Keunikan Etika Saat Makan Dari Lima Negara

Ketika orang makan, maka terlihat hanya tinggal menyantap dan menikmati makanan. Namun apakah hanya sekadar makan dan kenyang? Tentu tidak. Jika Anda ingin tahu perbedaannya, maka terletak dari keunikan etika dari lima negara yang akan diulas berikut ini.

1. Dilarang Menambahkan Garam Pada Makanan di Mesir

Mesir sebagai negara yang terkenal dengan piramida menjadi salah satu negara yang unik ketika membahas terkait etika saat makan. Jika membandingkan Indonesia dengan Mesir, saat makan paling tidak ketika akan menambahkan rasa pada makanan agar lebih nikmat hanya sebatas kecap atau sambal. Namun untuk negara Mesir, Anda dapat menambah makanan dengan mrica, saos, namun hindari untuk memilih garam sebagai tambahan pada makanan. Orang Mesir akan merasa terhina saat mengetahui ada yang masih perlu garam ditambahkan pada makanan. Tentu bagi orang Indonesia, jika memang kurang asin, bukan masalah untuk menambah bumbu masak tersebut. namun uniknya, orang Mesir akan merasa tersinggung.

2. Menolak Tawaran Makan di Italia

Italia termasuk salah satu negara yang memiliki keunikan dalam etika makan. Tentu sudah biasa melihat orang Indonesia yang bertamu ke rumah saudara dan ditawari makan dapat segera mengiyakan tawaran atau malu-malu menjawab iya. Namun untuk orang Italia, ingatlah bahwa etika mereka berbeda. Orang Italia memang akan menghidangkan makanan untuk Anda ketika bertandang ke rumah. Namun ingatlah jangan langsung terima. Etika orang Italia adalah menolak tawaran pertama dan menerima tawaran kedua untuk makan.

3. Sengaja Telat Datang di Tanzania

Tanzania adalah negara yang juga terbiasa untuk mengundang teman atau saudara untuk makan di rumah. Berkaitan dengan waktu datang bertamu. Jika di Indonesia, telat lima menit saja sudah dianggap sangat “lelet”. Namun etika orang Tanzania malah menghargai tindakan tersebut. jika Anda datang tepat waktu, maka Anda dianggap kurang beretika di Tanzania. Menjadi lelet atau terlambat minimal dua puluh menit dari waktu yang dijanjikan, maka itulah etika orang untuk menerima undangan makan orang Tanzania.

4. Kentut Setelah Makan di India

India memiliki etika makan yang unik setelah selesai makan. Keunikan ini menjadi keunikan yang hampir banyak negara menjadikan keunikan yang kurang sopan. Tentu saja demikian, sebagai orang Indonesia, setelah makan lalu Anda buang angin. Sontak akan menjadi bahan pergunjingan bahwa Anda orang yang tidak beretika. Namun apa yang terjadi di negara India. Buang angin setelah makan adalah etika baik.

5. Memberi Makanan di Jepang

Jepang terkenal sebagai negara yang memiliki etika tinggi saat makan. Berbagi makanan saat makan mungkin bagi orang Indonesia baik. Begitu juga membagi dengan cara menyuapkan dengan sendok. Adik membagi makanan pada kakaknya. Di Jepang, etika makan tentu menggunakan sumpit. Membagi makanan dengan sumpit hanya dilakukan saat pemakaman. Lebih tepatnya untuk mengoper menggunakan sumpit tulang dari orang satu ke orang lain dalam pemakanan. Namun jika saat makan Anda ingin berbagi makanan, lebih baik berikanlah langsung piring atau cawan yang berisi makanan. Itulah etika yang baik di mata orang Jepang dibanding harus memberikan melalui sumpit.

Keunikan etika saat makan dari lima negara di atas memang tidak dapat dipungkiri dan juga dilupakan. Siapa tahu suatu saat nanti Anda memiliki teman dari salah satu negara tersebut. Atau Anda akan beruntung dapat berkunjung ke salah satu negara tersebut. Jadi, Anda akan dianggap mengerti etika mereka saat makan tiba.