Cara Menghindarkan Anak Dari Pengaruh Narkoba

Menurut survei BNN (Badan Narkotika Nasional) : dalam satu hari, ada 40 orang mati sia-sia karena narkoba. Berita di televisi mengabarkan ada penjual brownies yang mencampurkan adonan kuenya dengan sabu-sabu. Ada permen anak-anak yang diberi bubuk narkoba, atau ganja yang mudah diperjualbelikan bagi anak sekolah. Sebagai orang tua, jangan pernah berpikir, si kecil yang berusia SD aman dari jerat narkoba. Jadi, bila Anda memiliki anak usia SD (sekitar 7-12 tahun), bukan berarti Anda terbebas dari masalah ini. Justru, waktu terbaik mengenalkan bahaya narkoba adalah sejak usia dini.

Waktu terbaik mengajarkan narkoba pada anak, sebaiknya saat anak-anak di bawah usia 12 tahun. Pengetahuan tersebut berguna untuk mempersiapkan si anak memasuki peralihan masa anak-anak menuju remaja. Anda sudah bisa, kok, mencicil informasi bahaya narkoba kepada anak usia TK dan SD. Jangan remehkan penyerapan informasi ke dalam otak mereka. Agar lebih mengena pada anak-anak, cara penyampaiannya pun harus sesuai usia anak.

Anak Usia 2-3 Tahun

Cara memberikan informasi lewat bermain dengan simbol. Bagi anak usia ini, benda mati bisa berbicara. Pola berpikir mereka simbolik. Misalnya, bila Anda ingin mengajarkan jangan jajan sembarangan, Anda bisa memperagakan suatu jajanan yang sedang berbicara, seperti, “Jangan makan saya, ya, nanti bisa bikin kamu sakit perut. Kalau sakit, jadinya tidak bisa main dengan teman-teman.”

Usia TK (4 atau 5 tahun)

Anda bisa mulai mengajarkan anak untuk tidak berbicara dengan orang asing atau jangan menerima tawaran gratis dalam bentuk apa pun dari orang asing yang ditemui di sekolah atau tempat lain. Kak Seto bilang,” Ajarkan pada anak Anda untuk berteriak bila si orang asing memaksa. Ini juga menumbuhkan sikap tegas dan asertif pada dirinya.”

Anak usia 6-9

Anda sudah bisa mengajak anak ngobrol tentang jajanan atau obat tertentu yang berbahaya, yang bisa membuat dia sakit, tidak bisa konsentrasi belajar atau bermain. Bicarakan juga  tentang obat-obatan yang ada di lemari obat di rumah Anda. Katakan kepada mereka bahwa obat tersebut berbahaya jika tidak digunakan semestinya. Jelaskan, bahwa obat-obatan tersebut dibeli dari resep dokter, dan harus mengikuti instruksi dan dosis dari dokter. Cara ini mengajarkan anak untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan sembarangan.

Usia 9 Tahun ke Atas

Anda bisa membuat kliping koran, yang berisi tulisan dan gambar tentang bahaya narkoba. Mereka sudah bisa memahami penjelasan secara visual, tapi sebaiknya gambar-gambar yang diperlihatkan jangan yang menyeramkan seperti tengkorak, tapi sebaiknya yang menunjukkan bahaya narkoba. Misalnya, foto pengguna narkoba yang tidak bisa belajar, bermain, atau tidak dapat sekolah lagi.

Penting bagi seorang anak untuk berani bilang “TIDAK” pada narkoba dan yang beredar luas dan sebagian besar anak usia sekolah akan menghadapi tantangan untuk berani bilang “tidak”. Anak-anak perlu dan harus berani mengatakan tidak secara efektif. Dikatakan tidak efektif jika kemudian anak Anda merasa tidak enak, khawatir tidak punya teman, takut menyinggung perasaan teman yang menawarkan, dan pada akhirnya “terpaksa” mencoba untuk basa-basi atau ikut-ikutan.

Ia harus bisa teguh dengan keputusannya. Ketika anak mengatakan “TIDAK” sebaiknya tidak dengan suara melengking yang terkesan seperti menghukum dan merendahkan orang lain. Mengatakan “tidak” paling efektif adalah ketika anak Anda telah berpikir ke depan tentang situasi yang akan ia hadapi, dan memiliki alasan jelas dalam pikirannya. Ketika mengatakan tidak, dia berbicara tentang dirinya dan bukan menyerang orang lain.

Dia bisa berkata, “Tidak, terima kasih. Aku sudah berjanji pada orangtuaku, aku tidak akan memakai narkoba,” atau “Tidak, itu bukan milikku.” Untuk melatih keberanian anak Anda peluk anak Anda sesering mungkin, atau tepuk-tepuk punggungnya. Katakan kepadanya kamu hebat saat Anda menemukan sisi baik yang dia lakukan. Anda membantu membangun rasa percaya diri nya dan membantu dia untuk mengatakan “tidak” secara efektif.