Cara dan Langkah-Langkah Memulai Investasi Saham

Home » Cara dan Langkah-Langkah Memulai Investasi Saham

Cara dan Langkah-Langkah Memulai Investasi Saham

Cara Investasi Saham

Bagi sebagian investor, saham terdengar seperti instrumen investasi yang menguntungkan. Bagaimana tidak, saham seringkali memberikan keuntungan berupa dividen dalam jumlah yang cukup besar. Keuntungan yang besar dalam dunia investasi tentu juga akan diikuti dengan resiko yang besar pula. Untuk dapat memperkecil resiko tersebut, investor perlu mengetahui tata cara investasi saham yang benar. Artikel ini akan mencoba menjelaskan mengenai cara investasi saham yang perlu diketahui oleh setiap investor dan calon investor.

Memulai Investasi Saham

cara memulai saham

https://www.kiplinger.com

Dikutip dari yuknabungsaham.idx.co.id, pemahaman masyarakat Indonesia akan saham saat ini masih sangat rendah. Saat ini masyarakat Indonesia masih berada pada fase saving society. Diharapkan kedepannya masyarakat Indonesia mampu bergerak ke arah investing society. Untuk dapat bergerak ke arah tersebut, tentu diperlukan investor-investor baru yang aktif dalam investasi saham. Bagi Anda yang tertarik dengan investasi saham, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda tempuh.

1. Pelajari Lebih Lanjut Tentang Saham

Tak kenal maka tak sayang, pepatah tersebut nampaknya dapat menjadi ungkapan yang tepat bagi Anda yang ingin berinvestasi saham. Anda perlu mengenal seluk-beluk saham, cara kerja saham, serta berbagai resiko yang mungkin terjadi jika Anda bermain saham. Jika Anda hanya membeli saham secara asal-asalan, dapat dipastikan kerugian akan dekat dengan Anda.

Dilansir dari laman investopedia.com, saham sederhananya adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa si pemilik saham memiliki sebagian dari perusahaan yang sahamnya telah ia beli. Perusahaan menjual saham agar mereka dapat mengembangkan modal usahanya. Pemegang saham nantinya akan mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan.

Ada dua keuntungan yang mungkin diperoleh oleh pemegang saham, yaitu dividen dan capital gain.

Dividen merupakan sebagian dari laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Besaran dividen yang dibagikan tergantung pada besarnya jumlah lot yang dimiliki oleh pemegang saham. Jika perusahaan merugi, pemegang saham tidak akan mendapatkan dividen. Ketika perusahaan untung sekalipun, terkadang para pemegang saham tidak mendapatkan dividen mereka dengan alasan laba bersih perusahaan digunakan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Keuntungan kedua yang mungkin didapat oleh para pemegang saham adalah capital gain. Keuntungan ini didapat jika pemegang saham memutuskan untuk menjual saham mereka. Selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga belinya dapat menjadi keuntungan bagi pemegang saham. Besaran selisihnya ditentukan oleh fluktuasi harga saham di pasar modal pada hari penjualan. Jika harga penjualan lebih rendah dibanding harga pembelian, maka pemegang saham akan menderita capital loss.

Dalam investasi saham, ada tiga pelaku transaksi yang selalu mengharapkan keuntungan ketika bertransaksi. Mereka adalah investor, trader dan spekulan.

Investor adalah orang yang menanamkan modalnya di bursa efek dengan harapan akan mendapat keuntungan dalam jangka waktu yang panjang. Biasanya mereka memilih perusahaan yang performanya baik agar modal yang mereka investasikan dapat berkembang. Para investor sendiri juga melakukan riset mandiri untuk memutuskan pembelian saham mereka. Berbeda dengan investor, trader adalah orang yang memperjual belikan saham dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham. Keuntungan yang mereka peroleh berupa capital gain. Mereka melakukan riset teknikal sebelum menjual ataupun membeli saham mereka. Pelaku terakhir yang ada dalam transaksi di bursa saham adalah spekulan. Ia mirip penjudi yang hanya membeli saham karena rumor atau ikut-ikutan saja.

Sekarang Anda telah mengetahui tipe-tipe pemain saham, tipe yang manakah Anda? Jika Anda adalah seorang investor, ada dua cara investasi yang dapat Anda tempuh. Dikutip dari nerdwallet.com, cara tersebut adalah:

  • Bermain sendiri, jika Anda tipe orang yang suka melakukan semuanya sendiri dan punya kapasitas untuk melakukannya, maka Anda dapat memainkan investasi saham Anda sendiri. Anda hanya memerlukan seorang broker untuk mempermudah transaksi saham Anda.
  • Bersama manajer, jika Anda mengerti saham tetapi tidak memiliki cukup waktu untuk mengatur portofolio Anda, cobalah untuk memiliki manajer investasi yang membantu Anda. Jika dirasa mempekerjakan manajer investasi terlalu mahal, Anda dapat menggunakan perangkat lunak robo-advisor. Perangkat ini akan membantu mengatur kekayaan dan portofolio investasi Anda.

2. Kenali Produk Sahamnya

cara bermain saham

https://www.zacks.com

Beberapa jenis saham memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Dikutip dari finansialku.com, berikut adalah tiga jenis saham yang mungkin Anda temui di pasar saham.

  • Saham blue chip

Saham jenis ini memiliki kapitalisasi yang besar di atas 10 triliun. Perusahaan yang sahamnya tergolong dalam blue chip merupakan perusahaan besar yang telah dikenal oleh masyarakat luas, contohnya Astra, Bank BCA, Unilever dan Telkom. Perusahaan ini biasanya mencetak laba yang besar karena produknya dibutuhkan oleh banyak orang. Oleh karena itu saham perusahaan blue chip cocok dijadikan ladang investasi karena profil resikonya yang konservatif. Mereka juga mengutamakan pembagian dividen secara rutin.

  • Saham lapis dua

Kapitalisasi saham lapis dua tergolong sedang, di antara 1 triliun hingga 10 triliun. Meskipun emiten (perusahaan yang menerbitkan saham) saham lapis dua tidak memiliki kekuatan ekonomi sebesar perusahaan blue chip, berinvestasi pada saham ini tetap menjanjikan. Karena emiten sedang berada dalam fase pertumbuhan yang agresif. Banyak investor bermodal pas-pasan yang memilih saham lapis dua untuk portofolio mereka karena harganya lebih murah dibanding dengan saham blue chip.

  • Saham lapis tiga

Saham lapis tiga adalah saham yang memiliki kapitalisasi paling kecil dibanding dua jenis saham lainnya, yaitu di bawah 1 triliun. Meskipun harganya cukup murah, namun saham jenis ini tetap beresiko untuk dikoleksi, karena pergerakannya dapat dikendalikan oleh investor besar.

3. Menetapkan Anggaran

Sekarang Anda telah memiliki pengetahuan tentang saham dan produk saham yang potensial untuk dijadikan ladang investasi. Pertanyaan yang perlu dijawab selanjutnya adalah berapa jumlah uang yang akan Anda investasikan? Saat ini, banyak sekuritas yang mematok harga murah untuk setoran awal modal mereka hingga Rp.100.000. Mereka melakukan ini guna menjaring nasabah-nasabah baru. Walaupun ada juga sekuritas yang masih mematok harga Rp.5.000.000 hingga Rp.10.000.000.

Jumlah dana yang perlu Anda anggarkan tergantung pada harga saham yang nanti akan Anda beli. Membeli saham secara perorangan akan membutuhkan biaya yang lebih besar dibanding jika Anda membeli reksa dana saham. Jika Anda membeli reksa dana saham, maka Anda akan memiliki sebagian kecil saham pada beberapa perusahaan. Hal ini tentu akan berguna bagi diversifikasi portofolio Anda. Sedangkan jika Anda membeli saham secara perorangan, melakukan diversifikasi sendiri akan membutuhkan lebih banyak biaya. Meskipun begitu, keuntungan dan resiko yang mungkin diperoleh pemegang saham individu akan lebih besar jika dibanding dengan pemegang reksa dana saham.

Berapapun jumlah dan harga saham yang akan Anda beli, ingatlah selalu untuk menggunakan dana menganggur saja. Maksudnya dana tersebut tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Anda dan memang dianggarkan untuk investasi.

4. Membuka Rekening Efek

Tahap terakhir dari cara memulai investasi saham adalah membuka rekening efek. Agar dapat bertransaksi di bursa saham, setiap investor perlu memiliki rekening efeknya terlebih dahulu. Sekuritas atau broker adalah perpanjangan tangan dari BEI atau Bursa Efek Indonesia. Mereka bertugas untuk menghubungkan antara investor dengan perusahaan publik dan investor dengan investor lainnya.

Demikianlah penjelasan mengenai cara investasi saham. Hal terpenting yang perlu diingat sebelum memulai investasi saham adalah dengan mempelajari cara saham bekerja, produk saham dan menetapkan anggaran untuk berinvestasi saham. Barulah setelah itu, Anda dapat membuka rekening efek Anda sendiri.

Baca Juga:

2018-10-15T10:25:35+00:00