Bagaimana Hacker Memperdaya Korbannya?

Arti kata untuk hacker bukanlah untuk seseorang yang mencangkul melainkan orang yang menggerogoti, menggali, atau memperdalam informasi yang kita miliki tanpa sepengetahuan kita. Hacker sudah banyak sekali kita temui, baik itu sadar maupun tidak sadar. Sudah tak jarang lagi jika ada suatu perusahaan yang merekrut hacker untuk mengambil data-data pribadi dari perusahaan lain untuk bisa menjadikan perusahaan mereka terdepan dan mengelabui perusahaan-perusahaan lain. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui kelemahan dan menambah strategi pemasaran atau mengubahnya, sebab mereka sudah memiliki rahasia dari perusahaan saingannya tersebut.

Bahkan, sudah banyak pemerintah suatu negara yang merekrut hacker untuk mencuri informasi dari negara lain. Yang sebetulnya, dengan merekrut hacker tersebut, informasi yang mereka dapatkan ilegal dan melarang hukum-hukum di dunia. Namun, beberapa dari mereka justru acuh tak acuh dengan semua itu. Sama halnya dalam bidang bisnis, mereka beranggapan perlu berbagai cara untuk menjadi yang terbaik dan terdepan, lepas dari apakah usaha tersebut legal atau tidak.

Baru-baru ini, FireEye telah meneliti secara teknisi bahwa banyak sekali cara hacker untuk bisa mendapatkan data-data pribadi dari suatu komputer. Lebih mengejutkan lagi, hacker ini telah menjalani berbagai macam aktivitas sebagai pembobolnya itu selama kurang lebih 10 tahun.

Dilansir FireEye daerah Asia Pasifik khususnya Indonesia, hacker yang berasal dari pemerintah China tersebut telah menjalankan spionase alias memata-matai cyber “APT 30” di Tanah Air. Karena hal tersebut, pemerintah Indonesia telah kehilangan berbagai data penting dan rahasia milik negara mulai dari bidang perbankan, pertanian, perkebunan, hingga data penting milik perusahaan-perusahaan swasta. Hal ini jelas sangat dikhawatirkan dan akan menimbulkan bidang-bidang umum Indonesia tersebut akan dikuasai oleh pihak asing.

Bryce Boland, selaku CTO FireEye Asia Pasifik menyebutkan bahwa hacker dapat mudah menyusup ke komputer kita dan mengambil berbagai data pribadi dengan hanya menyisipkan link ataupun attachment yang dikirimkan lewat email komputer korban tersebut. Siapapun yang meng-klik link tersebut maka secara tidak langsung akan terinfeksi malware dan data-data pentingnya akan digiring oleh si hacker tersebut. Cara yang cukup sederhana dalam mencuri data-data pribadi.

Umpamanya, anda mendapatkan email yang mengaku-ngaku berasal dari teman lama anda atau orang-orang yang merasa mengenal anda. Mereka berpura-pura mengajak anda untuk makan siang bersama atau sebagainya. Nah, dalam kesempatan ini, untuk mengetahui apa saja isi email tersebut, anda diharuskan mengunduh link. Otomatis, link yang sebenarnya berbahaya tersebut malah akan menyedot data-data penting milik anda. Dengan anda mengunduh link tersebut, maka mereka juga mengunduh data-data pribadi anda.

Boland mengatakan, satu-satunya cara yang bisa digunakan untuk mencegah hacker bisa menyusup ke komputer kita khususnya lewat email adalah, dengan memperbaiki tingkah laku kita. Ada baiknya sebelum dibuka, kita secara lebih dahulu menginterogasi orang ataupun lembaga yang mengirim kita email tersebut. Ataupun, untuk perusahaan atau pemerintah, disarankan memanggil beberapa pakar atau orang yang juga ahli dalam bidang ini. Dengan hal itu, tentu kita bisa meminimalisir terjadinya hacked dalam komputer kita.