Contoh dan Dampak Positif Negatif Artificial Intelligence (AI)

Contoh dan Dampak Positif Negatif Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI)

Saat ini, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sudah banyak diterapkan di berbagai bidang kehidupan. Anda pun bisa menemukan hasil kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari, contoh sederhananya termasuk asisten virtual Google.

 

Definisi Artificial Intelligence adalah

Menurut Mcleod dan Schell, kecerdasan buatan adalah aktivitas penyediaan mesin, seperti komputer dengan kemampuan menampilkan perilaku yang dianggap sama cerdasnya dengan manusia. Artinya, kecerdasan buatan merupakan sistem komputer yang bisa melakukan pekerjaan yang biasa menggunakan tenaga atau kecerdasan manusia untuk menyelesaikannya.

Sedangkan, Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai kemampuan sistem menafsirkan data eksternal dengan benar, mempelajari sebuah data, dan menggunakan pembelajaran itu untuk mencapai tujuan tertentu melalui adaptasi yang fleksibel.

 

Perkembangan Artificial Intelligence

Kecerdasan buatan bukanlah hal yang baru, tapi perkembangannya cukup memikat daya tarik manusia. Selain kehadirannya yang membantu kehidupan dan aktivitas manusia, sekarang ini banyak film fiksi yang mengangkat tema seputar kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan merupakan simulasi dari kecerdasan manusia yang dimodelkan dalam mesin dan diprogram agar bisa bertindak atau berpikir layaknya manusia. Maksudnya, kecerdasan yang ditambahkan dalam suatu sistem agar bisa diatur dalam konteks ilmiah atau intelegensi artifisial (AI).

Kecerdasan buatan sendiri termasuk teknologi yang membutuhkan data sebagai pengetahuan, sama halnya dengan manusia. Kecerdasan buatan juga membutuhkan pengalaman dan data agar tingkat kecerdasannya lebih baik.

Kecerdasan buatan juga perlu belajar untuk memperkaya pengetahuannya, yang meliputi:

  1. Learning.
  2. Reasoning dan
  3. Self correction.

Tapi, proses belajar kecerdasan buatan tidak selalu berdasarkan perintah manusia. Mereka bekerja sesuai pengalamannya ketika digunakan oleh manusia.

Meskipun banyak hal yang kelihatannya sulit untuk dilakukan oleh kecerdasan buatan, tetapi untuk informatika relatif tidak bermasalah.

Contohnya:

  1. Mentransformasi persamaan.
  2. Menyelesaikan persamaan integral.
  3. Membuat permainan catur atau backgammon.

Hal menarik dari kecerdasan buatan adalah mampu melakukan self correction atau mengoreksi diri sendiri. Misalnya, bila aku tidak pernah menang, maka setidaknya aku tidak boleh kalah. Karena itu, kecerdasan buatan diprogram untuk terus belajar dan membebani diri sendiri dari kesalahan-kesalahan.

Meskipun, kecerdasan buatan memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat. Kecerdasan buatan membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin.

Penelitian kecerdasan buatan termasuk pembuatan mesin dan program komputer untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang butuh perilaku cerdas. Contohnya, pengendalian, perencanaan, dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa, pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah.

 

Dampak Positif dan Negatif Artificial Intelligence Bagi Kehidupan Manusia

Adanya kecerdasan buatan tentu sangat membantu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari manusia. Tetapi dilansir dari Bernard Marr & Co, kecerdasan buatan juga memberikan dampak negatif pada kehidupan manusia.

 

1. Hasil deteksi Artificial Intelligence yang bias

Algoritma kecerdasan buatan tentu berasal dari manusia yang bisa saja mengalami kesalahan atau memberikan hasil tidak akurat. Jika, algoritma AI dibangun dengan bias atau data dalam sel pelatihan yang diberikan menjadi bias.

Maka, kecerdasan buatan (AI) berpotensi memberikan hasil yang bias dan mungkin menyebabkan konsekuensi yang cukup besar. Karena itu, perusahaan perlu mengembangkan dan melatih algoritma AI terus menerus.

 

2. Mengambil alih pekerjaan manusia

Gambar Robot bisa mengantar minuman seperti pelayan di Restoran

Jika banyak pekerjaan manusia yang bisa dilakukan oleh kecerdasan buatan. Maka, kondisi ini berisiko membuat manusia kehilangan lapangan pekerjaan dan banyak pekerjaan tak lagi membutuhkan tenaga manusia. Akibatnya, akan lebih banyak jumlah pengangguran demi menghemat pengeluaran untuk membayar tenaga kerja.

Oleh karena itu, untuk menghindari dampak negatif dari perkembangan kecerdasan buatan di masa depan maka negara Indonesia harus cepat mengembangkan sumber daya manusia agar negara indonesia tidak hanya menjadi pangsa pasar penjualan produk2 kecerdasan manusia tapi kita juga harus bisa menciptakan produk2 kecerdasan buatan sendiri dan dapat digunakan untuk membantu meringankan pekerjaan manusia dan bahkan mengekspor produk2 AI ke luar negeri.

Contoh pekerjaan manusia beberapa telah menggunakan AI:

  1. Robot pembesrsih lantai.
  2. Robot penjaga rumah/ bangunan.
  3. Mobil tanpa sopir.
  4. Robot Pelayan Toko, restoran, hotel dll.

 

3. Pergeseran Pengalaman Manusia

Jika pekerjaan berat manusia berhasil diambil alih oleh kecerdasan buatan. Maka, manusia akan lebih memiliki banyak waktu untuk berdiam diri sambil menunggu hasil atau memantau kinerja kecerdasan buatan.

Situasi ini pasti sangat menyenangkan, tetapi juga membuat manusia lebih minim pengalamannya dibandingkan kecerdasan buatan. Karena itu, Anda perlu menyikapi situasi dengan dengan melakukan aktivitas yang memberikan manfaat secara mental maupun sosial.

 

4. Peraturan Global

Adanya kecerdasan buatan akan membuat dunia lebih sempit. Karena itu, teknologi kecerdasan buatan membutuhkan undang-undang dan peraturan baru perlu ditentukan agar terjadi interaksi global yang aman dan efektif. Sebab, tindakan dan keputusan terkait kecerdasan buatan di satu negara dapat mempengaruhi negara lain.

 

5. Risiko peretasan

Artificial Intelligence meningkatkan kecepatan menangani banyak kasus, melebihi kemampuan kita sebagai manusia. Dengan otomatisasi, tindakan jahat seperti phishing, pengiriman virus ke perangkat lunak, dan memanfaatkan sistem kecerdasan buatan karena cara mereka melihat dunia, mungkin sulit diungkap manusia sampai ada masalah nyata yang harus dihadapi.

 

Contoh Aplikasi Artificial Intelligence

 

Kecerdasan buatan bisa digabungkan ke dalam berbagai jenis teknologi yang berbeda, antara lain:

 

1. Otomatisasi

Saat dipasangkan dengan teknologi kecerdasan buatan, alat otomatisasi dapat memperluas volume dan jenis tugas yang dilakukan. Contohnya, otomatisasi proses robotik (RPA), jenis perangkat lunak yang mengotomatiskan tugas pemrosesan data berbasis aturan berulang yang dilakukan oleh manusia. 

Bila hal itu dikombinasikan dengan pembelajaran mesin dan alat AI yang baru muncul, RPA dapat mengotomatiskan sebagian besar pekerjaan perusahaan, memungkinkan bot taktis RPA meneruskan kecerdasan dari AI dan merespons perubahan dalam proses.

 

2. Pembelajaran mesin

Pembelajaran mesin adalah ilmu untuk membuat komputer bertindak tanpa pemrograman. Pembelajaran mendalam adalah bagian dari pembelajaran mesin yang dianggap sebagai otomatisasi analitik prediktif. Ada tiga jenis algoritma pembelajaran mesin, termasuk pembelajaran yang diawasi, pembelajaran tanpa pengawasan dan pembelajaran penguatan.

 

3. Penglihatan mesin

Teknologi ini memberikan mesin kemampuan untuk melihat. Visi mesin menangkap dan menganalisis informasi visual menggunakan kamera, konversi analog-ke-digital, dan pemrosesan sinyal digital. 

Kecerdasan buatan ini sering samakan dengan penglihatan manusia, tetapi penglihatan mesin tidak terikat oleh biologi dan dapat diprogram untuk melihat sesuatu yang tembus baik di dalam atau dibalik dinding. Contoh kecerdasan buatan ini, termasuk mesin untuk identifikasi tanda tangan hingga analisis citra medis. Visi komputer yang difokuskan pada pemrosesan gambar berbasis mesin sering digabungkan dengan visi mesin.

 

4. Pemrosesan bahasa alami (NLP)

Artificial Intelligence ini adalah pemrosesan bahasa manusia oleh program komputer. Salah satu contoh NLP yang lebih tua dan paling terkenal adalah deteksi spam yang melihat baris subjek dan teks email. Saat ini, pendekatan NLP didasarkan pada pembelajaran mesin. Tugas NLP termasuk, terjemahan teks, analisis sentimen dan pengenalan suara.

 

5. Robotika

Foto Robot dapat berinteraksi dengan manusia

Robot sering digunakan untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dilakukan atau biasa dilakukan manusia secara konsisten. Misalnya, robot yang digunakan di jalur perakitan untuk produksi mobil atau memindahkan benda besar di luar angkasa oleh NASA. Para peneliti juga menggunakan pembelajaran mesin untuk membangun robot yang dapat berinteraksi dalam lingkungan sosial.

 

6. Mobil otomatis

Artificial Intelligence dalam bentuk kendaraan otonom menggunakan kombinasi visi komputer, pengenalan gambar dan pembelajaran mendalam untuk membangun keterampilan otomatis dalam mengemudikan kendaraan sambil tetap berada di jalur tertentu dan menghindari penghalang tak terduga, seperti pejalan kaki.