Jenis Investasi Emas yang Patut Dicoba Investor

Home » Jenis Investasi Emas yang Patut Dicoba Investor

Jenis Investasi Emas yang Patut Dicoba Investor

Jenis Investasi Emas

Emas seringkali dipandang sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik bagi investor. Harganya yang relatif terus naik dan kebal terhadap inflasi adalah beberapa alasan investor menyimpan emas untuk investasi mereka. Namun jika pembelian emas tidak disertai dengan penyelidikan lebih lanjut, bukannya mendapat untung, investor kemungkinan akan merugi karena biaya yang besar.

Beberapa jenis investasi emas membutuhkan biaya tambahan baik untuk biaya antar maupun perawatan. Oleh karena itu, penting bagi para investor maupun calon investor emas untuk mengetahui jenis-jenis dari investasi emas.

Apa saja jenis-jenis tersebut? Artikel ini akan mencoba membahasnya.

1. Emas Fisik

Emas batangan dan butiran yehdyr777bb

https://www.investors.com

Umumnya, emas dalam wujud fisik adalah investasi yang sering tercantum dalam portofolio banyak orang. Emas fisik yang dimaksud dapat berwujud perhiasan emas, koin emas atau emas batangan (bulyon).

Dikutip dari goldpriceoz.com, keuntungan memiliki emas dalam wujud fisik adalah investor punya kepemilikan secara langsung dan dapat menjaga nilainya. Kekurangannya, emas yang disimpan dalam bentuk fisik punya tingkat likuiditas yang rendah atau sulit dicairkan. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk mengantar dan memproses emas tidaklah kecil. Berbeda dengan koin emas dan perhiasan emas, emas batangan lebih disukai sebagai media investasi karena minimnya biaya yang diperlukan dan likuiditasnya tinggi.

Orang yang memiliki emas batangan dapat menyimpan emas mereka di bank vault. Merekalah yang akan menjaga emas tersebut selagi emas tersebut disimpan. Biasanya emas batangan yang disimpan di vault bank memiliki likuiditas yang tinggi dan biaya yang rendah.

2. Sekuritas Emas

Sekuritas emas adalah investasi emas secara tidak langsung. Investasi ini menggabungkan antara keuntungan memiliki emas fisik dengan likuiditas pasar sekuritas tradisional. Biasanya sekuritas emas dapat ditebus, tetapi uang penebusannya dibuat cukup tinggi agar dapat mengurangi frekuensi perdagangan emas. Exchange-traded funds (ETFs) emas adalah dana investasi yang diperjual belikan di bursa efek, seperti halnya saham. Berbeda dengan ETF saham, ETF emas adalah produk keuangan turunan yang mengikuti harga emas.

Keuntungan memiliki sekuritas emas pertama yaitu, terbebas dari biaya kustodian (yang berkaitan dengan pemeliharaan), penyimpanan dan biaya asuransi. Biaya yang perlu dibayarkan hanya biaya manajemen sebesar 0,4%. Lalu karena likuiditasnya yang tinggi, sekuritas emas bisa dengan mudah diperdagangkan. Kelemahan membeli sekuritas emas adalah pemegangnya tidak memiliki emas secara langsung dan beberapa bursa mengenakan biaya tambahan untuk setiap transaksi.

3. Saham Perusahaan Tambang

tambang emas papua gasberg freeport dgfhy789jk

Tambang emas papua, gasberg freeport.

Membeli saham perusahaan tambang adalah salah satu wujud investasi emas secara tidak langsung. Jika dibandingkan dengan investasi emas lainnya, investasi saham perusahaan tambang adalah yang paling spekulatif.

Investor yang menginginkan untuk berinvestasi di saham perusahaan tambang harus berfikir dua kali karena saham perusahaan tambang memiliki resiko. Investasi ini mengharuskan para investornya untuk memiliki toleransi pada tingkat resiko yang tinggi dan mampu menerima kerugian bila sewaktu-waktu perusahaan tambang emas mengalami kerugian. Sebagai gantinya, para investor memiliki peluang untuk mendapat keuntungan hingga angkanya mencapai tiga digit.

4. Reksa Dana Emas

Reksa dana emas adalah cara lain untuk berinvestasi emas. Investasi ini cocok bagi investor yang ingin berinvestasi emas sekaligus ingin berinvestasi di logam berharga lain. Namun, tetaplah berhati-hati terhadap biaya tahunan dan biaya-biaya lain yang tersembunyi. Analisa setiap penawaran yang ada secara bijak.

5. Opsi Emas (Gold Option)

Opsi emas adalah investasi turunan emas yang bermain pada spekulasi jangka pendek harga emas di masa depan. Pasarnya lebih kompleks dan perdagangan dilakukan dengan spekulasi bukan emas dalam wujud fisik. Oleh karena itu, investasi jenis ini cocok dilakukan oleh para investor tingkat atas dan sudah berpengalaman.

Membeli opsi ini adalah tindakan yang beresiko. Lebih banyak investor yang rugi dibanding yang untung. Keuntungan membeli opsi ini adalah investor dapat mengendalikan investasi yang besar dengan menggunakan uang yang sedikit dan terbatas. Kekurangannya adalah opsi bisa habis masa berlakunya pada periode yang sudah pasti. Opsi emas mungkin dapat memberikan keuntungan yang sangat melimpah, namun disaat bersamaan juga dapat melenyapkan semua investasi dalam sekejap.

Investor Emas

Anda telah mengetahui tentang beberapa jenis investasi emas beserta kelebihan dan kekurangannya. Namun apakah Anda masih bingung untuk memilih jenis investasi apa yang cocok untuk Anda? Seorang investor bernama Ted Waller telah membagi investor emas ke dalam tiga kelompok yaitu catastrophe investor, pedagang (traders) dan investor jangka panjang (long term investors). Dikutip dari seekingalpha.com, berikut adalah penjelasannya.

1. Catastrophe Investor

Investor jenis ini adalah investor yang pesimis dan menganggap ekonomi dunia sedang berada di ujung kehancuran. Segala investasi yang bersandar pada uang misalnya saham, obligasi, deposito dan surat berharga lain suatu hari akan menjadi tidak bernilai. Mereka menganggap nilai emas masih akan terus bertahan seperti 2000 tahun yang lalu. Investasi emas yang cocok untuk investor jenis ini adalah emas dalam wujud fisik atau emas batangan. Investor perlu menyimpan sendiri emas mereka karena jika ekonomi dunia sedang lumpuh, transportasi dan komunikasi terkait penyediaan emas tentu akan sulit dilakukan.

2. Pedagang (Traders)

Investor jenis ini berupaya memperoleh keuntungan dari pertukaran emas jangka pendeng dalam waktu satu hari hingga 12 bulan, sama halnya dengan investasi lainnya. Mereka akan melakukan perdagangan berdasarkan antisipasi permintaan, penawaran, inflasi dan yang lainnya. Membeli saham perusahaan tambang emas dan ETFs emas cocok dilakukan oleh investor jenis ini. Membeli emas dalam bentuk fisik tidak dianjurkan karena adanya biaya transaksi dan kecepatan transaksi emas batangan yang lambat.

3. Investor Jangka Panjang (Long Term Investor)

Investor jenis ini akan memegang investasi emas mereka hingga bertahun-tahun. Harapannya, harga emas dalam jangka panjang akan mengalami kenaikan. Alasan mereka memegang investasi emas dalam waktu yang lama adalah karena sewaktu-waktu nilai mata uang bisa jatuh dan rasio penawaran emas dunia dapat meningkat dalam jangka panjang. Emas batangan dan sekuritas emas adalah jenis investasi yang cocok untuk investor ini. Keduanya berkaitan secara langsung dengan harga emas. Tetapi ETF emas dan saham perusahaan tambang emas bukanlah pilihan yang tepat karena kedua instrumen ini tidak berkaitan langsung dengan harga emas sesungguhnya.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis emas yang perlu diketahui oleh setiap investor. Investasi emas memang sangat menjanjikan karena sudah sejak dulu emas digunakan sebagai alat penyimpan kekayaan dan kelangkaannya membuat harga emas selalu naik. Namun di masa yang sudah sangat maju ini, investasi emas muncul dalam berbagai macam wujud. Pemilihan jenis investasi emas tentu harus disesuaikan dengan tujuan dari investor itu sendiri.

Baca Juga:

2018-11-02T17:28:51+00:00