Kado Apa Yang Cocok Diberikan Kepada Guru ?

Bukan rahasia lagi jika saat pembagian rapor di akhir tahun ajaran identik dengan musim panen bagi guru menerima kado dari para orang tua murid. Betulkah kado diberikan sebagai tanda terima kasih murni? Ataukah tersirat pesan:”Bu, bantu nilai anak saya ya?

Kado memang bisa mewakilkan ungkapan rasa terima kasih, penghargaan, perhatian, maupun balas jasa atas kebaikan seseorang. Jadi memberi kado kepada guru sebenarnya bukan merupakan perbuatan terlarang. Persoalannya adalah pemberian kado semacam ini mengarah kepada gratifikasi seperti yang tidak diperbolehkan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan hal-hal yang kurang terpuji.

Sangat mungkin bila akhirnya guru lantas “mengharapkan” bahkan “menentukan” hadiah apa yang harus diberikan oleh orang tua murid. Bahkan ada sekolah yang terang-terangan menyediakan kotak khusus untuk menampung tanda terima kasih dari para orang tua murid (baca : kado). Padahal “budaya” seperti itu akan menurunkan citra guru dan sekolah di mata masyarakat.

Setidaknya sebagian orang tua murid akan mempertanyakan, apakah pihak sekolah tidak memikirkan kesejahteraan guru sampai-sampai mereka harus mengharapkan pemberian kado dari orang tua murid? Bagaimana nasib orang tua yang kurang mampu? Atau rasa iri dari guru-guru yang belum beruntung mendapatkan kado? Sebab kriteria guru yang mendapatkan kado adalah guru baik, tidak galak, dan yang terpenting adalah pemurah dalam memberikan nilai kepada anak-anak didik.

Para orang tua menganggap guru tersebut pantas mendapatkan kado atas perjuangannya untuk membantu anak-anak mereka meraih prestasi. Bila tidak diantisipasi, hal tersebut pasti akan menimbulkan masalah baru, dan merugikan anak-anak didik. Mereka memiliki nilai bagus tanpa kemampuan dan pemahaman yang sesuai dengan nilai tersebut.

Sebenarnya para guru harus menolak pemberian tersebut, apa pun bentuknya demi integritas dan harga diri sebagai pendidik. Bukankan mendidik murid menjadi pandai adalah kewajiban guru? Pemberian kado yang benar seharusnya dikoordinasikan kepada ketua POMG (Persatuan Orang Tua Murid dan Guru), diberikan kepada kepala sekolah untuk selanjutnya diserahkan kepada guru-guru secara merata.

Agar pembagiannya merata, hadiahnya diberikan dalam bentuk uang, yang kemudian dibagikan kepada semua pengurus sekolah. Termasuk petugas kebersihan, satpam dan penjaga sekolah yang tinggal 24 jam menjaga sekolah tersebut. Sebab mustahil ada guru yang sukses sendirian dalam mengajar anak-anak didik menjadi pintar tanpa bala bantuan dari berbagai pihak. Cara memberi hadiah lainnya adalah mintalah setiap anak yang naik kelas untuk menyumbangkan satu buku untuk melengkapi koleksi buku di perpustakaan sekolah, tak perlu buku baru, buku lama yang layak baca pun diperkenankan.

Kado Apa yang Cocok ?

Jenis kado yang diberikan kepada guru sangat variatif. Bisa berupa perlengkapan sehari-hari, seperti pulpen, tas pakaian, atau sepatu. Pokoknya sesuai kebutuhan guru dalam belajar dan mengajar di sekolah tersebut, termasuk buku-buku bacaan atau dalam bentuk uang bila yang bersangkutan membutuhkan biaya pengobatan.

Sebaiknya orang tua murid tidak memberi kado yang sifatnya terlalu mewah seperti perhiasan emas, lap top (note book), ini merangsang guru untuk bersikap materialistis. Kado atau hadiah yang berlebihan kemungkinan besar akan menimbulkan rasa terima kasih yang berlebihan pula. Si guru akan merasa sangat berhutang budi, sehingga memunculkan sikap pilih kasih terhadap murid dari orang tua yang memberi kado spesial tersebut. Jadi sebelum memberi kado, pertimbangkan masak-masak bentuk hadiah apa yang paling cocok untuk si guru.