Sunday , February 5 2023

Apa Itu Crypto? High Risk Investment, Potensi Untung Tinggi

Mungkin sudah banyak orang yang pernah mendengar tentang aset kripto. Namun, tidak sedikit pula yang masih belum memahami apa itu crypto sebenarnya. Oleh sebab itu, mari mengulas pengertian dan prinsip kerjanya.

Berasal dari kata cryptography (sandi) dan currency (mata uang), terbentuklah istilah cryptocurrency. Ini merupakan penyebutan untuk  merujuk pada aset yang terlindung oleh sandi khusus sebagai pengaman.

Prinsip Kerja Cryptocurrency

Prinsip Kerja Cryptocurrency

Agar lebih memahami apa itu cryptocurrency, Anda perlu juga tahu tentang cara kerja crypto tersebut. Berikut ini adalah beberapa penjelasannya.

1. Tidak Mempunyai Wujud Fisik

Cryptocurrency memiliki perbedaan dengan uang yang kita kenal sebelumnya, seperti dollar, Yen, Poundsterling, dan lainnya. Aset tersebut berupa serangkaian sandi yang terenkripsi dalam blockchain.

Istilah untuk menyebut aset ini adalah token dan koin. Pengertian koin adalah suatu aset kripto yang memiliki teknologi blockchain sendiri, contohnya adalah Bitcoin. Lantas, apa itu crypto token, yaitu aset digital berupa kode yang tidak memiliki rantai blok sendiri.

2. Bersifat Peer To Peer

Sebagai currency, aset kripto ini bisa berpindah tangan melalui transaksi penjualan dan  pembelian. Di samping itu, juga dapat berfungsi sebagai alat membayar secara online. Kendati demikian, tidak ada kontrol dari otoritas sentral.

Jadi, dalam transaksinya, koin kripto ini terjadi secara peer to peer. Artinya langsung antara kedua pihak, pemilik yang menjual dan pembeli. Adapun untuk prosesnya bisa berlangsung dalam exchange (marketplace cryptocurrency)

3. Beroperasi Secara Desentralisasi

Selanjutnya, penjelasan mengenai apa itu crypto trading, yaitu perdagangan mata uang digital tersebut. Adapun sifatnya adalah terdesentralisasi. Lantaran bank maupun server pusat tidak mengelola mata uang ini.

Kendati demikian, ada pencatatan pada blockchain mengenai transaksinya. Jadi data inilah yang melindungi kepemilikan aset tersebut. Hal ini tampak pada uraian Blockchain Teknologi Mata Uang Kripto.

Di sinilah perlunya tahu apa itu crypto mining. Ini merupakan aktivitas menambang uang kripto. Dalam artian, penambang menggunakan software khusus untuk memecah sandi dan melakukan verifikasi transaksi. Ada komisi dari aktivitas ini.

4. Transaksi Menggunakan Kepercayaan

Dalam perpindahan kepemilikan cryptocurrency ini, berlangsung tanpa ada campur tangan bank. Transaksi bersifat langsung dari penjual ke pembeli. Tentu saja, karakteristiknya menjadi truthless, atau hanya berdasarkan kepercayaan saja.

5. Bersifat Global

Selanjutnya, prinsip aset kripto ini bersifat global. Artinya, berlaku di semua negara. Siapa pun bisa melakukan transaksi dengan nilai yang sama. Namun, tentu selama negara tersebut memberikan pengakuan terhadap cryptocurrency.

Sementara itu, di Indonesia terdapat sejumlah aset kripto yang sudah terdaftar di Bappebti adalah sebagai berikut

  1. Bitcoin
  2. Ethereum
  3. Tether
  4. Adtoken
  5. Alpha finance
  6. Aidcoin
  7. Ambrosus
  8. Auroracoin
  9. Aelf
  10. Ankr
  11. Ark
  12. Airswap
  13. Adex
  14. Aergo
  15. Abyss token
  16. Blocknet
  17. Cake
  18. Digitalnote
  19. Data
  20. District0x
  21. Bora
  22. Btu protocol
  23. Bitcoin cash
  24. Bitcoin sv
  25. Binance coin
  26. Bakery token
  27. Bella protocol
  28. Bankex
  29. Chainlink
  30. Chaincoin
  31. Cosmo coin
  32. Cryptaur
  33. Crown
  34. Daex
  35. Exclusive
  36. Expanse
  37. Flamingo
  38. Xrp/ripple
  39. Polkadot
  40. Lightcoin
  41. Litecoin
  42. Crypto.com coin
  43. Usd coin
  44. Eos
  45. Tron
  46. Cardano
  47. Tezos
  48. Stellar
  49. Neo
  50. Nem
  51. Cosmos
  52. Wrapped bitcoin
  53. Iota
  54. Vechain
  55. Dash
  56. Ethereum classic
  57. Yearn
  58. finance
  59. Theta
  60. Binance usd
  61. Omg network
  62. Maker
  63. Ontology
  64. Synthetix network token
  65. Uma
  66. Uniswap
  67. Dai
  68. Doge coin
  69. Algorand
  70. True usd
  71. Bittorrent
  72. Compound
  73. 0x
  74. Basic attention token
  75. Kusama
  76. Ok blockchain
  77. Waves
  78. Digibyte
  79. Icon
  80. Qtum
  81. Paxos
  82. standard
  83. Ren protocol
  84. Loopring Ampleforth
  85. Zilliqa
  86. Kyber network
  87. Augur
  88. Lisk
  89. Decred
  90. Bitshares
  91. Bitcoin gold
  92. Aragon
  93. Elrond
  94. Enjin coin
  95. Band protocol
  96. Terra
  97. Balancer
  98. Nano
  99. Swipe
  100. Solana
  101. Bitcoin diamond
  102. Dfi
  103. money
  104. Decentraland
  105. Avalanche
  106. Numeraire
  107. Golem
  108. Quant
  109. Bytom
  110. Serum
  111. Iexec rlc
  112. Just
  113. Verge
  114. Pax gold
  115. Matic network
  116. Kava
  117. Komodo
  118. Steem
  119. Fantom
  120. Horizen
  121. Ardor
  122. Hive
  123. V. Systems
  124. Z coin
  125. Wax
  126. Stratis
  127. Syscoin
  128. Power ledger
  129. Stasis euro
  130. Harmony
  131. Pundi x
  132. Solve.care
  133. Gxchain
  134. Coti
  135. Cortex Sandbox
  136. Dad
  137. Enigma
  138. Origin protokol
  139. Xinfin network
  140. Orion protocol
  141. Hash gard
  142. Waltonchain
  143. Wazirx
  144. Polymath
  145. Request
  146. Pivx Coti
  147. Fusion
  148. Metal
  149. Standard token protokol
  150. Mainframe
  151. 12ships
  152. Lambda
  153. Function x
  154. Civic
  155. Cred
  156. Cream finance
  157. Dent
  158. Ignis
  159. Moviebloc
  160. Groestlcoin
  161. Factom
  162. Nexus
  163. Lbry s
  164. Gemini dollar
  165. Einsteinium
  166. Vidycoin
  167. Nkn
  168. Go chain
  169. Medibloc
  170. Fio protocol
  171. Nxt
  172. High performance blockchain
  173. Cartesi
  174. Tenx
  175. Siacoin
  176. Raven coin
  177. Status
  178. Storj
  179. Electroneum (etn)
  180. Aurora
  181. Orbs
  182. Loom network
  183. Storm
  184. Vertcoin
  185. Ttc
  186. Metadium
  187. Pumapay
  188. Nav coin
  189. Dmarket
  190. Spendcoin
  191. Tael
  192. Burst
  193. Gifto
  194. Sentinel protocol
  195. Quantum resistant ledger
  196. Digix gold token
  197. Propy
  198. Eminer
  199. Ost
  200. Steamdollar
  201. Particl
  202. Sirinlabs
  203. Tokenomy
  204. Veriblock
  205. Hydro
  206. Viberate
  207. Rupiah token
  208. Vexanium
  209. Global social chain
  210. Refereum
  211. Spacechain
  212. Sumokoin
  213. Honest
  214. Vodi x
  215. Smartshare
  216. Play game
  217. Lunacoin
  218. Staker
  219. Klaytn
  220. Wing
  221. Mil.k
  222. Lyfe
  223. Ionomy limited
  224. Smart chain solution
  225. Kryptovit
  226. Eautocoin
  227. Quantum
  228. Hara coin
  229. Venus protocol

 

Cryptocurrency Sebagai Investasi Risiko Tinggi

Perlu Anda ketahui bahwa kendati terdaftar di Bappebti ( Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), crypto bukan mata uang sah di Indonesia. Artinya, tidak berfungsi sebagai alat pembayaran, melainkan menjadi aset.

Jadi, Anda boleh membeli dan menyimpannya, sebagai instrumen investasi. Namun, crypto tergolong high risk investment, karena fluktuasi nilainya sangat tinggi dan ekstrem.

Nilai koin kripto bisa melonjak drastis di suatu waktu dan sangat menguntungkan, kemudian langsung anjlok di kesempatan lainnya. Tentu saja, hal ini bisa berpengaruh pada nilai investasi Anda. Selain itu, minimnya regulasi juga bisa membawa dampak bagi investor.

Risiko lain yang tidak kalah berbahaya adalah terjadinya cyber crime. Pasalnya, semua transaksi bersifat digital, sehingga rawan peretasan. Apabila terjadi pencurian aset kripto ini, akan sulit untuk bisa mendapatkannya kembali.

Meskipun demikian, setelah memahami apa itu crypto, tentu Anda bisa mempertimbangkannya sebagai investasi. Pasalnya, aset ini bersifat high return, universal, dan sangat liquid.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *