Apa Saja Jenis Musik Tradisional di Korea Selatan

Gambar Animasi Alat Musik

Anda penggemar drama Korea? Genre drama apa yang Anda suka? Drama comedy, horror, atau kolosal? Jika Anda pernah setidaknya satu kali melihat drama kolosal Korea Selatan, maka Anda pasti pernah mendengar alunan musiknya yang mendayu-dayu, bukan? Ya, musik Korea memang enak didengar karena temponya yang lambat, membuat sensasi seperti Raja bagi yang mendengarnya.

Bukan K-Pop ya, tapi musik tradisional Korea. Musik tradisional Korea biasanya muncul ketika ada adegan Raja memasuki Istana atau mengunjungi sebuah desa. Apakah memang seperti itu? Yuk, kita berkenalan dengan berbagai jenis musik tradisional asal Korea Selatan.

Alat musik Korea terdiri dari 60 jenis dan itu sudah diwariskan secara turun temurun. Alat musik yang banyak dimainkan antara lain Gayageum (kecapi 12 senar) dan Geomungo (kecapai 6 senar). Keduanya diperkirakan telah dimainkan sejak abad ke-6. Alat musik ini mulai booming saat masa pemerintahan Dinasti Joseon. Sebenarnya, alat musik yang digunakan ini berasal dari Cina, yang diadaptasi oleh masyarakat pada zaman dahulu sehingga jadilah alat musik Korea Selatan yang sekarang. Semakin berkembangnya alat musik Korea Selatan pada zaman itu, semakin jelas pula pengklasifikasiannya dan penggunaannya. Hingga saat ini, ada lima jenis musik tradisional di Korea Selatan, yaitu

 

1. Musik Istana

Nah, jenis musik inilah yang sering sekali kita dengar dalam drama Korea yang kita tonton. Musik Istana sering disebut juga dengan Jeong-ak atau musik yang pantas, karena penggunaannya di dalam kerajaan yang sangat menjaga etika dan budi yang luhur. Sejak masa kerajaan Silla, musik Istana dibagi menjadi dua jenis yaitu Hyang-ak dan Tang-ak. Hyang-ak merupakan musik asli dari Korea, sedangkan Tang-ak adalah musik dari Cina. Keduanya kemudian digabung karena adanya budaya Cina yang masuk ke Korea saat itu.

Raja Sejong Yang Agung dikenal bukan hanya karena kekuasaannya sebagai raja, namun juga kepiawaiannya dalam bermusik. Raja Sejong menciptakan titik nada dasar permainan musik, dan mengkategorikan alat musik Istana berdasarkan bahan baku pembuatannya, yaitu ada 8 jenis, terdiri dari metal, kayu, tembikar, mineral, benang katun, bambu, labu, dan kulit. Tempo musik Istana ini lambat dan khidmat, karena berkaitan dengan keanggunan para anggota keluarga kerajaan. Dalam musik istana tidak ada konduktor, melainkan hanya pemandu musik yang menandakan awal dan akhir permainan musik.

 

2. Musik Militer

Musik militer yang digunakan di Korea disebut dengan Chwita. Musik ini dimainkan saat pembukaan gerbang raja yang hendak pergi atau baru saja pulang dengan pasukan militernya yang berjaga di belakang. Musik Chwita dimainkan dengan alat musik besar dan didominasi oleh Tapyeongseo (sebagai melodi utama). Awal musik ditandai dengan teriakan pemimpin musik yaitu “myonggeum-iha…daechwita!” dengan mengangkat tongkatnya.

 

3. Musik Konfusianisme

Musik ini dinamakan dengan Taeseong-ak. Kaisar Taizu, pendiri Dinasti Ming, menghadiahkan perangkat alat musik ritual kepada Raja Gongmin. Dan musik Konfusius menjadi sangat penting bagi negara dan agama. Dalam Konfusianisme, musik merupakan faktor penting karena baik atau buruknya perilaku bisa berasal dari musik yang didengar.

 

4. Musik Buddhisme

Musik ini sering digunakan dalam upacara-upacara keagamaan. Ada tiga jenis musik Buddhisme, yaitu, Yeombul: yaitu mantra sutra yang dilantunkan dalam upacara sehari-hari di dalam ruangan, Beompae: yaitu jenis mantra yang dilantunkan di luar ruangan oleh biksu-biksu yang menguasai musik Buddhis, Hwacheong: yaitu jenis mantra yang dilantunkan dalam bahasa Korea agar pengajaran agama mudah dipahami.

 

5. Musik Shamanisme

Musik ini biasanya dimainkan saat penyembahan-penyembahan yang berkaitan dengan dukun dan pengusiran setan.

Itulah beberapa alat musik tradisional asal Negara Korea Selatan, Semoga bermanfaat.