ETF vs Reksa Dana, Mana yang Lebih Baik?

Home » ETF vs Reksa Dana, Mana yang Lebih Baik?

ETF vs Reksa Dana, Mana yang Lebih Baik?

Investor memiliki banyak pilihan ketika mereka ingin menginvestasikan uangnya. Mereka dapat melakukan pendanaan secara perorangan seperti membeli saham atau obligasi atau secara kolektif misalnya dengan membeli unit reksa dana atau ETF (Exchange Trade Fund). Bagi investor yang menginginkan resiko minim, reksa dana dan ETF mungkin dapat menjadi pilihan yang tepat. Meskipun mirip, reksa dana dan ETF ternyata memiliki perbedaan yang mungkin tidak sesuai dengan tujuan beberapa investor. Mana yang lebih baik diantara keduanya? Untuk menjawab keraguan Anda, artikel ini akan mencoba menjabarkannya lebih lanjut.

Mengenal ETF dan Reksa Dana

Sebelum membahas mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing instrumen investasi, ada baiknya untuk mengenal terlebih dahulu apa itu ETF dan reksa dana. Secara sederhana, reksa dana dapat diartikan sebagai wadah bagi para investor untuk mengumpulkan uang mereka, lalu uang yang telah terkumpul tersebut dikelola oleh manajer investasi yang akan mengurus portofolio investasi. Dikutip dari thebalance.com, reksa dana dapat menjadi alternatif bagi investor dengan modal minim yang tidak sanggup bila harus mengurus portofolio mereka sendiri. Uang yang terkumpul di reksa dana nantinya akan dialokasikan pada instrumen investasi lain seperti saham, obligasi dan sekuritas lainnya. Para investor reksa dana akan mendapatkan keuntungan serta resiko sesuai dengan porsi reksa dana mereka.

Reksa dana dapat dibagi ke dalam beberapa kategori seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham dan yang lainnya. Reksa dana pasar uang sebagian besarnya dialokasikan ke deposito lalu obligasi. Lain halnya dengan reksa dana pendapatan tetap yang sebagian besar dananya dialokasikan ke obligasi. Sedangkan reksa dana saham sebagian besarnya dialokasikan ke saham.

ETF mirip dengan reksa dana saham. Dikutip dari laman wikipedia.org, secara sederhana, ETF dapat diartikan sebagai usaha pendanaan secara kolektif atau bisa juga dikatakan sebagai reksa dana yang diperjual belikan di Bursa Efek Indonesia. Sama halnya dengan reksa dana, unit penyertaan yang ada di ETF juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, sama dengan saham. Di dalam ETF juga terdapat manajer investasi dan bank kustodian seperti halnya reksa dana. Namun reksa dana dan ETF tetap memiliki perbedaan, diantaranya:

  • Pembelian ETF harus dilakukan di Bursa Efek Indonesia, tidak bisa melalui manajer investasi seperti halnya reksa dana.
  • Harga pada ETF berlaku real time atau sama seperti harga yang berlaku pada saham. Sedangkan pada reksa dana, harganya akan berubah menjelang akhir hari bursa.
  • Minimum pembelian ETF yaitu: Pasar primer: Creation unit (= 1000 lot = 100.000 unit) Pasar sekunder: 1 lot (= 100 unit). Sedangkan minimum pembelian pada reksa dana adalah 1 unit.

Reksa Dana VS ETF?

reksa dana vs etf dilut.com 74ydhd78ko0

https://shabbir.in/etf-vs-mutual-fund/

Reksa dana dan ETF tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bagi sebagian investor, ETF mungkin lebih cocok lebih digunakan dibanding dengan reksa dana. Begitu juga sebaliknya bagi sebagian investor yang lain. Bagi Anda yang baru berkecimpung di bidang investasi atau investor muda, mungkin memilih reksa dana adalah pilihan yang lebih bijak dibanding memilih ETF. Alasannya dikutip dari laman Investopedia.com adalah sebagai berikut.

1. Variasi yang Lebih Luas

Variasi adalah keunggulan utama reksa dana yang tidak dapat ditemukan pada ETF. Sebenarnya ada jumlah yang tidak terbatas dari reksa dana yang tersedia untuk berbagai strategi investasi, tingkat toleransi terhadap resiko dan jenis aset yang berbeda.

Secara umum, ETF adalah dana terindeks yang dikelola secara pasif untuk diinvestasikan pada sekuritas yang sama dengan indeks yang terpilih agar dapat menyamai hasilnya (return). Meskipun ini adalah strategi investasi nyaris sempurna yang dapat berjalan terus, investasinya cukup terbatas.

Reksa dana menawarkan pilihan jenis investasi indeks yang sama dengan ETF, dan mereka juga menawarkan piliha pengelolaan secara aktif dan pasif dengan susunan yang menakjubkan yang dapat diatur hingga memenuhi kebutuhan investor. Investasi di reksa dana memperbolehkan Anda untuk memilih produk keuangan yang cocok dengan tujuan atau tingkat toleransi Anda terhadap resiko. Mau Anda menginginkan investasi stabil yang memberikan penghasilan sederhana, investasi yang menyediakan penghasilan rutin tiap tahun atau investasi lebih agresif yang bertujuan untuk mengalahkan pasar, semuanya ada di reksa dana.

2. Kualitas Jasa yang Ditawarkan

Rasio beban yang ditawarkan oleh ETF biasanya lebih rendah dibanding reksa dana karena mereka menyediakan jasa yang minim kepada para pemegang ETF. Meskipun reksa dana mungkin adalah pilihan yang membutuhkan biaya sedikit lebih banyak, manajer investasi dapat menyediakan jasa bantuan. Selain itu, sebagai bantuan tambahan dari pegawai reksa dana yang berpengetahuan melalui telepon, reksa dana juga dapat menawarkan jasa transfer dana gratis, penulisan cek dan layanan jasa lainnya yang tidak disediakan oleh ETF.

3. Pilihan Investasi Otomatis

Salah satu jasa berguna yang ditawarkan oleh reksa dana yang tidak dapat ditemukan pada ETF adalah rencana investasi otomatis. Jasa ini memfasilitasi kontribusi harian tanpa perlu Anda mengangkat jari, membantu Anda untuk menumbuhkan investasi tanpa usaha yang berarti.

Dengan memanfaatkan pilihan ini, Anda dapat meningkatkan investasi reksa dana Anda secara otomatis dengan jumlah dana investasi yang telah ditentukan sebelumnya setiap bulan. Pilihan ini menyediakan cara mudah kepada Anda untuk membangun portofolio tanpa harus membuat keputusan setiap bulan untuk mengalokasikan dana tersebut ke portofolio Anda atau menggunakannya untuk hal lain. Dengan pendapatan bebas pajak berjuta-juta dan banyaknya pilihan untuk menghabiskannya, banyak orang yang malah memilih untuk menggunakan uang tersebut untuk aktifitas yang tidak penting atau membelanjakannya dibanding membuat keputusan cerdas dengan menginvestasikannya. Rencana investasi otomatis membuat pilihan ini untuk Anda.

Selain itu, reksa dana juga menawarkan kepada Anda rencana investasi ulang dividen (dividend reinvestment plan) yang memberikan Anda kesempatan untuk membeli kembali unit reksa dana dari uang yang diperoleh dari pendapatan dividen. Seperti halnya rencana investasi otomatis, rencana investasi ulang dividen menekankan pada pembuatan keputusan dari ekuitas dengan cara mengkonversi secara otomatis distribusi dividen ke pertumbuhan investasi.

4. Tidak Ada Biaya Komisi

Alasan lain reksa dana lebih unggul dari ETF adalah jika rencana investasi Anda adalah rencana investasi yang bertahap. Meskipun ETF seringkali disebut-sebut sebagai pilihan investasi yang murah karena rasio biayanya yang relatif rendah, pemegang ETF tetap saja harus membayar komisi kepada broker setiap kali mereka melakukan penjualan atau pembelian unit. Jika Anda berencana untuk membuat satu investasi besar, maka ETF dapat menjadi pilihan yang tepat jika jumlah yang besar tersebut dapat memenuhi kebutuhan investasi Anda.

Tetapi, banyak orang yang lebih suka berinvestasi secara bertahap. Hal ini memberikan kesempatan untuk mengamati performa produk investasi yang dibeli sebelum melanjutkan investasi tersebut, dan ini dapat menjadi strategi investasi yang berkelanjutan. Lagi pula, berinvestasi dengan menyisihkan sejumlah uang per bulan berarti Anda akan mengeluarkan uang lebih sedikit untuk pembelian per unitnya. Anda akan membeli lebih banyak lagi unit dengan jumlah uang yang sama dalam sebulan ketika harga unit sedang rendah.

Demikianlah penjelasan mengenai ETF dan reksa dana beserta kelebihan dan kekurangannya. Jadi mana yang lebih baik untuk Anda, ETF atau reksa dana? Jawabannya tentu disesuaikan dengan tujuan investasi  Anda. Jika Anda ingin berinvestasi dengan dana yang besar sekaligus, membeli unit ETF dapat menjadi pilihan yang bijak karena investor hanya mengeluarkan biaya ketika melakukan pembelian saja, sedangkan biaya lain sangat minim. Tapi bagi Anda investor muda, memilih reksa dana dibanding ETF mungkin dapat menjadi pilihan bijak. Selain kualitas jasa yang ditawarkan reksa dana, tidak adanya biaya komisi membuat reksa dana menjadi lebih murah dan cocok untuk diterapkan pada rencana investasi yang bertahap.

Baca Juga:

2018-10-15T10:33:51+00:00