Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Selalu Optimis

Ternyata mantra “Don”t worry, Be Happy” yang sering diucapkan orang untuk memberi semangat tidak sepenuhnya benar. Seorang penulis buku “The Optimistic Child”- Martin Seligman,Ph.D mengatakan mantra ini malah menyebabkan anak menjadi depresi dan tertekan. Bukan berarti salah tapi merubah anak menjadi optimis harus diawali dari orang tua sebagai contoh dan berlatih. Bagaimana caranya?

1. Mulailah Dari Diri Sendiri

Anak yang dibesarkan dengan orang tua yang sering berpikir dan bersikap negatif maka anak pun akan bercermin pada itu. Orang tua adalah contoh pertama yang diikuti oleh anak-anak. Jadi mulailah dari sekarang untuk selalu bersikap optimis dan positif jika ingin anak kita seperti itu juga.

2. Lakukan Perubahan Perlahan

Perilaku optimis tidak datang dalam waktu semalam. Perubahan perilaku pun butuh proses. Perubahan yang lebih alami dan perlahan akan membuat anak kita pun ikut berubah. Perubahan drastis malah membuat anak kita jadi ”takut”. Cobalah untuk bersenang-senang dengan anak kita, menertawakan perasaan negatif, saling berbagi cerita dan memberi dukungan.

3. Coba Dengarkan Caramu Berbicara

Banyak orang tidak sadar bahwa cara berbicaranya selalu terdengar negatif walaupun sebenarnya mereka tidak berniat untuk itu. Pemilihan kata-kata saat berbicara pun menentukan sikap pesimis atau optimis. Misalnya: “Hari ini di kantor sangat menyebalkan!” bisa diganti dengan “Hari ini di kantor banyak tantangan sekali. Tapi ibu bisa melewatinya dengan baik.”. Lebih enak kan terdengarnya?

4. Ajari Anak Seni Berbicara

Anak-anak itu sebenarnya banyak tekanan dari mulai PR , ujian, guru di sekolah, belum lagi masalah dengan teman-teman. Dan, kita tidak bisa menemani mereka terus menerus. Karena itulah, kita bekali mereka dengan motivasi diri sendiri. Misalnya, saat mereka harus berhadapan dengan ujian matematika yang sulit. Mereka akan berkata pada diri sendiri : “Aku sudah belajar dan aku pasti bisa melakukan ini!” Atau jika berhadapan dengan teman yang nakal, mereka bisa berkata : “Aku tidak akan membiarkan dia berbuat jahat padaku lagi! Aku bisa melawannya!”. Pernyataan seperti ini pada diri sendiri bisa membuat mereka lebih kuat menghadapi situasi tidak nyaman.

5. Hargai Usaha Anak, Tidak Hanya Pujian

Lebih mudah memuji dan menghargai usaha anak yang sukses meraih sukses. Tapi bagaimana jika mereka gagal? Kuncinya adalah tetap membuat anak kita optimis dalam situasi apapun. Bisa dengan menunjukkan rasa empati pada kekecewaan mereka. Jangan hilangkan perasaan sedih dengan mengatakan :”Itu tidak apa-apa” atau “Jangan memiliki perasaan sedih seperti itu?”. Lalu, analisa bersama mengapa bisa gagal.Beri semangat bahwa mereka telah melakukan yang terbaik dan akan terus belajar untuk memperbaiki kesalahan. Akhiri dengan “Kamu pasti bisa melakukannya”. Ini akan membuat anak menjadi optimis, percaya diri dan tidak larut pada kekecewaan.

6. Ciptakan ”Bank” Ekspresi Positif

Bagaimana caranya? Cobalah berburu hal-hal positif setiap hari. Saat sedang berdua dengan anak kita, kita bisa mulai dengan memuji pakaian orang lain, memuji kecantikan orang lain atau memuji rumah tetangga. Ini adalah latihan agar anak memiliki perilaku optimis. Hindari menilai orang lain dengan standar yang kita miliki.

7. Membuat Jurnal Bersama

Ini juga bisa mengajari anak kita menulis loh. Pancing mereka dengan pertanyaan seperti : Apa yang kamu lakukan di sekolah? Siapa guru terbaik di sekolah? Ajari terus mereka untuk belajar ekspresi positif.