Kebiasaan Orang Tua yang Menghasilkan Perilaku  Buruk pada Anak

Berikut ini saya rangkumkan 37 kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anak berdasarkan dari buku best seller karya Ayah Edy, yaitu:

1. Raja Yang Tak Pernah Salah.

Orang tua sering kali menyalahkan kursi atau meja jika anak tersandung benda-benda tersebut, lebih ekstrim lagi, ayah atau ibu memukul kursi atau meja untuk menghukum kesalahan dua benda tersebut. Ajarkan bahwa mereka harus lebih hati-hati dalam bermain, jangan ajarkan bahwa anak tidak pernah salah.

2. Berbohong Kecil dan Sering.

Berkatalah jujur pada anak. Jangan mengalihkan perhatiannya untuk mendustai. Contoh,jika berangkat ke kantor berpamitanlah kepada anak,”Sayang , Papa mau pergi ke kantor, kamu tidak bisa ikut, kalau papa ke taman kota kamu bisa ikut.

3. Banyak Mengancam.

Terlalu banyak ancaman dan larangan mengikis kreativitas anak. Jelaskan konsekuensi sebuah tindakannya, misalnya: Sayang, jika kamu naik-naik meja nanti kamu jatuh, hati-hati turunnya ya.

4. Bicara Tidak Tepat Sasaran.

Jelaskan secara terperinci apa yang Anda inginkan, bukan abstrak. Kamu jangan nakal ya ini adalah contoh yang salah, jelaskan kategori nakal seperti apa yang tidak Anda inginkan.

5. Menekankan pada hal-hal yang salah.

Berilah pujian jika mereka bermain secara asyik dan rukun, jangan hanya diberi hukuman jika bersalah saja.

6. Merendahkan diri sendiri.

Membawa-bawa nama polisi, satpam, dokter untuk menenangkan anak. Misalnya: “Ayo matikan televisinya, nanti dimarahi satpam lho.

7. Papa dan mama tidak kompak.

Ayah dan ibu harus kompak dalam mendidik anak, ketika ayah memarahi anak, ibu tidak boleh membela demikian pula sebaliknya, ini atas nama kedisiplinan.

8. Campur tangan pihak lain selain orang tua.

Campur tangan nenek, kakek, om, terkadang berbeda dengan peraturan orang tua. Sepakati hal-hal apa saja yang harus dipatuhi orang-orang terdekat Anda dalam mendidik anak Anda.

9. Menakuti anak.

Inilah ucapan yang keliru :”Eh, kalau nangis terus nanti disuntik dokter lho.

10. Ucapan dan tindakan tidak sesuai.

Jangan pernah mengumbar janji pada anak untuk tujuan merayunya. Jika berjanji tepati, dan jika Anda gagal menepati janji, minta maaf dan ungkapkan alasannya pada anak agar ia mengerti, dan jadwalkan kembali janji Anda.

11. Hadiah untuk perilaku buruk anak.

Membelikan sesuatu karena anak merengek di mal, ia akan mengulanginya lagi pada kesempatan yang lain.

12. Merasa bersalah karena tidak bisa memberikan yang terbaik.

13. Mudah menyerah dan pasrah.

14. Marah yang berlebihan.

Memarahi adalah cara mendidik yang paling buruk. Pada saat memarahi kita tidak sedang mendidik, namun melampiaskan kekesalan kita karena tak bisa mengatasi masalah dengan baik.

15. Gengsi untuk menyapa.

16. Memaklumi yang tidak pada tempatnya.

17. Penggunaan istilah yang abstrak.

18. Mengharapkan perubahan instan.

19. Pendengar yang buruk.

Orang tua lebih suka menyela, langsung menasihati tanpa bertanya apa permasalahannya, serta asal usul kejadiannya.

20. Selalu menuruti permintaan anak.

21. Terlalu banyak larangan.

22. Terlalu cepat menyimpulkan.

23. Mengungkit kesalahan masa lalu.

Jangan mengungkit kesalahan anak, misalnya: “Tuh, apa papa bilang, kamu tidak pernah mau dengerin sih.

24. Paling benar dan paling tahu segalanya.

25. Saling melempar tanggung jawab.

26. Kakak harus selalu mengalah.

27. Menghukum secara fisik.

28. Menunda atau membatalkan hukuman.

29. Terpancing emosi.

30. Menghukum anak saat kita marah.

31. Mengejek

32. Menyindir.

33. Memberikan julukan yang buruk.

34. Mengumpan anak yang rewel

35. Televisi sebagai pengasuh kedua anak.

36. Mengajari anak untuk membalas.

37. Memotong pembicaraan.