Jelaskan Perbedaan Meteoroid, Meteor, dan Meteorit

Meteor Meteorit Meteoroid

Alam semesta memiliki benda-benda langit yang tersebar di luasnya yang terus mengembang. Terkadang, benda-benda langit tersebut dapat diamati melalui Bumi. Tak jarang pula yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Bukan hanya bintang saja yang selalu tampak di langit, terkadang yang kita lihat tersebut merupakan planet atau galaksi lain yang memancarkan cahaya sangat terang dan cukup dekat dengan Tata Surya.

Jika sudah akrab dengan kata meteor, tentunya sudah tidak asing lagi dengan kata tersebut. Benda langit ini selalu lekat dengan “hujan meteor”. Jika beruntung, kita dapat melihatnya melintasi langit malam dengan kecepatan yang tinggi. Biasanya meteor jatuh disebut bintang jatuh padahal bintang dan meteor memiliki karakteristik yang berbeda. Tetapi karena bentuknya yang indah saat terbakar matahari dan menciptakan ekor yang panjang, meteor jatuh disebut sebagai bintang jatuh.

Namun, meski sudah akrab dengan meteor, kita kadang masih sulit membedakan meteoroid, meteor, dan meteorit. Apa perbedaan dari ketiganya?

 

Meteoroid

Meteoroid merupakan puing-puing batu yang mengandung unsur logam dan besi sebagai zat pembentuk utama meteoroid yang bergerak di luar angkasa. Sama seperti planet, benda-benda langit seperti meteoroid bergerak mengelilingi matahari. Tetapi, meteoroid bergerak dengan jalur orbit yang berbeda dengan kecepatan yang bervariasi. Meteorit tercepat bergerak 42 km/detik.

Meteoroid yang tertarik gravitasi bumi akan bergesekan dengan atmosfer. Gesekan tersebut akan membakar meteoroid yang panas. Meteoroid yang bergesekan dengan atmosfer bumi tersebut dapat menjadi meteor.

 

Meteor

Meteor merupakan meteoroid yang masuk ke atmosfer bumi yang disebabkan gaya gravitasi bumi. Meteoroid yang melayang-layang kemudian masuk ke bumi berubah nama menjadi meteor. Terjadi gesekan antara meteoroid dengan udara, sehingga benda tersebut menjadi terbakar. Meteor akan memiliki ekor panjang yang indah. Fakta menariknya, meteor hampir terjadi setiap hari dan biasanya akan habis terbakar sebelum sampai bumi. Biasanya yang berhasil kita lihat disebut sebagai bintang jatuh.

 

Meteorit

Meteorit adalah meteor yang tidak habis terbakar hingga mendarat di permukaan bumi. Meteor yang tidak habis ini akan bertumbukan dengan permukaan bumi dan menghasilkan kawah meteorit.

Kawah yang paling besar akibat meteorit salah satunya adalah Kawah Meteorit Arizona di Amerika Serikat dengan lebar sekitar 1,2 kilometer. Kawah tersebut tercipta karena meteor dengan ukuran 45,72 meter yang jatuh pada 49 ribu tahun silam. Ukuran meteor terlalu besar, tetapi karena tarikan dan tabrakan yang cukup keras menghantam bumi, maka menciptakan kawah yang sangat besar.

 

Mengapa Memiliki Nama yang Berbeda?

Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, meteoroid, meteor, dan meteorit memiliki perbedaan utama di posisinya. Jadi, ketika masih melayang di luar angkasa, bebatuan langit tersebut disebut meteoroid. Sedangkan saat mulai memasuki bumi, meteoroid yang bergesekan dengan atmosfer disebut sebagai meteor. Jika meteor tidak habis terbakar dan mendarat di bumi, maka disebut sebagai meteorit.

Perbedaan mendasar lainnya juga terletak pada unsur benda yang sudah berubah akibat gesekan dan tabrakan. Meteoroid tercipta dari sisa debu asteroid atau komet yang melintas dekat matahari. Meteorit mengandung unsur logam dan nikel, dan berukuran lebih besar.

Tentunya ketiga benda langit ini juga memiliki perbedaan dengan asteroid dan komet. Terkadang masih banyak yang belum dapat membedakan benda-benda tersebut. ketiganya berbeda dengan asteroid dan komet berdasarkan unsur pembentuk dan lokasi orbitnya.

Itulah perbedaan meteorid, meteor, dan meteorit yang dapat dipelajari. Dapat disimpulkan bahwa ketiganya memiliki perbedaan di posisi dan unsur yang sudah berubah.