Bentuk Bentuk Negara di Dunia

BENTUK NEGARA DUNIA

Setiap negara pastinya memiliki bentuknya sendiri-sendiri, bukan? Bentuk Negara sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung. Faktor tersebut antara lain adalah : masa/zaman, sistem pemerintahan, wilayah dan banyak faktor lainnya.

Bentuk Negara sendiri dapat diartikan sebagai batas peninjauan sosiologis dan yuridis mengenai sebuah negara. Peninjauan secara sosiologis jika negara tersebut dilihat secara keseluruhan tanpa melihat isinya. Sementara, peninjauan secara yuridis adalah peninjauan dengan hanya melihat isi atau strukturnya. Nah, ini dia beberapa Bentuk Negara di yang harus kita ketahui :

 

1. Negara Kesatuan

Bentuk Negara pertama adalah Negara Kesatuan. Indonesia, sendiri memiliki Bentuk Negara kesatuan. Negara Kesatuan adalah negara yang merdeka dan berdaulat, dengan satu pemerintahan pusat yang mengatur seluruh daerah/wilayahnya.

Dalam pelaksanaannya, negara kesatuan ini terbagi menjadi 2 macam sistem yakni desentralisasi dan sentralisasi.

– Desentralisasi

Dalam sistem Desentralisasi setiap kepala daerah memiliki kewenangan untuk mengurus wilayahnya sendiri. Sistem ini juga bisa disebut dengan istilah otonomi daerah.

– Sentralisasi

Pemerintahan akan langsung dipimpin oleh pemerintah pusat dan kepala daerah hanya menjalankan perintah dari pusat.

Ciri-Ciri Negara Kesatuan:

Negara Kesatuan ini memiliki beberapa ciri-ciri yang bisa Anda pahami, seperti :

– Memiliki 1 pemerintahan terpusat.

– Memiliki 1 Undang Undang Dasar sebagai dasar hukum.

– Memiliki 1 dewan perwakilan rakyat.

– Memiliki 1 kebijakan tentang ekonomi, politik, sosial dan keamanan.

Contoh Negara Kesatuan:

Ada beberapa contoh negara di dunia yang berBentuk Negara kesatuan, seperti : Indonesia, Jepang, Italia, Vietnam, Timur Leste dan Belanda.

Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

2. Negara Federal atau Negara Serikat

Negara Serikat adalah sebuah negara yang terdiri dari beberapa negara bagian. Negara Bagian tersebut memiliki kewenangan tersendiri untuk membuat Undang-Undang, namun Undang-Undang yang dibuat harus sesuai dengan konstitusi negara serikat tersebut. Negara Bagian juga memiliki kepala negara dan perlemen sendiri.

Sementara itu, negara pusat (federal) memiliki kedaulatan atas negara bagian dan berwenang mengurusi masalah moneter, pertahanan, dan politik luar negeri.

Ciri-Ciri Negara Serikat:

Negara serikat memiliki beberapa ciri-ciri, di antaranya adalah :

– Memiliki kedaulatan limitatif.

– Negara Bagian memiliki pemerintahannya sendiri dan berhak membuat dasar hukum sendiri.

– Warga negaranya diatur secara tidak langsung karena menggunakan perantara yakni negara bagian tersebut.

Contoh Negara Serikat:

Amerika Serikat, Argentina, Swiss, Sudan, Brasil, Federasi Mikronesia dan lain sebagainya.

Peta Negara Bagian di Amerika Serikat

 

Negara Konfederasi

Negara Konfederasi adalah negara yang terdiri dari berbagai kumpulan negara yang memberi kewenangan para konfederasi. Negara Konfederasi didirikan atas dasar persatuan antara negara yang merdeka dan berdaulat melalui sebuah perjanjian hukum sebagai kebijakan bersama.

Berbeda dengan negara serikat atau federal. Setiap anggota negara konfederasi ini memiliki kedaulatan secara penuh. Negara Konfederasi juga tidak diakui sebagai negara berdaulat tersendiri lantaran setiap negara yang tergabung memang sudah diakui tersendiri kedaulatannya secara internasional.

Ciri-Ciri Negara Konfederasi :

– Terdiri dari negara yang berdaulat dan merdeka.

– Warga negara tidak berkaitan langsung dengan persekutuan negara dan hanya pemerintahannya saja yang bekerja sama.

– Tidak terdiri dari negara bagian.

– Memiliki peristiwa atau sejarah tertentu yang mendasari terbentuknya negara konfederasi dalam jangka waktu tertentu.

Contoh Negara Konfederasi :

– Konfederasi Malaysia dan Singapura : Pembentukan Konfederasi ini terjadi pada tahun 1963. Dengan latar belakang untuk memperkuat pertahanan negara masing-masing dalam sebuah kerja sama. Pembentukan konfederasi ini juga berkaitan dengan antisipasi politik luar negeri Indonesia pada era pemerintahan Presiden Soekarno.

 

Negara Netral

Bentuk Negara nomor 4 adalah negara netral. Negara netral adalah negara yang sengaja menahan diri untuk tidak terlibat dalam segala jenis konflik internasional. Negara netral sendiri memiliki pengertian yang cukup luas dan dapat bersifat permanen/tetap ataupun sementara.

Bentuk Negara netral ini juga bisa kita sebut dengan politik netral atau netralisme posistif.

Contoh Negara Netral :

– Austria dan Swiss : kedua negara tersebut adalah negara netral tetap. Negara yang berbentuk netral tetap dijamin dengan adanya perjanjian internasional.

– Swedia : memiliki bentuk netral sementara. Netral sementara ini bersifat sesuai dengan keinginannya sendiri dan bisa berubah atau dihilangkan sesuai dengan kondisi yang ada.

– Contoh lainnya adalah politik netral Luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tergabung dalam gerakan GNB atau Gerakan Non Blok yang tidak memihak kepada Blok Barat ataupun Blok Timur.

Ciri-Ciri Negara Netral : Tidak memihak.

Dalam menjalankan bentuknya sebagai negara netral, ada 3 segi yang menjadi dasarnya yakni :

– Segi politik : menjalankan politik secara seimbang. Serta, melindungi negara tertentu agar tidak diperebutkan oleh negara lainnya.

– Segi Yuridis : memiliki instrumen hukum yang membahas tentang pengakuan negara-negara lain atas peran Indonesia dalam gerakan non blok netralitas tersebut.

– Segi Sosiologis : memiliki penilaian yang objektif demi terwujudnya keseimbangan dan perdamaian.

 

Gabungan Negara-Negara Merdeka

Terbagi menjadi 2 jenis, yakni :

a. Uni Riil

Gabungan dari 2 negara merdeka atau lebih yang terbentuk karena adanya perjanjian secara internasional. Uni Riil merupakan subjek dari Hubungan Internasional. Negara-negara yang tergabung di dalamnya memiliki kedaulatan ke dalam, tidak diperbolehkan berperang antara 1 sama lain, tidak diperkenankan pula untuk berperang secara terpisah dengan negara lain di luar Unit Riil.

Contoh penerapan Uni Riil di masa lalu adalah Uni Austria, United Arab Republic ( Gabungan negara timur tengah seperti Mesir dan Suriah), Islandia & Denmark (1918-1944).

b. Uni Personil

Terbentuk dari 2 atau lebih negara merdeka yang terhubung karena memiliki kepala pemerintahan yang sama. Perbedaan dengan Unit Riil adalah subjek hukum Unit Personil merupakan masing-masing negara yang terhubung dengan sistem politik di berbagai negara.

Contoh Unit Personil di masa lalu adalah Luksenburg dan Belanda (1815-1890).

 

Negara Terpecah

Negara yang disebut negara terpecah adalah negara yang diduduki oleh negara yang berkonflik pada Perang Dunia 2 dan memiliki ideologi yang berbeda. Negara yang memiliki ideologi berbeda tersebut pada umumnya akan memiliki sistem pemerintahannya masing-masing, cenderung saling bermusuhan dan mencurigai satu sama lain.

Contohnya adalah : Korea Selatan dan Korea Utara.

 

Itulah Bentuk Negara yang bisa kita bahas kali ini. Selain itu, masih ada negara berbentuk Protektorat dan Negara Kecil. Negara Protektorat sendiri berarti melindungi : negara kolonial melindungi negara yang berada di bawah kekuasaannya. Negara Kecil adalah sebuah negara yang wilayah kekuasaannya tak terlalu luas. Contoh negara kecil ini adalah Monaco dan Vatikan.

Demikian pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat ya …

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *