Cara Melatih Anak Agar Fokus Mendengarkan

Anak-anak di bawah usia 5 tahun biasanya belum mahir mendengarkan instruksi atau perintah orang lain atau orangtuanya. Suara Anda tidak ia tanggapi. Ia memiliki pemahaman yang cukup baik, namun responnya lama. Permainan tertentu bisa melatih anak agar belajar mendengarkan lebih baik. Misalnya: mintalah anak untuk memejamkan matanya, kemudian mintalah ia untuk menebak suara-suara yang ia dengarkan. Anda bisa merekam suara orang-orang yang dekat dengannya, merekam suara kicauan burung, merekam suara tokek, merekam lagu anak-anak, dan lain-lain. Mintalah ia menebak sebanyak-banyaknya saat ia mendengarkan suara tersebut dengan mata tertutup.

Permainan lainnya yang bisa Anda coba adalah memberinya beberapa instruksi perlahan-lahan. Misalnya: masuk ke kamar kakakmu, ambil bola yang berwarna merah, dan kaos kaki putih, dan berikan bola yang berwarna merah kepada Ibu. Selama ia menikmati dan Anda mengkreasikan ini menjadi aktivitas yang menyenangkan dan menggembirakan, ia akan menikmati pelatihan belajar mendengar lebih fokus ini.

Ada kalanya ketika Anda tidak yakin apakah si kecil benar-benar tidak bisa mendengarkan apa yang Anda katakan atau ia memilih tidak mendengarkan Anda seperti saat Anda memintanya membantu membuang sampah atau mencuci piring, ia tak bergeming sama sekali dari keasyikan nonton film Doraemon. Bentuk pendengaran selektif ini sangat umum terjadi pada anak-anak usia lima tahun ke atas. Pada usia ini ia sudah memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mengabaikan Anda , saat Anda mengganggu keasyikannya nonton film kartun.

Dalam situasi seperti ini sebaiknya Anda berbicara dengan tegas, tetapi tetap tenang. Anda bisa sangat menjadi putus asa ketika ia dengan sengaja pura-pura tidak mendengar suara Anda. Cobalah untuk tidak kehilangan kesabaran. Katakan padanya bahwa Anda merasa ia mengabaikan Anda.Ingatlah bahwa Anda selalu menghargainya dan karena itu ia harus melakukan yang sama. Cobalah memintanya untuk lebih fokus mendengarkan Anda. Lakukan ini setiap kali ia berpura-pura tidak mendengarkan apa yang Anda katakan. Pada akhirnya Anda akan berhasil membuatnya mendengarkan Anda.

5 prinsip praktis agar anak Anda fokus mendengarkan adalah sebagai berikut:

1. Ucapkan Namanya di Awal Kalimat

Sebutkan namanya di awal kalimat, berhenti sejenak baru kemudian katakan apa yang ingin Anda sampaikan. Ini kan menarik perhatiannya dan mempersiapkannya untuk mendengarkan apa yang ingin Anda katakan.

2. Lakukan Kontak Mata

Setelah berhasil mendapatkan perhatiannya, minta ia memandang Anda saat Anda berbicara dengannya. Kemampuan mendengar anak akan membaik saat perhatiannya tidak terganggu oleh hal-hal lain. Kontak mata akan membuat komunikasi dua arah yang lebih baik.

3. Mintalah Dia Mengulangi Apa Yang Anda Katakan

Dengan nada yang halus dan tidak mengancam, cobalah memintanya mengulangi secara tepat hal-hal apa saja yang baru saja Anda katakan. Strategi ini akan membuatnya lebih memperhatikan perkataan Anda . Namun hati-hati, jangan sampai Anda terkesan memaksanya.

4. Carilah Waktu Yang Tepat Untuk Berbicara Dengannya

Tidak ada gunanya bila Anda tiba-tiba berbicara dengannya ketika ia sedang asyik menonton sponge bob. Cobalah untuk mengalihkan perhatiannya dulu atau menunggu iklan, ambillah timing yang tepat. Everything is timing, timing is everything.

5. Duduklah Berdekatan Saat Anda Berbicara Kepadanya

Ia tidak akan mendengar Anda jika Anda berteriak memanggilnya dari dapur, sementara ia sedang asyik menonton televisi di ruang keluarga. Semakin dekat dengannya saat berbicara, semakin besar kemungkinan si kecil mendengarkan perkataan Anda.