9 Jenis Investasi Reksa Dana yang Paling Umum

Home » 9 Jenis Investasi Reksa Dana yang Paling Umum

9 Jenis Investasi Reksa Dana yang Paling Umum

 

Reksa dana kerap menjadi pilihan bagi para investor pemula karena memiliki risiko yang kecil. Dana para investor yang terkumpul pada reksa dana akan dikelola oleh manajer investasi. Ia akan mengalokasikan dana para investor pada instrumen investasi lain seperti saham, obligasi dan deposito.

Namun tahukah Anda, meskipun reksa dana minim resiko, ternyata ada juga jenis reksa dana yang memiliki resiko tinggi yang diimbangi dengan return yang tinggi pula.

Apa saja jenis-jenis Investasi reksa dana tersebut?

belajar investasi dilut897b7b87njko

http://www.infinitaccounting.com

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang resikonya paling minim jika dibandingkan dengan reksa dana jenis lainnya. Dikutip dari Investopedia.com, reksa dana pasar uang terdiri dari instrumen utang jangka pendek. Jenis reksa dana ini adalah jenis yang paling aman untuk menyimpan uang. Mungkin reksa dana pasar uang tidak akan memberikan hasil yang signifikan, tetapi Anda tidak akan kehilangan dana pokok yang Anda investasikan. Jumlah return yang Anda peroleh akan sedikit lebih banyak jika dibandingkan dengan bunga tabungan biasa di bank, tetapi lebih sedikit dari bunga sertifikat deposito.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap dinamakan sesuai dengan tujuannya, yaitu menyediakan pendapatan dengan waktu yang tetap. Reksa dana jenis ini sebagian besarnya dialokasikan ke instrumen utang atau obligasi pemerintah dan perusahaan besar. Dikutip dari www.getsmarteraboutmoney.ca, obligasi perusahaan besar biasanya lebih beresiko dibandingkan dengan obligasi pemerintah.

3. Reksa Dana Obligasi (Bond Fund)

Reksa dana obligasi secara aktif berinvestasi pada berbagai macam jenis obligasi. Seringkali reksa dana obligasi dikelola dengan cara membeli obligasi yang harganya sedang miring agar jika dijual dapat menghasilkan profit. Jenis reksa dana ini memiliki tingkat keuntungan yang lebih tinggi jika dibanding dengan sertifikat deposito dan reksa dana pasar uang, namun resikonya juga lebih besar. Karena banyaknya jenis obligasi, reksa dana obligasi bisa sangat beragam, tergantung dari dimana berinvestasinya. Misalnya reksa dana yang fokusnya pada obligasi perusahaan besar akan lebih beresiko dibanding dengan reksa dana yang fokusnya pada obligasi pemerintah.

4. Reksa Dana Campuran (Balance Fund)

Tujuan dari dibentuknya reksa dana campuran adalah untuk menyeimbangkan antara keamanan, pendapatan dan kenaikan modal. Strategi dari reksa dana campuran adalah dengan mengisi portofolio investasi dengan instrumen yang dipakai reksa dana pendapatan tetap bersamaan dengan pembelian saham. Biasanya porsi dari reksa dana campuran adalah 60% saham dan 40% pendapatan tetap. Pembagian porsi ini mungkin akan dibatasi oleh jumlah maksimum dan minimum di setiap kelas asetnya, jadi jika sewaktu-waktu nilai saham meningkat lebih dari obligasi, manajer portofolio akan menyeimbangkan ulang portofolionya menjadi 60/40.

Ada satu jenis reksa dana lagi yang mirip dengan reksa dana campuran, yaitu reksa dana alokasi aset (asset allocation fund). Perbedaan reksa dana ini dengan reksa dana campuran adalah porsi pembagian aset yang tidak terpaku pada jumlah 60/40. Manajer portofolio investasi diberikan kebebasan untuk mengatur portofolionya, sesuai dengan kondisi ekonomi yang sedang terjadi.

5. Reksa Dana Saham (Equity Fund)

Reksa dana jenis ini berinvestasi sepenuhnya di saham. Tujuan dari reksa dana ini adalah tumbuh lebih jauh dibanding dengan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Oleh karena itu, biasanya resiko investor kehilangan uang juga semakin besar. Reksa dana saham juga memiliki jenis-jenisnya sendiri. Anda dapat memilih reksa dana saham yang fokusnya hanya pada pertumbuhan nilai saham (biasanya jenis ini tidak membayar dividen), yang memberikan pemasukan (biasanya jenis ini memberikan dividen dalam jumlah yang besar), nilai saham (value stock), large-cap stocks, mid-cap stocks, small-cap stocks atau kombinasi dari semuanya.

6. Speciality Fund

Reksa dana jenis ini adalah reksa dana yang mencangkup kategori populer yang berada di luar instrumen investasi yang telah dijelaskan sebelumnya, contohnya adalah investasi real estate. Reksa dana jenis ini fokus pada sektor-sektor ekonomi yang spesifik saja. Yang dimaksud reksa dana dengan sektor-sektor tertentu adalah pada sektor finansial, kesehatan, teknologi dan sebagainya. Reksa dana sektor dapat menunjukkan performa yang sangat baik semenjak saham yang ada pada sektor tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.

7. Reksa Dana Indeks

Dikutip dari aberdeen-asset.com, reksa dana indeks adalah reksa dana yang komposisi portofolionya dibuat menyerupai sesuatu indeks acuan sehingga return yang diperoleh juga mirip dengan indeks yang diikutinya (misalnya indeks obligasi atau indeks saham). Reksa dana ini dapat dibeli dan dijual sesuai dengan keinginan investor.

8. Reksa Dana Terproteksi

Reksa dana terproteksi mirip dengan deposito. Reksa dana memiliki jatuh tempo, pembagian keuntungan (dividen) yang dilakukan secara periodik dan biasanya nilai pokok dana investor masih utuh setelah mencapai jatuh tempo. Penjualan reksa dana sebelum jatuh tempo sebenarnya masih dapat dilakukan, namun tidak ada jaminan dana pokok investor masih utuh. Manajer investasi reksa dana terproteksi akan menginvestasikan sebagian dana yang dikelolanya pada efek yang masuk dalam kategori utang yang masuk dalam kategori layak investasi, sehingga dapat memberikan proteksi pada pokok investasi nasabah pada saat jatuh tempo.

9. ETF (Exchange Traded Fund)

Reksa dana jenis ini adalah reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa. Kinerjanya dapat mengacu pada indeks tertentu seperti indeks obligasi atau indeks saham. Pemegang ETF dapat dengan mudah menstraksasikan unitnya di pasar bursa selama hari kerja. Meskipun ETF pembeliannya dapat dilakukan tanpa melalui manajer investasi dan harganya dapat segera diketahui saat membelinya, ETF bukanlah saham. ETF  memiliki prinsip diversifikasi yang mirip dengan reksa dana.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis reksa dana yang perlu diketahui oleh setiap investor. Reksa dana pada dasarnya memang cocok digunakan bagi investor yang tidak menyukai profil resiko yang tinggi. Namun penting juga untuk diingat bahwa ada banyak jenis-jenis reksa dana dan beberapa diantaranya menawarkan profil resiko tinggi dengan hasil yang tinggi juga.

Adapun jenis reksa dana yang tinggi resiko adalah reksa dana saham dan reksa dana campuran. Reksa dana obligasi juga sebenarnya memiliki profil resiko yang cukup tinggi bila obligasi yang dibeli adalah obligasi perusahaan besar yang penuh resiko. Sedangkan reksa dana yang minim resiko diantaranya adalah reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Reksa dana pasar uang minim resiko karena sebagian besar dananya digunakan untuk membeli deposito. Meskipun begitu, bunga yang diperoleh dari reksa dana ini tidak lebih besar dari sertifikat deposito. Reksa dana pendapatan tetap juga memiliki tingkat resiko yang cukup rendah karena sebagian besar dananya dialokasikan ke obligasi pemerintah.

Baca Juga:

2018-10-15T11:01:30+00:00