Cara Mendidik Anak Perempuam Menurut Islam

Mendidik anak perempuan sebenarnya dimulai semenjak pertama kali Anda memilih calon istri atau ibu yang akan mengandung anak-anak Anda. Jika calon ibu pilihan Anda adalah sosok yang baik, sikap dan perilakunya maka ia dapat dijadikan panutan, dan anak perempuan yang akan dilahirkan dirawatnya pun akan menjadi baik. Namun jika sosok calon ibu yang Anda pilih tidak baik sikap dan perilakunya, ia tidak bisa dijadikan panutan dan diandalkan untuk merawat dan mendidik anak-anak Anda. Seorang ibu adalah seumpama madrasah, ia adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak Anda.

Jika seorang ibu memiliki perilaku yang tidak terpuji seperti kurang memiliki rasa malu, suka memakai pakaian yang sedikit terbuka, suka berteman lebih dari akrab dengan lelaki yang bukan suaminya, boros, maka hal ini bisa dikatakan sebagai pendidikan nyata bagi anak perempuan Anda.

Fase berikutnya yang akan saya terangkan adalah ketika si anak lahir, maka hendaknya sang ayah mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah pada telinga kiri sang anak. Rahasia kenapa seorang bayi yang baru lahir harus dikumandangkan adzan pada telinganya adalah agar suara yang pertama kali masuk ke telinganya adalah kalimat-kalimat yang mengumandangkan kebesaran Allah Swt., di samping itu manfaat lainnya adalah setan akan lari terbirit-birit ketika mendengar kalimat adzan dikumandangkan. Karena setan selalu mengawasi dan mengintai terus si bayi sampai ia dilahirkan. Adzan akan membuat setan lemah, marah, dan menjauhi si bayi.

Kemudian setelah itu memberi nama dengan arti yang baik. Karena nama adalah doa bagi si anak. Imam Ibnul Qayyim berkata, “antara nama dan makna mempunyai keterikatan, nama tidak lain adalah wadah dari makna. Nama memiliki pengaruh terhadap pemiliknya. Anak yang memiliki nama yang mengandung arti baik biasanya akan segan jika namanya tidak sesuai dengan perilakunya. Saya memberi nama anak saya Queenara Charity Prabawa, ratu yang selalu rindu berbuat baik.

Pendidikan yang Disengaja dan Pendidikan yang Tidak Disengaja

Para pakar pendidikan membagi pendidikan menjadi dua yaitu pendidikan yang disengaja dan pendidikan yang tidak disengaja. Pendidikan yang disengaja adalah pendidikan yang dilakukan oleh orang tua dan guru-guru (di sekolah dan di rumah), sedangkan pendidikan yang tidak disengaja adalah pengaruh lingkungan atau teladan yang diterima si anak dari kedua orang tuanya atau pengaruh yang diberikan oleh lingkungannya. Sebuah peribahasa terkenal bilang, “butuh satu kampung untuk mendidik seorang anak.” Jika Anda tidak mendidik anak Anda dengan baik, lingkungan (yang buruk) dengan senang hati menggantikan tugas Anda dalam mendidik.

Cara Keren Bilang Sayang

Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa ia pernah melihat baginda Rasulullah Saw., mencium Hasan lalu berkata,”Aku memiliki sepuluh anak, namun tidak ada satu pun yang kucium.”Mendengar hal itu Rasulullah berkata,” siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak disayangi.”

Ibnu Abbas pun pernah meriwayatkan dan berkata,”Baginda Rasulullah Saw, jika baru datang dari bepergian, maka beliau mencium putrinya, Fatimah.”(HR ath Thabrani).

Hal pertama yang harus diperhatikan orang tua ketika mendidik anak perempuan adalah memenuhi kebutuhan emosional dengan cara mencurahkan kasih sayang kepadanya, agar ia merasa dicintai. Anak perempuan adalah bagian dari ayahnya, ketika anak perempuannya ditusuk ayahnya yang mengeluarkan darah.

Pernah Ali bin Abi Thalib berniat meminang putri Abu Jahl, lalu Fatimah mendengar kabar tersebut lalu ia datang kepada ayahnya (Nabi Muhammad Saw.) untuk melaporkan hal tersebut. Nabi Muhammad Saw., sangat marah mendengar pengaduan putrinya tersebut. Ia membela Fatimah dengan berkata,” Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dari diriku, dan aku tidak suka jika seseorang menyakitinya. Demi Allah tidak akan putri Rasulullah dengan putri musuh Allah di bawah satu naungan laki-laki. Lalu Ali bin Abi Thalib membatalkan pinangan tersebut.”(HR Bukhari).

Mari didik anak-anak perempuan Anda dengan cara terbaik yang Anda bisa. Agar lahir generasi anak-anak pandai yang bisa merawat dirinya dan merawat keluarganya di kemudian hari. Selamat berjuang.