Vitamin Riboflavin Adalah

Ada banyak kandungan gizi yang berfungsi baik untuk tubuh. Saking banyaknya, orang-orang hanya tahu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Padahal enzim pun termasuk kandungan yang perlu diketahui untuk tubuh yang sehat. Apakah Anda mengenal Riboflavin? Jika pernah mendengar namun kemudian lewat saja alias masa bodoh dengan apa itu? Lebih baik sekarang harus mengenal dengan lebih dekat.

Riboflavin ( Vitamin B2 ) Bagian Koenzim FMN Dan FAD

Salah satu komponen yang ada pada sistem enzim adalah riboflavin. Istilah lain dari riboflavin adalah flavoprotein. Jika Anda pernah mendengar dua istilah tersebut, maka itu sama. Riboflavin biasa menjadi salah satu enzim yang berperan dalam metabolisme intermediate. Riboflavin tidak terbentuk dari satu koenzim, melainkan dua, FMN dan FAD. FMN adalah singkatan dari Flavin Mononukleotida. FAD adalah singkatan dari Flavin Adenin Dinukleotida. FMN dan FAD adalah bentuk dari dehidrogenase.

Fungsi Riboflavin Di Dalam Tubuh

Fungsi dari riboflavin adalah melakukan katalisis oksidasi dari beberapa senyawa seperti purin. Riboflavin akan melakukan oksidasi pada enzim L-amino oksidasi dan D-amino oksidasi. Kedua enzim tersebut adalah enzim yang melakukan oksidasi pada asam hidroksi serta asam amino menghasilkan asam Alpha keto. Tanpa adanya riboflavin, maka katalisis tidak akan dapat terjadi. Dan kemungkinan terjadinya oksidasi tidak dapat terhindarkan.

Sumber Riboflavin Untuk Dikonsumsi

Riboflavin adalah komponen yang dapat Anda peroleh dari sumber produk hewani. Seperti daging, telur, susu, mentega, sosis, hati, dan lainnya. Anjuran untuk bayi harus terpenuhi hingga nol koma empat miligram. Anjuran untuk anak-anak harus terpenuhi hingga nol koma enam miligram. Anjuran untuk dewasa adalah satu koma enam miligram. Sayuran hijau sebenarnya juga mengandung riboflavin. Namun dibandingkan dengan produk hewani, masih terbilang kalah jauh jumlahnya. Jadi, jika tubuh Anda kekurangan riboflavin, lebih baik konsumsi produk hewani lebih banyak.

Akibat Kekurangan Kandungan Riboflavin Dalam Tubuh

Seringkah Anda mengalami bibir pecah-pecah atau retak? Seringkah Anda mengalami retak pada lidah atau kulit mulut? Atau, seringkah Anda sensitif ketika melihat cahaya? Jika iya, maka itu pertanda bahwa tubuh kekurangan kandungan riboflavin. Gejala-gejala tersebut sudah jelas menandakan bahwa tubuh Anda kekurangan komponen enzim tersebut. Gejala tersebut memang lebih dulu akan menyerang pada mata. Ketika itu mata Anda akan sensitif terhadap cahaya. Baik yang terang maupun tidak. Namanya organ yang sensitif, maka ketika harus bersinggungan dengan cahaya, maka Anda akan meresponnya sebagai cahaya yang sangat silau.

Kemudian mengarah pada pecah dan retak mulut, lidah, dan bagian lain pada mulut. Tidak hanya gejala-gejala tersebut. Jika tubuh Anda merasa sangat lelah dan itu berlangsung cepat. Sebagai contoh, Anda baru satu jam bekerja, tubuh sudah merespon lelah. Maka tubuh Anda memang kekurangan komponen enzim riboflavin.

Riboflavin termasuk komponen enzim yang harus diperhatikan keberadaannya di dalam tubuh. Anda tidak dapat melupakannya. Jika sampai terjadi, maka gejala dari kekurangan riboflavin tidak akan segan-segan menyerang tubuh Anda. Dengan Anda mengetahui apa itu Riboflavin, maka menjadi peringatan bagi diri sendiri untuk mencukupi asupan gizi produk hewani. Sehingga tubuh Anda pun akan sehat dan gejala-gejala dari riboflavin menjadi sulit menyerang tubuh. Tidak ada ruginya untuk mengetahui riboflavin. Sebab dengan Anda mengetahui apa itu riboflavin, apa akibat kekurangan dari komponen enzim tersebut, dan lainnya, maka Anda lebih mudah untuk mau mengkonsumsi asupan produk hewani dalam jumlah yang cukup.