Apa Peran Pembantu di Rumah

Setrika Baju

Asisten rumah tangga atau pembantu di rumah umumnya bekerja di dapur, memasak, mencuci baju, dan pakaian, menyapu, mengepel, dan tugas tambahannya adalah mengasuh anak.

Orang tua seharusnya tidak melimpahkan pengasuhan anaknya kepada para asisten rumah tangga. Mereka tidak memahami prinsip pendidikan, bahkan kepada pengasuh bersertifikat atau suster yang telah diberi pelatihan. Seburuk-buruknya pendidikan ibu, lebih baik daripada pengasuh yang terdidik, karena walaupun ibu tidak berpendidikan, ia memiliki cinta dan ketulusan dalam mendidik anak-anaknya.

Jika anak Anda diserahkan kepada asisten rumah tangga, dari manakah anak-anak dapat merasakan betapa tulus dan lembutnya kasih seorang ibu?

Pendidikan pertama dan utama yang terbaik adalah dari seorang ibu. Asisten rumah tangga hanya bertanggung jawab mengurusi kebutuhan rumah secara umum dan bukan kebutuhan individu. Sangat disayangkan bagi orang tua yang melimpahkan pendidikan dan pengajaran bahasa pertama kehidupan sang anak kepada asisten rumah tangga.

Anak yang menangis karena enggan menggunakan pakaian baru yang dibelikan orang tuanya. Pendidikan terbaik anak anak hanya bisa dilakukan oleh kedua orangtuanya bukan asisten rumah tangga.  Asisten rumah tangga memiliki kebiasaan yang berbeda dengan kita, kemudian pengetahuan itulah yang ditransfer dan ditanamkan ke anak kita. Realita di atas memberikan gambaran kepada kita tentang sejauh mana andil supir dan pembantu dalam kehidupan anak-anak.

Orang tua terkadang terkejut sepulang anaknya dari sekolah dan mendengarkannya berkata, “Ibu, Ayah, mengapa kalian tidak mencintai dan menyayangiku sebagaimana Paijo dan Iyem (nama supir dan asisten rumah tangga) menyayangi anak mereka?” Ibu menjawab, ”Ada apa, Nak? Bukankah kami telah memenuhi kebutuhanmu. Kami telah menyediakan asisten rumah tangga yang akan selalu mendampingi kalian di mana pun kalian berada?

Pak supir selalu mengantarmu ke sekolah dan ke tujuan mana pun yang kamu inginkan?” Namun, pada saat itu anak mungkin saja akan bertanya dengan sederhana, “Kenapa bukan ayah saja yang mengajakku jalan-jalan dan mengantarkanku ke sekolah?” Pada saat itulah kemudian seorang ibu/ayah akan merasa terkejut dan merasa bersalah.

Seorang asisten rumah tangga memang bertugas untuk membantu di rumah, namun seorang ibu lah yang seharusnya melayani kebutuhan anaknya secara langsung, sehingga mereka akan merasakan kedekatan dan kasih sayang darinya. Jelas berbeda antara kasih sayang ibu dengan kasih sayang asisten rumah tangga yang bekerja karena uang.

Kelembutan orang tua ketika menyediakan makanan untuk anaknya, senyuman penyemangat ketika mereka terkena musibah, sikap marah ketika mereka keliru, mainan yang diberikan sebagai hadiah jika mereka bertingkah laku baik, merupakan hal yang tidak akan pernah terlupakan dalam benak mereka. Kehadiran orang tua di hadapan anak-anakmu melebihi ribuan hadiah.

Seorang ayah yang datang dengan membawa oleh-oleh namun tetap asisten rumah tanggalah bersusah payah membelikannya di toko, bukan ia cari sendiri dan ia berikan kepada anak dan istri. Rasa cinta sang ayah mustahil tergantikan oleh banyaknya mainan yang memenuhi rumah, atau pakaian yang mereka terima. Suatu saat anak akan merindukan asisten rumah tangga melebihi ayah dan ibunya.

Berkatalah seorang penyair modern yang selalu diasuh oleh asisten rumah tangganya dan supir yang selalu mengantarkannya ke mana pun ia mau, “Wahai orang tuaku, kami bagaikan tinggal di sebuah hotel, kami hidup di antara pembantu dan supir. Ingin rasanya kami berjumpa dalam suasana yang indah, berkumpul di rumah walau hanya sedetik.” Muhammad Hamid an-Nashire dan Khaulah Darwis, Tarbiyatul Athfal fi Rihabil Islam.