Keuntungan, Risiko dan Cara Pembelian Investasi Obligasi

Home » Keuntungan, Risiko dan Cara Pembelian Investasi Obligasi

Keuntungan, Risiko dan Cara Pembelian Investasi Obligasi

INVESTASI OBLIGASI

Jika pilihan Anda jatuh pada investasi obligasi, mengetahui cara mainnya menjadi sangat penting. Meskipun pada dasarnya obligasi menjanjikan keuntungan bunga pinjaman tetap, bukan berarti investasi obligasi tanpa risiko. Untuk itulah artikel ini mencoba untuk menjelaskan mengenai cara investasi obligasi bagi Anda yang tertarik dengan investasi pada instrumen ini.

Memahami Cara Kerja Obligasi

Sebelum memulai investasi obligasi, penting untuk memahami terlebih dahulu cara kerja obligasi. Obligasi adalah instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah, korporasi atau entitas bisnis lainnya. Orang yang membeli obligasi disebut kreditur dan pihak yang menerbitkan obligasi dinamakan debitur. Ketika obligasi pertama kali diterbitkan, debitur menjualnya kepada kreditur. Kreditur membayar sejumlah uang kepada debitur untuk obligasi yang mereka dapatkan.

Mengutip dari wikihow.com, contoh dari cara kerja obligasi adalah ketika perusahaan listrik umum ingin membangun sebuah gedung baru. Mereka menerbitkan obligasi senilai $100,000,000 dengan jangka waktu pelunasan 15 tahun dank upon 8%. Anggap saja 2.000 orang telah membeli sebagian obligasi tersebut hingga senilai $100,000,000. Pemegang obligasi mendapat pembayaran bunga sebesar 8% berdasarkan jumlah investasi mereka setiap tahun. Setelah 15 tahun, obligasi jatuh tempo. Perusahaan listrik umum membayar semua kewajiban mereka sebesar $100,000,000 kepada para pemegang obligasi. Mereka mendapat bagiannya masing-masing.

Investasi Obligasi, Apa Untungnya?

keuntungan investasi obligasi

https://monoperty.com

Selama memegang obligasi, investor kemungkinan akan mendapatkan dua jenis keuntungan. Dikutip dari finansialku.com, berikut adalah keuntungan yang mungkin diterima oleh pemegang obligasi.

  • Pendapatan tetap (fixed income). Pendapatan tetap pemegang obligasi didapat dari kupon yang membayar bunga secara rutin pada pemegang obligasi. Besaran bunga yang diterima pemegang obligasi bisa lebih besar dari bunga deposito bank.
  • Capital gain. Sama halnya seperti pemegang saham, pemegang obligasi juga bisa memperoleh capital gain. Pemegang obligasi akan memperoleh capital gain jika terdapat selisih jumlah harga jual dengan harga beli.

Risiko Investasi Obligasi

Sama seperti instrumen investasi lainnya, investasi obligasi juga memiliki resiko. Meskipun obligasi memiliki reputasi yang lebih baik dari saham dalam hal resiko, bukan berarti obligasi tidak memiliki resiko sama sekali. Berikut adalah beberapa resiko obligasi yang dikutip dari thebalance.com.

1. Resiko Lamanya Jatuh Tempo

Lamanya jatuh tempo pembayaran obligasi mempengaruhi resiko yang diperoleh pemegang obligasi. Obligasi yang jatuh temponya 30 tahun mendatang, harganya akan mengalami fluktuasi yang lebih dahsyat dibanding dengan obligasi yang jatuh temponya hanya dua tahun. Pada beberapa kasus, obligasi dengan durasi jatuh tempo yang lebih lama fluktuasinya bisa lebih besar dari saham.

2. Resiko Pembelian Obligasi Luar Negeri

Membeli obligasi dari perusahaan negara lain lebih berisiko dibanding membeli obligasi dari perusahaan dalam negeri. Misalnya jika Anda membeli obligasi perusahaan minyak yang pusatnya di Venezuela, mungkin Anda akan menyadari aset Anda ditahan oleh si dictator Hugo Chavez tanpa Anda tahu bagaimana cara mengembalikannya.

3. Resiko Gagal Bayar

Pernahkan Anda memiliki piutang yang tidak dilunasi pihak yang berutang? Tidak hanya utang individu yang dapat mengalami gagal bayar, perusahaan penerbit obligasi juga bisa mengalaminya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum membeli obligasi.

4. Capital Loss

investasi Capital Loss

http://elbuz.com/losses-online-store

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pemegang obligasi dapat memperoleh capital gain dari penjualan obligasi mereka di bursa efek. Disamping capital gain, pemegang obligasi juga dapat memperoleh kerugian jika pasar sedang tidak berpihak kepada mereka. Harga jual obligasi yang lebih rendah dari harga belinya dapat menimbulkan capital loss.

Cara Pembelian Obligasi

Anda telah mengetahui cara kerja obligasi, keuntungan serta resiko yang mungkin Anda hadapi dari membeli obligasi. Jika Anda masih tertarik untuk berinvestasi di instrumen obligasi, langkah selanjutnya adalah dengan mengetahui cara pembelian obligasi. Dikutip dari laman finansialku.com, berikut adalah langkahnya.

1. Membuka Rekening

Tahap awal yang perlu dilakukan oleh investor obligasi adalah memilih perusahaan sekuritas dengan fixed income yang menawarkan pembelian dan penjualan obligasi. Anda perlu selektif dalam memilih perusahaan sekuritas yang nantinya akan menjadi ladang investasi Anda, karena adanya resiko dari investasi obligasi. Anda disarankan memilih perusahaan berpengalaman dengan tim yang solid dan fee yang kompetitif.

2. Memahami Produk Obligasi

Anda perlu memahami setiap produk obligasi secara mendetail sebelum memulai berinvestasi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir resiko dan mempermudah Anda dalam mengambil keputusan investasi. Di Indonesia sendiri ada beberapa produk obligasi yang dapat menjadi pilihan para investor, diantaranya adalah:

  • Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

ORI adalah obligasi pemerintah Indonesia yang ditawarkan pada warga negara Indonesia dengan harga yang terjangkau, yaitu antara Rp.5.000.000 hingga Rp.5 M. ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga pemegangnya dapat memperoleh keuntungan berupa bunga dari kupon ataupun capital gain dari selisih harga penjualan dan pembelian.

  • Saving Bond Ritel (SBR)

SBR mirip dengan ORI. Keduanya sama-sama diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Perbedaannya adalah pada kuponnya. Jika ORI memiliki kupon yang bersifat tetap atau fixed, kupon pada SBR sifatnya mengambang atau floating. Besaran bunga SBR ditinjau setiap tiga bulan sekali. SBR juga tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, jadi keuntungan yang diperoleh oleh pemegang SBR hanya dari kuponnya saja.

  • Sukuk Ritel (Sukri)

Sukri adalah surat berharga syariah yang menunjukkan bukti kepemilikan investor atas SBSN (underlying asset) yang disewakan. Akad yang digunakan adalah ijarah. Karena penggunaan akad ijarah ini, Sukri membagikan bagi hasil yang tetap. Sukri dapat diperjual belikan di pasar sekunder sama halnya dengan ORI.

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap

ORI, SBR dan SUKRI adalah contoh obligasi pemerintah yang dapat dibeli dengan harga ritel (Rp 5 jutaan). Namun adakah obligasi milik perusahaan yang bisa dibeli dengan harga ritel? Untuk di  Indonesia saat ini masih belum ada. Jika Anda ingin membeli obligasi korporasi, Anda dapat membelinya di reksa dana pendapatan tetap. Reksa dana pendapatan tetap adalah reksa dana dengan 80% investasinya obligasi.

3. Melakukan Analisis

Jangan buru-buru dulu menginvestasikan uang Anda untuk membeli obligasi. Agar dana yang Anda investasikan dapat menunjukkan kinerja maksimal, Anda perlu melakukan analisis terlebih dahulu. Apa saja yang menjadi pertimbangan? Hal-hal yang mencangkup obligasi seperti kupon, jangka waktu, nilai penerbitan dan peringkat. Disarankan juga untuk melakukan analisis mendalam terhadap debitur mengenai performa dan kesanggupannya membayar utang. Jika memungkinkan, Anda juga dapat membandingkan obligasi pada perusahaan sejenis.

4. Menyiapkan Anggaran

Setelah melakukan analisis, hal selanjutnya yang perlu Anda persiapkan adalah dana investasi. Obligasi bisa memiliki harga yang mahal. Harga ritelnya saja sudah Rp.5 jutaan. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan dana terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Ingatlah untuk menggunakan dana menganggur saja. Jangan sampai anggaran investasi mengganggu anggaran kebutuhan keseharian Anda.

Itulah tadi penjelasan dari cara investasi obligasi. Obligasi memang sangat menjanjikan, mengingat pendapatan tetap yang akan diterima oleh setiap pemegangnya. Namun investor tetap harus berhati-hati terhadap resiko yang mungkin muncul. Minim resiko bukan berarti tidak ada resiko sama sekali. Untuk itu, penting bagi setiap investor untuk mempelajari cara investasi obligasi secara tepat.

By | 2018-09-01T06:08:08+00:00 September 1st, 2018|Bisnis|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment