Jenis dan Perhitungan Bunga Deposito

Home » Jenis dan Perhitungan Bunga Deposito

Jenis dan Perhitungan Bunga Deposito

Jenis-Jenis Deposito

Sama seperti instrumen investasi lain seperti saham dan obligasi, deposito juga memiliki jenis-jenisnya sendiri, seperti:

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah salah satu jenis deposito yang paling sering digunakan. Sesuai dengan namanya, deposito jenis ini memiliki masa tenor tertentu. Biasanya masa tenor deposito jenis ini adalah 1 hingga 24 bulan. Lamanya masa tenor tergantung pada kesepakatan antara nasabah dengan pihak bank. Bunga baru dapat dibayarkan di akhir periode yang telah disepakati.

2. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito mirip dengan deposito berjangka. Perbedaannya setelah nasabah menyetorkan dananya untuk didepositkan, mereka akan mendapatkan sertifikat deposito. Pada sertifikat tersebut tidak tercantum nama perorangan ataupun lembaga. Tujuannya agar dapat dipindahtangankan atau dijual pada pihak lain. Kelemahannya jika sertifikat deposito hilang, siapapun dapat langsung mencairkannya tanpa harus diketahui oleh pemilik. Pencairan bunga deposito dapat dilakukan di muka, tiap bulan maupun tiap jatuh tempo.

3. Deposito On Call

Deposito on call memiliki masa tenor yang cukup singkat, yaitu minimal tujuh hari dan maksimal kurang dari satu bulan. Deposito ini diterbitkan dengan mengatasnamakan nasabah dan dalam jumlah yang cukup besar. Bunga dapat dihitung secara per bulan, tergantung pada kesepakatan antara nasabah dan pihak bank. Pencairan dapat dilakukan dengan catatan nasabah sebelumnya telah menginformasikan pihak bank bahwa ia ingin mencairkan dananya.

menabung uang di bank 6876876ko

https://cedarfit.com/the-fitness-bank/

Perhitungan Bunga Deposito

Investasi deposito agak berbeda dengan investasi surat berharga lainnya di pasar modal. Calon nasabah perlu memilih jangka waktu (tenor) penarikan deposito mereka. Contoh dari masa tenor adalah 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan hingga 1 tahun. Setiap masa tenor memiliki tingkat suku bunganya sendiri. Misalnya suku bunga 3.00% untuk masa tenor 1 sampai 2 bulan, 3.05% untuk masa tenor 3 bulan, 3.10% untuk masa tenor 6 bulan dan 3.15% untuk masa tenor 1 tahun. Apabila Anda memilih masa tenor 2 bulan, maka Anda akan menerima bunga sebesar 3.00% per tahun pada akhir periode (akhir bulan ke-2).

Bagaimana penghitungan dari bunga deposito? Dikutip dari finansialku.com, berikut adalah cara menghitung bunga deposito.

Anggap saja Anda memiliki uang sebesar Rp20 juta, selanjutnya Anda memilih untuk mendepositkan uang Anda dalam dua masa tenor yang berbeda, yaitu 3 bulan dan 6 bulan. Maka penghitungan bunga depositonya adalah:

Masa tenor 3 bulan

Besar bunga = (Rp10.000.000 x 3.05% x 90 hari) : 366 hari =  Rp75.000

Potongan bunga 20% = Rp75.000 x 20% = Rp15.000

Bunga yang diterima = Rp75.000 – Rp15.000 = Rp60.000

Masa tenor 6 bulan

Besar bunga = (Rp10.000.000 x 3.10% x 120 hari) : 366 hari =  Rp101.639

Potongan bunga 20% = Rp101.639 x 20% = Rp20.327

Bunga yang diterima = Rp101.639 – Rp20.327 = Rp81.321

Baca Juga:

2018-10-15T10:16:18+00:00