investasi

Investasi berarti merelakan sebagian uang yang Anda miliki dengan harapan akan mendapat keuntungan di kemudian hari. Resiko yang melekat pada uang tersebutlah yang membuat orang-orang berpikir dua kali sebelum memulai investasi. Ketakutan seperti itu memang wajar terjadi. Namun jangan sampai hal semacam itu menghambat Anda untuk berinvestasi. Karena sejatinya, investasi dimaksudkan agar harta yang Anda miliki dapat berkembang.

Investasi juga dapat menjadi sarana dalam perencanaan masa depan yang lebih baik dibanding tabungan. Begini ilustrasinya, “misalkan Anda memiliki uang sejumlah Rp.5.000.000 dan berniat menyimpannya untuk keperluan di masa depan. Pilihan yang tersedia untuk dana tersebut adalah ditabung atau diinvestasikan. Jika Anda memilih untuk menabung uang tersebut, lima tahun ke depan atau sepuluh tahun ke depan nilainya akan tetap sama. Apalagi jika Anda menabung dengan cara tradisional seperti memasukan uang ke brankas. Uang sebesar Rp.5.000.000 tersebut juga tidak dapat banyak membantu jika dalam lima atau sepuluh tahun ke depan terjadi inflasi yang menyebabkan naiknya harga komoditas barang.

Lain halnya jika Anda memutuskan untuk menginvestasikan uang Anda. Katakan saja Anda membelanjakan uang Rp.5.000.000 Anda untuk emas dengan harga yang sama. Dalam lima atau sepuluh tahun ke depan emas yang Anda miliki bisa bernilai lebih mahal. Apalagi emas juga cukup kebal terhadap inflasi. Harga komoditas yang naik akibat inflasi dapat diikuti oleh kenaikan harga emas.”

Kiat-Kiat Memulai Investasi Bagi Pemula

Investor yang sukses sekalipun pernah merasakan yang namanya pengalaman pertama. Ini juga berlaku bagi Anda yang baru pertama kali melakukan investasi. Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memulai investasi? Berikut adalah kiat-kiatnya agar sukses.

1. Menyisihkan Sebagian Uang

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan sebelum memulai investasi adalah dengan menyisihkan sebagian penghasilan Anda. Hal ini akan sangat membantu, apalagi jika Anda bukanlah orang yang memiliki kebiasaan menabung. Mengutip dari moneyunder30.com, Anda bisa mulai menyisihkan sekitar Rp.150.000 ($10) setiap minggunya. Dalam setahun, Rp.7.500.000 ($500) sudah di tangan Anda. Anda dapat menyimpannya di tempat yang aman seperti toples kue. Meski kedengarannya bodoh, kegiatan ini mampu membangun kebiasaan untuk hidup dengan uang yang lebih sedikit dari yang Anda kumpulkan.

Anda boleh menyisihkan uang dalam jumlah kecil terlebih dahulu pada awalnya. Seiring dengan berjalannya proses ini, Anda dapat menambah jumlah uang yang disisihkan, jika dirasa aman. Mungkin konsekuensinya Anda tidak bisa pergi ke restoran favorit Anda atau ke bioskop untuk sementara waktu karena uangnya disisihkan untuk ditabung.

2. Menentukan Jumlah Uang yang Akan Diinvestasikan

Setelah Anda selesai membangun kebiasaan menyisihkan sebagian uang, langkah selanjutnya adalah dengan menentukan jumlah uang yang akan diinvestasikan. Menaruh sebagian uang Anda di wadah investasi adalah langkah yang besar. Jika Anda belum mengetahui besaran uang yang akan Anda investasikan, mengutip dari laman nerdwallet.com, mulailah dengan membuat daftar total pengeluaran Anda per bulan. Mulai dari membayar tagihan, membayar pinjaman, makanan hingga hiburan. Selanjutnya pikirkan wadah investasi yang sesuai untuk Anda. Maksudnya, Anda mampu menyisihkan uang tiap bulan untuk wadah tersebut dan masih bisa bertahan tiga bulan ke depan jika terjadi kondisi darurat.

3. Menentukan Instrumen yang Tepat

Anda telah memiliki kebiasaan menyisihkan uang dan telah menentukan jumlah uang yang akan Anda investasikan. Langkah selanjutnya adalah menentukan instrumen investasi yang sesuai dengan anggaran Anda. Adapun instrumen investasi yang mungkin cocok untuk Anda adalah sebagai berikut.

Saham

pergerakan harga saham dilut b658758765 2435e6tr

  • Saham adalah instrumen ekuitas yang menawarkan investor pada keikutsertaan modal perusahaan.
  • Pemegang saham merupakan salah satu pemilik perusahaan.
  • Keuntungan yang akan diperoleh pemegang saham adalah dividen. Jumlah dividen yang diterima tergantung dari performa perusahaan.
  • Saham memiliki resiko yang besar. Pemegang saham tidak dijamin pengembalian uangnya.
  • Pemegang saham memiliki hak voting.
  • Mengutip dari laman dbs.com, Anda dapat mulai membuka rekening di broker saham dengan uang Rp.5.000.000.

Obligasi

  • Obligasi adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan kepada investor demi menambah modal usaha mereka.
  • Status pemegang obligasi adalah pemberi pinjaman perusahaan.
  • Keuntungan yang akan diterima oleh pemegang obligasi adalah bunga yang jumlahnya telah disepakati.
  • Resiko obligasi lebih kecil dari saham. Karena perusahaan cenderung mendahulukan pembayaran utang mereka sebelum pembayaran dividen.
  • Pengembalian uang investor obligasi terjamin.
  • Pemegang obligasi tidak memiliki hak voting.

Reksadana

  • Reksadana adalah wadah investasi bagi sekumpulan investor yang ingin menginvestasikan dananya.
  • Reksadana menjual surat berharga mereka sendiri kepada investor. Dana yang terkumpul dari hasil penjualan ini nantinya akan dialokasikan pada instrumen-instrumen investasi yang tersedia seperti saham, obligasi dan lainnya.
  • Reksadana dikelola oleh manajer investasi yang bertanggung jawab atas alokasi dana investor.
  • Pemilik reksadana akan mendapatkan keuntungan dari pendapatan yang dibagi-bagi (income distribution). Jika di kemudian hari pembelian saham dan obligasi dari reksadana memperoleh keuntungan, maka pemilik reksadana akan mendapatkan dividen dan bunga yang dikenai pajak.
  • Keuntungan memiliki keuntungan, antara lain sederhana, mudah dimengerti, mudah didapat, mudah didiversifikasi, dikelola oleh manajemen profesional, terjangkau dan memiliki likuiditas yang tinggi.

Emas

emas batangan bdhdy7899

http://citifmonline.com

  • Emas adalah salah satu instrumen investasi yang cukup menjanjikan karena harganya yang cenderung selalu naik.
  • Emas aman dari inflasi. Harga emas akan ikut naik bersamaan dengan naiknya harga komoditas lain ketika terjadi inflasi.
  • Emas baik untuk dimasukkan ke dalam diversifikasi portofolio.

Bagi pemula, reksadana dapat menjadi pilihan yang bijak. Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang minim resiko. Reksadana sangat cocok dijadikan pilihan bagi para investor pemula, karena selain resikonya yang minim, reksadana juga dikelola oleh manajer investasi yang profesional. Sehingga para investor tidak perlu melakukan riset pasar sendiri lagi.

5 Peraturan Utama dalam Investasi yang Menguntungkan

Jika Anda sudah masuk dalam dunia investasi, ingatlah 5 peraturan tak tertulis yang mungkin akan membantu Anda di kemudian hari. Dikutip dari moneysavingexpert.com, berikut adalah 5 peraturan tersebut.

  1. Semakin banyak pendapatan yang ingin Anda terima, semakin besar pula resiko yang akan Anda hadapi.
  2. Jangan berinvestasi hanya pada satu wadah saja. Maksudnya, cobalah lakukan diversifikasi. Diversifikasi dapat memperkecil kerugian yang mungkin Anda terima. Misalnya Anda berinvestasi saham dengan resiko besar, barengilah dengan investasi obligasi yang resikonya relatif kecil. Jika memungkinkan, lakukan juga investasi pada bidang yang berbeda. Seperti investasi saham perusahaan tambang dibarengi dengan saham perusahaan minyak. Jika harga minyak jatuh, saham yang ada di perusahaan tambang masih bisa diharapkan untuk menutupi kerugian.
  3. Jika Anda ingin berinvestasi jangka pendek, sebaiknya jangan mengambil investasi dengan resiko besar. Lima tahun adalah durasi yang dianjurkan dalam berinvestasi. Jika Anda tidak dapat berinvestasi selama itu, maka beralihlah ke tabungan.
  4. Periksa ulang portofolio Anda. Portofolio yang dimaksud di sini adalah segala sesuatu yang Anda miliki untuk berinvestasi (saham, obligasi, dll). Jika portofolio tidak diperiksa kembali, Anda mungkin akan mengalami kerugian tanpa disadari.
  5. Jangan mudah panik. Investasi kadang dapat menguntungkan dan dapat juga merugikan. Jangan buru-buru menjual surat berharga Anda hanya karena orang lain juga melakukannya.

Demikianlah penjelasan mengenai kiat-kiat dalam berinvestasi bagi pemula. Investasi untuk pertama kalinya pasti akan membingungkan dan menakutkan. Namun dengan bertambahnya pengalaman, hal tersebut tentu tidak akan jadi masalah lagi. Ingatlah untuk selalu melakukan riset terhadap investasi Anda. Jika Anda tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan riset sendiri, investasi reksadana dapat menjadi pilihan.

Baca Juga:

2018-10-15T09:47:38+00:00